Bupati Ketapang, Martin Rantan Memberikan Sambutannya Pada Kegiatan Ritual Yang Digelar DAD Ketapang (Foto: Adi)
Bupati Ketapang, Martin Rantan Memberikan Sambutannya Pada Kegiatan Ritual Yang Digelar DAD Ketapang (Foto: Adi)

KalbarOnline, Ketapang – Dewan Adat Dayak Kabupaten Ketapang menggelar ritual adat bertajuk ‘Mengubas Tanah Arai’ yang bertujuan mewujudkan situasi dan kondisi Kabupaten Ketapang tetap aman, nyaman, damai serta kondusif yang berlangsung di Tugu Perdamaian, Jalan Ahmad Yani Ketapang, Senin (3/4) kemarin.

Kegiatan yang berjalan secara damai tersebut dihadiri juga Kepala Kejaksaan Negeri, Joko Yuhono, SH., MH, Kasdim 1203 Mayor Inf Sukur Hermanto, Waka Polres, Kompol Reza Simanjuntak, Pimpinan Forkopimda, Pengurus DAD, Pengurus Pemuda Melayu, Tokoh Agama, Adat dan undangan lainnya.

Suasana Aksi Yang Digelar DAD Ketapang (Foto: Adi)
Suasana Aksi Yang Digelar DAD Ketapang (Foto: Adi)

Tampak sejumlah pemuda membawa spanduk yang bertuliskan “Gerakan Masyarakat Ketapang Cinta Damai”, dan “Gerakan Masyarakat Ketapang Cinta Damai & Anti Radikalisme”, serta spanduk yang bertuliskan “Masyarakat Kabupaten Ketapang Peduli dan Cinta Akan Suasana yang Aman dan Kondusif” mereka berasal dari pemuda Dayak dan pemuda Melayu Kabupaten Ketapang.

Lumintus Dewa perwakilan dari Pemuda Dayak dan A Razak perwakilan dari Pemuda Melayu menyampaikan orasi yang intinya mendukung kepemimpinan dan pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Ketapang, dalam menjalan proses pemerintahan dan pembangunan.

Bupati Ketapang, Martin Rantan, SH dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk menciptakan rasa damai, rasa aman di Kabupaten Ketapang.

Sebab menurutnya, jika tidak ada rasa damai, tidak ada rasa aman, pemerintah akan sulit untuk melaksanakan proses pemerintahan dan pembangunan dengan baik.

“Kegiatan hari ini diharapkan dapat dilaksanakan dengan rasa damai dan tentram juga,” imbau Martin.

Selain itu, Bupati berpesan kepada para demong adat, dukun adat, para betaro setelah ritual adat “Mengubas Tanah Arai” melanjutkan kegiatan di wisma Hulu Sungai sebagai ucapan syukur karena terselenggaranya ritual adat dengan aman dan tertib.

“Pemkab Ketapang tetap mendukung adat budaya apa lagi kegiatan yang untuk menciptakan kondisi aman tenteram dan kondusif di Kabupaten Ketapang,” pungkasnya. (Adi LC)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY