Tangkap Peluang, Bupati Muda Bakal Sinergikan Program RIF Dengan Program Pemkab Kubu Raya

Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan foto bersama saat menghadiri ramah tamah bersama Duta Besar Kanada untuk Indonesia di Pendopo Gubernur Kalbar
Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan foto bersama saat menghadiri ramah tamah bersama Duta Besar Kanada untuk Indonesia di Pendopo Gubernur Kalbar (Foto: */Fai)

Pengembangan inovasi budidaya jagung di Agropolitan Rasau Jaya sukses

KalbarOnline, Kubu Raya – Pengembangan inovasi budidaya jagung dan produk olahan turunannya di kawasan Agropolitan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya berlangsung sukses. Pengembangan yang dilakukan melalui pertanian terintegrasi di lahan gambut dengan skema program Dana Inovasi Responsif atau Responsive Innovation Fund (RIF) sejak April 2018 – Juni 2019 ini merupakan hasil kemitraan pemerintah Indonesia melalui Kementerian PPN/Bappenas dan pemerintah Kanada melalui Global Affairs Canada(GAC).

Hal inipun disambut positif oleh Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan. Menurut dia, program tersebut memiliki dampak penting, sebab menitikberatkan pada pemberdayaan ekonomi lokal. Bagi Kubu Raya, tegas Muda, program tersebut merupakan peluang besar. Sebab, lanjut dia, kawasan pedesaan di Kubu Raya dipercaya oleh pemerintah pusat dan pemerintah Kanada sebagai lokasi pelaksanaan program tersebut.

“Di sini yang dilakukan adalah pemberdayaan dan peningkatan kapasitas serta fokus kepada kawasan agropolitan. Pilihannya adalah produksi jagung dan pengolahan berbagai produk turunannya. Supaya kawasan pedesaan itu produknya tidak terlalu banyak tapi fokus kepada potensi yang ada di enam desa di kawasan agropolitan, yaitu Desa Rasau Jaya Umum, Rasau Jaya 1, Rasau Jaya 2, Rasau Jaya 3, Bintang Mas, Pematang Tujuh dan Sungai Bulan,” terang Muda.

Muda mengungkapkan model pengembangan di kawasan Agropolitan Rasau Raya nantinya akan direplikasi pihaknya di kawasan pedesaan lainnya di Kubu Raya.

“Ini kan sebagai model dari inovasi untuk memperkuat produk dalam satu kawasan pedesaan. Ini akan kita replikasi di desa-desa di kecamatan lainnya di Kubu Raya,” ujarnya.

“Selain itu juga, Kubu Raya ini kan daerah penyangga pangan terutama jagung, beras, ternak dan sebagainya, tentu ini potensi yang besar bagi Kubu Raya dan kita bersyukur program ini sudah dirasakan dampaknya oleh masyarakat di kawasan tersebut, ada peningkatan luas tanam jagung yang sempat menurun sejak tahun 2015 dan ada peningkatan jumlah peternak unggas,” timpalnya.

Menangkap peluang dari program ini, Muda menyebut bahwa pihaknya akan mensinergikan program tersebut dengan program Pemerintah Kabupaten Kubu Raya yang akan mengarah pada upaya mengatasi stunting dan gizi serta persoalan kesehatan ibu hamil.

“Melalui program ini juga mengubah kebiasaan masyarakat yang semula membuka lahan untuk menanam jagung dengan membakar lahan, karena program ini ada peningkatan kapasitas dan pelatihan menanam jagung tanpa membakar lahan, ini sangat mendasar perubahannya. Tentu kita akan terus memaksimalkan dan mengawal program ini, karena akan ada nilai tambah bagi Kubu Raya, sekaligus dapat memperluas akses pasar,” tandasnya.

Sementara Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas, Rudy Suprihadi Prawiradinata mengatakan, pembangunan kawasan pedesaan merupakan salah satu sasaran pokok yang mendukung pengembangan pusat-pusat pertumbuhan baru untuk mempercepat pembangunan daerah dan mengurangi kesenjangan pembangunan antar-wilayah.

