by

Sempat Jatuh, Petarung 41 Tahun Bangkit, Menang via Cekikan Mematikan

KalbarOnline.com-Glover Teixeira memang sudah uzur untuk ukuran petarung mixed martial art. Pada 28 Oktober lalu, dia berusia 41 tahun.

Tetapi jangan salah. Di oktagon, Teixeira masih sangat dahsyat. Pada ajang UFC Fight Night di Las Vegas (9/11), Teixeira mengalahkan rekan senegaranya asal Brasil Thiago Santos. Teixeira menang lewat cekikan saat ronde ketiga berjalan 1 menit dan 49 detik.

Kemenangan ini sangat luar biasa. Sebab, Santos yang barusia 36 tahun memang lebih diunggulkan. Dalam ranking yang diumumkan oleh ESPN, Santos ditempatkan pada peringkat keempat di kelas berat-ringan. Sementara itu, Teixeira ada di peringkat keenam.

“Dana White, Man. Ayolah, Man. Aku sudah tua. Aku ada di sini. Kamu harus memberikan kepadaku kesempatan bertarung untuk memperebutkan gelar juara dunia,” ucap Teixeira dalam wawancara setelah pertarungan sebagaimana dilansir ESPN.

Dana White adalah presiden UFC saat ini.

“Ini tidak akan gampang. Berikanlah kepadaku pertarungan perebutan gelar,” kata Teixeira lagi sambil tersenyum.

  • Baca Juga: Dihajar Brutal di Dagu, Langsung Tumbang KO, Untung Diselamatkan Wasit

Kemenangan ini membuat Teixeira menjadi petarung berperingkat satu pada kelas berat ringan. Artinya, dia berada di posisi start pertama untuk bisa melawan juara dunia berat-ringan, Jan Blachowicz.

Tetapi ada gosip yang berkembang bahwa UFC akan menggelar pertarungan super yang mempertemukan Blachowicz melawan juara kelas menengah Israel Adesanya.

Memang, rencana ambisiusnya adalah mempertemukan Blachowicz versus Adesanya. Tetapi, memberikan kesempatan bagi Teixeira dalam duel perebutan sabuk juara dunia juga menjadi opsi yang sangat menarik bagi UFC.

“Saya sudah mendengarnya dan saya sepakat dengannya. Dan saya menganggap permintaan itu dengan sangat serius,” ucap White kepada ESPN menanggapi komentar Teixeira.

“Dia tidak salah, dia tidak berada di sini selamanya. Dia tampil luar biasa. Lucu juga ketika saya berpikir, ‘Wah dia akan kalah,’ lalu ternyata saya yang salah. Dia membuktikan bahwa saya salah. Dia terlihat sangat luar biasa,” tambah White.

Memang Teixeira tampil dahsyat pada pertarungan itu. Pada awal ronde pertama, Santos berkali-kali menghajarnya. Teixeira sempat jauh. Teixeira sadar bahwa dia kalah dalam hal kecepatan. Jadi, Teixeira memilih bertarung dengan sangat cerdik.

Teixeira lantas membawa pertarungan ke area bawah. Terlihat jelas, Teixeira seperti mengajari Santos cara bertarung yang benar dengan pertunjukkan teknik-teknik kelas dunia miliknya.

Pada ronde kedua, Teixeira sudah mampu mengunci dan mencekik Santos. Namun waktu keburu habis. Santos diselamatkan oleh bel. Di ronde ketiga, Teixeira yang sudah tahu kelemahan lawan, kembali mengulangi teknik cekikannya.

Teixeira memang sempat dihujani pukulan dan tendangan berbahaya oleh Santos. Tetapi Teixeira bertarung dengan sabar. Teixeira akhirnya mampu menjatuhkan Santos. Menghajarnya dengan brutal dan memungkasi pertarungan itu dengan cekikan mematikan.

“Ini bukan perkara kamu bisa memukul,” ucap Teixeira. “Tetapi seberapa keras kamu dipukul tetapi kamu mampu bertahan dan tetap melaju ke depan,” imbuhnya.

Teixeira pernah sekali mencoba merebut sabuk juara dunia kelas berat-ringan UFC. Namun, dia kalah lewat keputusan wasit saat menghadapi Jon Jones, 26 April 2014.

Comment

News Feed