Merasa Iba, Kades Mega Timur Carikan Kontrakan Untuk Anak Pasutri Penghuni Gubuk Derita

Kepala Desa Mega Timur, Adam dan potret rumah kontrakan untuk menampung anak pasutri yang tinggal di gubuk derita di Mega Timur
Kepala Desa Mega Timur, Adam dan potret rumah kontrakan untuk menampung anak pasutri yang tinggal di gubuk derita di Mega Timur (Foto: ian)

KalbarOnline, Kubu Raya – Sebuahrumah kontrakan dari kantong pribadi Kepala Desa Mega Timur disediakan untuk menampung empat orang anak dari pasangan suami istri (Pasutri) yang tinggal di gubuk derita berdinding seng bekas di Jalan Selat Panjang II, Gg Kelompok Tani, Dusun Mega Jaya, Desa Mega Timur, Kabupaten Kubu Raya. Hal ini diakui Kepala Desa Mega Timur, Adam saat diwawancarai terkait viralnya informasi mengenai sekeluarga yang tinggal di gubuk derita di wilayah yang dipimpinnya itu.

Adam merasa iba sehingga dirinya menyediakan rumah kontrakan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan terhadap kesehatan anak-anak pasutri tersebut.

“Ini bukan berupa kucuran dana dari anggaran desa. Karena untuk dianggarkan belum ada kelayakan sebab pasutri tersebut bukan warga dari Desa Mega Timur, namun walaupun demikian dengan memandang secara kemanusiaan kita tetap bantu untuk menempati rumah yang layak,” ucap Adam ditemui di kediamannya, Senin (14/10/2019).

Diketahui lokasi gubuk derita tersebut memang dikelilingi semak belukar dengan penerangan seadanya, seng bekas menjadi dinding ditambah kayu bulat berukuran kecil menjadi tongkat penyanggah gubuk derita itu. Gubuk berukuran kurang lebih tiga meter itu tampak teduh karena dilindungi pohon-pohon besar.

Masih kata Adam, ia mengatakan secara kependudukan pasutri tersebut tidak memenuhi syarat untuk dapat menerima bantuan dari Pemerintah Kabupaten Kubu Raya atau pemerintah desa setempat. Namun hasil koordinasi dari kepala daerah untuk segera mencarikan solusi, karena menyangkut wilayah yang ditempati dan rasa kemanusiaan terhadap anak-anak pasutri tersebut.

“Ini juga hasil dari diskusi dari Bapak Bupati agar saya turun langsung menangani masalah ini dan mengambil langkah-langkah kebijakan,” terangnya.

Lebih jauh Adam menyebutkan bantuan untuk membangunkan rumah juga telah dibicarakan bersama pihak Kodam XII/Tpr, namun masih belum mendapatkan data tentang hak atas kepemilikan tanah dari pasutri tersebut. (ian)

Tinggalkan Komentar