“Hal itu dilakukan melalui pengembangan ekonomi lokal berbasis produk unggulan di masing-masing daerah terpilih,” sebutnya.

Rudy memaparkan dukungan program RIF untuk pengembangan Kawasan Agropolitan Rasau Raya di Kabupaten Kubu Raya dilaksanakan melalui empat komponen kegiatan. Pertama, pengembangan kapasitas kelembagaan. Kedua, pengembangan inovasi produk. Ketiga, ekspansi pasar dan perluasan jaringan pemasaran melalui Badan Usaha Milik Desa. Keempat, menciptakan peluang kerja yang adil bagi laki-laki dan perempuan.

“Sejak dilaksanakan tahun lalu, program RIF telah menghasilkan banyak kemajuan yang membanggakan. Sekitar 1.591 penerima manfaat  yakni 653 perempuan dan 938 laki-laki yang meliputi pemerintah daerah, pengelola kawasan, akademisi, lembaga penelitian, sektor swasta dan kelompok masyarakat mulai kelompok tani, peternak sapi, kelompok perempuan dan UMKM lokal telah mendapatkan pendampingan melalui berbagai pelatihan dan dukungan teknis,” paparnya.

Rudy juga menjelaskan bahwa program ini pada awalnya bertujuan untuk mendorong masyarakat memiliki kemampuan ekonomi yang tinggi. Tentunya, kata dia, akan berdampak pada pengurangan kemiskinan. Sehingga dirinya sangat mengapresiasi Bupati Kubu Raya yang akan mensinergikan program RIF ini dengan program Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.

“Tujuan awal program ini kan utamanya adalah mendorong masyarakat memiliki kemampuan ekonomi yang tinggi. Tentu dampaknya yakni pengurangan kemiskinan. Tapi Pak Bupati mengeksplore program ini lebih dalam lagi, sehingga yang awalnya hanya mendorong masyarakat memaksimalkan potensi yang ada, kemudian berkembang menjadi isu untuk menekan stunting dan mengatasi kesehatan ibu hamil. Apalagi stunting ini merupakan projek jangka panjang yang bahkan hal ini menjadi poros utama Pak Presiden,” tutupnya.

Sementara Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Peter MacArthur, mengapresiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya atas kesuksesan pengembangan inovasi melalui program RIF ini.

“Atas nama pemerintah Kanada, saya mengucapkan selamat kepada seluruh jajaran pemerintah daerah dan mitra atas kesuksesan pengembangan inovasi ekonomi daerah yang coba kami dorong melalui program RIF,” ujar Peter.

Peter mengaku gembira mengetahui banyaknya kemajuan yang telah diraih melalui program RIF di Kubu Raya. Di antaranya pembukaan lapangan kerja baru dan peningkatan pendapatan bagi masyarakat berbasis pengembangan komoditas jagung di kawasan Agropolitan Rasau Raya. Dirinya berharap berbagai inovasi yang dipilih akan sukses dan dapat berkontribusi bagi pengembangan ekonomi di daerah masing-masing.

“Kami dengan Bappenas bekerjasama dalam pemilihan lokasi ini untuk kerjasama dalam pengembangan ekonomi lokal. Salah satu kriteria kenapa lokasi ini (Kubu Raya) dipilih adalah karena kuatnya komitmen dan kepemimpinan dari pimpinannya, yaitu Bupati Kubu Raya dan jajaran,” tutur Peter.

Peter menerangkan, agenda pembangunan dalam RPJMN menegaskan pentingnya kebijakan, program dan kegiatan yang nyata dan terukur untuk mendorong percepatan pembangunan pedesaan dan daerah. Pengembangan ekonomi lokal, menurutnya, merupakan penopang utama kinerja perekonomian nasional.

“Selaras tujuan tersebut, pemerintah daerah dipandang mampu melakukan berbagai inovasi pembangunan ekonomi jika ditunjang dengan dukungan teknis dan perangkat yang tepat,” pungkasnya. (ian)

Tinggalkan Komentar