by

Sutarmidji Tutup Kejuaraan Bulutangkis Gubernur Cup 2022: Setiap Bulan Harus Ada Kompetisi, Kecuali Ramadhan

KalbarOnline, Pontianak – Gubernur Kalbar, Sutarmidji menutup secara resmi kejuaraan bulutangkis Gubernur Cup 2022 yang diadakan oleh Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kalbar di GOR Bulutangkis, Jumat malam, tanggal 15 Juli 2022. Penutupan ini turut dihadiri oleh Kadisporapar Kalbar, Windy Prihastari.

Dalam kesempatan itu, Sutarmidji memberikan apresiasi kepada para pihak serta stakeholder yang telah mensukseskan acara yang ditujukan sebagai pencarian pencarian bibit atlet muda berbakat ini.

“Kejuaraan ini bagus ya, artinya kan ini mencari bibit junior dan pemula,” pujinya.

Sutarmidji menilai, Kalbar harus dapat terus memproduksi atlet-atlet berbakat yang bisa berbicara di kelas nasional dan bahkan internasional. Untuk itu, ia meminta agar kejuaraan seperti ini dapat dilakukan secara rutin. Kalau perlu setiap bulan, kecuali Bulan Ramadhan saja.

“Saya harap tahun depan itu susun jadwal, minimal satu bulan sekali (kompetisi). kecuali bulan puasa. Kompetisi itu bisa saja dilaksanakan seperti ini (banyak kelas), atau khusus remaja tapi single dan double aja, putra putri,” katanya.

“Yang harus itu (kelas) remaja, usia antara di bawah 15 tahun, itu single dan double, putra putri. Jadi itu tiap bulan harus ada kompetisi,” tekannya lagi.

Lebih lanjut, Sutarmidji mengaku sangat optimis, dengan pembinaan yang dilakukan secara baik serta memperpadat jam terbang para atlet tersebut, maka para atlet muda ini nantinya bakal mampu berkiprah di level nasional dan seterusnya.

“Banyak, waktu dulu saya pimpin PBSI Kota Pontianak, kita pernah mengalahkan beberapa klub di Jawa, bahkan beberapa pemain PBSI Pontianak itu ada yang melatih di Malaysia dan lainnya,” kenangnya.

“Saya harap akan lahir yang seperti mereka itu dari kompetisi-kompetisi yang digelar ini. Bisa (atlet Kalbar jadi wakil Indonesia) sebenarnya, tadi saya lihat peserta itu posturnya bagus-bagus. Tinggal dilatih terus,” kata Sutarmidji.

Gubernur Kalbar, Sutarmidji dan Ketua PBSI Kalbar, Syarif Abdullah foto bersama usai menyerahkan hadiah kepada pemenang salah satu kelas yang dilombakan dalam Gubernur Cup tahun 2022 (Foto: Jauhari/KalbarOnline.com)
Gubernur Kalbar, Sutarmidji dan Ketua PBSI Kalbar, Syarif Abdullah foto bersama usai menyerahkan hadiah kepada pemenang salah satu kelas yang dilombakan dalam Gubernur Cup tahun 2022 (Foto: Jauhari/KalbarOnline.com)

Sementara itu, Ketua PBSI Kalbar, Syarif Abdullah mengaku bersyukur, bahwa Kejuaraan Bulutangkis Gubernur Cup 2022 dapat terlaksana dengan baik.

BACA JUGA:  DPRD Apresiasi Capaian Pemprov Kalbar Pertahankan WTP BPK

Alhamdulillah kejuaraan Gubernur Cup dalam rangka seleksi untuk dikirim ke tingkat Nasional memperebutkan juara Presiden Cup telah selesai dilaksanakan, mohon doanya semoga para atlet yang kita kirim bisa berhasil tingkat nasional,” ujarnya.

Berikut ini daftar kelas peserta Kejuaraan Bulutangkis Gubernur Cup 2022: 

– Tunggal Anak-anak Putra sebanyak 21 orang.

– Tunggal Anak-anak Putri sebanyak 16 orang.

– Tunggal Pemula Putra sebanyak 22 orang.

– Tunggal Pemula Putri sebanyak 11 orang

– Ganda Pemula Putra sebanyak 12 pasang.

– Ganda Pemula Putri sebanyak 6 pasang.

– Tunggal Remaja Putra sebanyak 13 orang.

– Tunggal Remaja Putri sebanyak 5 orang.

– Ganda Remaja Putra sebanyak 5 pasang.

– Ganda Remaja Putri sebanyak 4 pasang.

Kadisporapar Kalbar, Windy Prihastari foto bersama usai menyerahkan hadiah kepada pemenang salah satu kelas yang dilombakan dalam Gubernur Cup tahun 2022 (Foto: Jauhari/KalbarOnline.com)
Kadisporapar Kalbar, Windy Prihastari foto bersama usai menyerahkan hadiah kepada pemenang salah satu kelas yang dilombakan dalam Gubernur Cup tahun 2022 (Foto: Jauhari/KalbarOnline.com)

Bangun GOR Berstandar Nasional

Gubernur Kalbar, Sutarmidji menanggapi positif soal usulan PBSI Kalbar yang meminta agar GOR Bulutangkis yang ada saat ini dapat dibangun sesuai standar nasional.

“Kalau GOR yang sekarang ini agak sulit mengembangkannya, lebih bagus GOR yang sekarang ini dijadikan apa, kemudian dibangun baru di lokasi lain,” ujarnya.

Menurut Sutarmidji, lokasi GOR yang ada saat ini, secara fisik memang cukup sulit untuk dilakukan pengembangan.

“Kalau GOR yang sekarang sudah susah desainnya untuk jadi 4 lapangan. Memang standar nasional GOR Bulutangkis itu harus 4 lapangan. Seperti kota Pontianak itu kan 1 gor ada 4 lapangan,” katanya. (Jau)

Comment