by

Bentuk Badan Mirip Buah Apel Lebih Berisiko Diabetes, Mengapa?

Studi terhadap lebih dari 430.000 orang menemukan bentuk tubuh ‘apel’ memiliki risiko diabetes yang lebih tinggi dibandingkan tubuh berbentuk buah pir. Mengapa bisa begitu?

Bentuk tubuh pada orang yang kelebihan berat badan dibedakan menjadi bentuk apel dan buah pir. Bentuk apel maksudnya ketika lemak terkonsentrasi di pinggang dan perut, sedangkan bentuk badan seperti buah pir lemak lebih banyak di bokong.

Bentuk badan apel ini, menurut penelitian lebih berisiko mengalami intoleransi insulin, awal mula penyakit diabetes, sehingga tubuh lebih sulit memproses gula. Penemuan yang dipublikasikan di jurnal JAMA ini dapat menjadi perhatian bagi yang selama ini mengabaikan perut dan pinggang yang lebar.

Baca juga: Orang Kurus Bisa Kena Diabetes Juga Lho!

Bentuk Badan Mirip Buah Apel Lebih Berisiko Diabetes

Diabetes adalah salah satu penyakit kronis yang memiliki banyak faktor risiko. Salah satunya kelebihan berat badan. Apalagi bagi mereka yang memiliki riwayat diabetes di keluarga. berat badan adalah tanda bahaya yang harus disikapi dengan serius.

Menurut ahli, jumlah gen yang sudah diidentifikasi meningkatkan risiko diabetes saat ini lebih dari 100. Semakin banyak Kamu memilikinya, semakin tinggi risiko diabetes.

Gen obesitas ini juga salah satunya. “Untuk orang kurus, setidaknya dibutuhkan enam gen tertentu untuk menjadi diabetes. Tetapi, pada orang-orang dengan obesitas, hanya dibutuhkan dua gen saja sudah bisa menjadi diabetes,” ujar dr Marwan Hamaty, ahli diabetes dari Cleveland Clinic, Amerika Serikat.

Satu penelitian terbaru, yang diterbitkan dalam jurnal Diabetologia, menunjukkan bahwa indeks massa tubuh (BMI) yang tinggi meningkatkan risiko diabetes, terlepas dari apakah seseorang memiliki faktor genetik diabetes atau tidak, dibandingkan dengan orang dengan berat badan normal.

Bukan hanya BMI yang penting, distribusi lemak di tubuh juga menentukan. Lemak di sekitar pinggang (pada orang dengan bentuk badan apel), lebih berisiko memiliki diabetes dan penyakit kronis lainnya seperti penyakit jantung dan gagal ginjal.

Berbeda dengan bentuk badan seperti buah pir, yakni bentuk tubuh yang memiliki pinggang yang ramping, tetapi pinggul dan bokong yang besar. Selama bertahun-tahun, bentuk tubuh buah pir itu justru dikaitkan dengan kesehatan yang lebih baik.

Lemak perut di pinggang dan perut itu bukan lemak biasa, namun lemak yang membungkus organ vital tubuh. Lemak ini sangat aktif secara metabolik, yang berarti bahwa lemak sentral ini melepaskan hormon dan zat biologis lainnya yang merusak organ dan pembuluh darah.

Hormon yang dikeluarkan akan memicu peningkatan tekanan darah, kolesterol tinggi, dan kadar gula darah. Akibatnya, akan meningkatkan risiko sejumlah masalah kesehatan termasuk penyakit jantung, diabetes, dan stroke.

Baca juga: 5 Kebiasaan Buruk Penyebab Perut Buncit

Apa yang Harus Dilakukan untuk Merampingkan Pinggang?

Dr Sekar Kathiresan, dari Rumah Sakit Umum Massachusetts, Boston, mengatakan, temuan ini bisa menjadi pengetahuan baru, bahwa mulai saat ini orang dengan lemak berlebih di pinggang harus mulai waspada.

Beberapa langkah berikut bisa dilakukan untuk membuat pinggang menjadi lebih ramping:

1. Kurangi karbohidrat

Orang dengan bentuk tubuh seperti buah apel, menurut penelitian dari Journal of American Medical Association, memiliki lebih sedikit insulin dibandingkan mereka yang memiliki bentuk badan buah pir. Akibatnya potensi mengalami gula darah tinggi lebih besar. Olah karena itu, diet mengurangi karbohidrat lebih efektif dibandingkan diet rendah lemak.

2. Pilih camilan yang bisa menurunkan lemak di pinggang

Jika Kamu sedang berjuang mengatasi kelebihan lemak perut, pilihlah cemilan yang tepat. Disarankan ngemil coklat hitam dan kacang-kacangan, dan jauhi camilan tinggi gula dan karbohidrat seperti kue dan cake. Coklat hitam memiliki efek perlindungan terhadap penyakit kardiovaskular dan bahkan mengurangi peradangan terkait obesitas.

Kacang adalah camilan pilihan tepat jika Kamu memiliki tubuh berbentuk apel. Sebuah tinjauan dari 31 studi tentang konsumsi kacang menemukan bahwa banyak mengonsumsi kacang-kacangan bisa menurunkan berat badan dan mengurangi ukuran pinggang mereka.

3. Tambahkan lebih banyak protein

Diet tinggi protein membantu menghilangkan lemak perut yang membandel, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di Diabetes Care.

Peneliti membandingkan diet tinggi protein dengan diet rendah protein pada 54 pria dan wanita obesitas dengan diabetes tipe 2. Wanita dengan diet tinggi protein mengalami penurunan yang lebih besar secara signifikan pada massa lemak perut dan total serta penurunan kolesterol LDL yang lebih besar.

Demikian pula, sebuah studi dari The International Journal of Obesity menunjukkan bahwa partisipan yang menjalani diet rendah lemak dan mengonsumsi dua telur setiap hari saat sarapan mampu kehilangan berat badan 65 persen lebih banyak jika dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi telur.

Selain memperbaiki diet sehari-hari, tentu saja Kamu harus rajin olahraga dan aktivitas fisik. American Diabetes Association merekomendasikan, untuk mencegah diabetes, orang dengan bentuk badan buah apel yang sudah menderita prediabetes harus olahraga setidaknya 150 menit per minggu. Aktivitas aerobik intensitas sedang (seperti jalan cepat) dan dua hingga tiga sesi latihan kekuatan setiap minggu, adalah jenis aktivitas yang ampuh mencegah diabetes.

Baca juga: Diet Ketat Karbohidrat selama 6 Bulan, Diabetes Berhasil Remisi!

Source:

Aarp.org. Diabetes risk factors

Dailymail.co.uk. Apple shapes higher risk diabetes than pears.

Chatelaine.com. How to trim down yout waistline.

Comment

Terbaru