Sinergitas Pembina Posyandu, Demi Capai Indonesia Emas 2045

KalbarOnline, Pontianak – Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat, Harisson menghadiri Rapat Koordinasi PKK Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2024 yang dirangkaikan dengan pengukuhan Ketua Pembina Posyandu Kabupaten/Kota se Kalimantan Barat oleh Pj Ketua TP PKK Provinsi Kalbar, Windy Prihastari, di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Senin (22/04/2024).

Pj Gubernur Harisson mengatakan, bahwa PKK merupakan organisasi kemasyarakatan yang memiliki peran penting dalam pembangunan bangsa, khususnya di Kalimantan Barat. Ia menyebutkan, bahwa PKK juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan keluarga yang berbudaya, bahagia, sejahtera, maju, mandiri, hidup dalam suasana harmonis dan dilandasi dengan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“PKK memiliki peran penting dalam membangun dunia pendidikan, khususnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), serta dalam bidang ekonomi dan kesehatan. PKK berperan dalam memberdayakan ekonomi keluarga melalui program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), menggerakkan Posyandu dan membantu ibu hamil dan melahirkan, serta menjadi langkah pencegahan stunting,” ujar Harisson.

Tak hanya itu, Harisson mengharapkan di tahun 2045 nanti, anak-anak yang berasal dari Kalimantan Barat akan menguasai dunia agar Indonesia dapat menjadi negara maju. Ia menyebut, pada tahun 2045, Indonesia akan memasuki fase puncak bonus demografi dan diprediksi akan menjadi salah satu dari negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar di dunia yang dikenal dengan Indonesia Emas 2045.

“Ingat 2045 itu tanggung jawab kita sekarang ini. Jadi kalau di tahun 2045 kita tidak berhasil melompat jadi negara maju, ingatlah kesalahan kita semua itu, kesalahan saya, kesalahan ibu-ibu dan kesalahan bapak-bapak yang ada di sini karena kita tidak bisa menyiapkan generasi unggul di 2045,” katanya.

Baca Juga :  Turun Lapangan, TP PKK Kalbar Ajak Masyarakat Bersama Berantas Sarang Nyamuk

“Saya menaruh harapan besar kepada ibu-ibu ketua Tim Penggerak PKK kabupaten/kota, para kepala dinas, kepada badan maupun organisasi vertikal tanggung jawab kita semua dalam rangka mempersiapkan generasi kita ke depan,” sambungnya.

Harisson juga berharap, PKK dapat terus meningkatkan perannya dalam mendukung pembangunan di Kalimantan Barat, khususnya dalam pencegahan stunting. Ia juga berpesan kepada para kader PKK untuk selalu semangat dan terus belajar agar mampu mengidentifikasi dan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki, sesuai dengan dinamika yang berkembang saat ini.

Pada kesempatan yang sama, Pj Ketua Pembina Posyandu Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari mengucapkan selamat kepada para Ketua Pembina Posyandu dan Pj Ketua Pembina Posyandu kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat yang telah dikukuhkan hari ini.

Windy menyerukan untuk mengoptimalkan kerja sama, sinergi dan kolaborasi bersama pemerintah demi pembangunan daerah.

“Perlu kita pahami bahwa saat ini keberadaan posyandu tidak hanya menangani imunisasi bayi, penimbangan balita dan ibu hamil, namun telah terintegrasi dengan layanan sosial dasar lainnya melalui sinergitas 6 (enam) Standar Pelayanan Minimal (SPM), meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat serta sosial,” terang Windy.

Dirinya juga menekankan, bahwasanya peran posyandu sangat penting dan menjadi ujung tombak pembangunan, terutama di desa. Posyandu saat ini tidak hanya berperan sebagai objek pembangunan, tetapi juga entitas mitra pemerintah desa dalam mendukung pembangunan yang sejalan dengan semangat otonom desa.

Baca Juga :  Harisson dan Windy Sebar Ratusan Paket Pangan ke Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial di Pontianak

“Kelembagaan posyandu merupakan bagian dari kewenangan lokal, perannya sangat penting bagi desa dan diharapkan peran posyandu mampu bersinergi dengan pemerintah desa dan gerakan PKK dalam pembangunan kesehatan terutama dalam penanggulangan stunting yang menjadi prioritas saat ini,” ujar  Windy.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Windy meminta kepada para kader posyandu yang dikukuhkan untuk mengoptimalkan peran posyandu melalui perangkat daerah yang menangani pemberdayaan masyarakat dan Perangkat Daerah terkait dan secara proaktif turun langsung ke lapangan bersama dengan TP PKK dalam melakukan pembinaan posyandu.

“Pelaksanaan pengukuhan ini merupakan momentum yang baik untuk mengingatkan bahwa derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya akan terwujud apabila seluruh komponen turut berperan serta dalam upaya kesehatan dengan memprioritaskan upaya promotif-preventif tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif,” kata Windy.

Ia juga berharap agar para Ketua Pembina Posyandu dan Penjabat Ketua Pembina Posyandu yang dikukuhkan hari ini dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan mampu memberdayakan masyarakat, dalam hal ini para kader posyandu, untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya dalam percepatan penurunan stunting, kematian bayi dan ibu melahirkan.

Sebagai informasi, Kegiatan rakor pemberdayaan kesejahteraan keluarga Provinsi Kalbar Tahun 2024 dimaksudkan untuk mengoptimalkan peran dan fungsi Tim Penggerak PKK sebagai mitra pemerintah khususnya pemberdayaan kesejahteraan keluarga antara lain dalam rangka menurunkan angka stunting di Kalimantan Barat. (Jau)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Comment