by

Orang Kurus Bisa Kena Diabetes Juga Lho!

Diabetes adalah penyakit yang disebabkan oleh gula darah tinggi. Jika Kamu menderita diabetes, tubuh tidak lagi dapat mengatur gula darah secara efektif. Kelebihan berat badan atau obesitas menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena diabetes. Namun, bukan berarti Kamu terbebas dari diabetes jika memiliki berat badan normal atau kurus.

Itu karena, ada banyak faktor yang dapat mengembangkan diabetes, termasuk di antaranya genetika, gaya hidup tidak sehat, memiliki kebiasaan makan yang buruk, dan tidak banyak bergerak. Ya, Kamu tidak harus kelebihan berat badan atau obesitas untuk terkena diabetes tipe 2. Walaupun memiliki berat badan normal atau kurus, Kamu bisa memiliki kadar gula darah tinggi lho!

Baca juga: 15 Istilah Penting Tentang Diabetes yang Harus Diketahui!

Orang Kurus Bisa Kena Diabetes

Sekitar 10 hingga 15 persen penderita diabetes tipe 2 memiliki berat badan yang sehat. Itu disebut diabetes tanpa lemak. “Ini semacam hibrida diabetes tipe 1 dan tipe 2. Itu berarti, Kamu mungkin tidak membuat cukup insulin atau meresponsnya dengan baik,” kata Marcedes Carnethon, profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Northwestern.

Walaupun badan kurus, Kamu mungkin memiliki lebih banyak lemak daripada yang dipikirkan. “Orang dengan berat badan normal yang mengidap diabetes mungkin memiliki otot yang sangat berlumuran lemak. Untuk mengetahui pasti apakah Kamu memiliki diabetes atau tidak, lakukan tes gula darah. Dengan begitu, Kamu akan mendapatkan perawatan yang tepat untuk diabetes,” tutur Marcedes.

Faktor genetik dan gaya hidup yang Kamu jalani ikut berperan. Secara umum, Kamu lebih mungkin terkena diabetes 40 persen lebih besar jika salah satu orang tua Kamu mengidapnya. “Diabetes tanpa lemak juga dapat terjadi jika Kamu tidak mendapatkan cukup nutrisi sebelum lahir atau ketika Kamu masih kecil,” ucap Leon Fogelfeld, MD, kepala endokrinologi di Rumah Sakit Cook Country.

BACA JUGA:  Bolehkah Penderita Diabetes Makan Keju?

Jika Kamu obesitas dengan diabetes tipe 2, mengonsumsi metformin dapat membantu mengendalikan kadar gula darah. Saat minum obat tersebut, pankreas Kamu dapat membuat lebih banyak insulin. Namun, minum metformin tidak akan cukup jika Kamu menderita diabetes tanpa lemak. Dibandingkan orang gemuk dengan diabetes tipe 2, orang dengan diabetes tanpa lemak membutuhkan suntikan insulin pada usia yang lebih muda.

“Itu karena, sel-sel tertentu di pankreas yang disebut sel beta, gagal secara dini dan cepat. Ini mungkin terjadi karena gen yang Kamu miliki. Gaya hidup tidak sehat seperti merokok dan minum alkohol dapat memperburuk keadaan,” beber Leon.

Baca juga: Diet Ketat Karbohidrat selama 6 Bulan, Diabetes Berhasil Remisi!

Thin Outside, Fat Inside

Menurut National Institute of Health, sekitar 15 persen penderita diabetes tipe 2 tidak mengalami kelebihan berat badan. “Kami menyebutnya TOFI (thin outside, fat inside). Hampir tidak terdeteksi dari penampilan seseorang. TOFI terjadi ketika lemak yang biasanya menumpuk di bawah kulit, meluncur ke organ perut. Nah, lemak visceral ini jauh lebih buruk karena dapat menyebabkan zat inflamasi memengaruhi hati dan pankreas serta menurunkan sensivitas insulin, menempatkan Kamu pada risiko diabetes tipe 2. Dengan TOFI, Kamu mungkin terlihat langsing, tapi perutmu tidak,” beber Jimmy Bell, M.D, peneliti.

Sementara itu, penelitian terbaru Universitas Florida mengungkapkan bahwa, satu dari lima orang dewasa dengan berat badan normal menderita pradiabetes. Naik 8 persen dari tahun 1994. Jika tidak diobati, sekitar 30 persen orang dengan pradiabetes akan mengembangkan diabetes tipe 2 dalam waktu lima tahun.

“Gaya hidup kita yang semakin tidak aktif memainkan peran besar. Banyak orang yang duduk di depan komputer sepanjang hari dan jarang olahraga. Mereka mengira bahwa, selama BMI (indeks massa tubuh) di bawah 25, mereka sehat. Well, apa yang mereka pikirkan itu salah,” jelas Arch Mainous, peneliti di Universitas Florida.

BACA JUGA:  Kenali 3P dalam Diabetes

Saat melakukan penelitian, Arch dan tim menemukan fakta bahwa, di antara orang dewasa berusia 45 tahun ke atas dengan BMI sehat, di bawah 25, salah satu dari mereka memiliki gula darah tinggi. “Ketika berbicara tentang gula darah tinggi, yang mengejutkan, massa otot total tubuh lebih penting daripada lingkar pinggang, yang sering disalahkan sebagai penyebab masalah kesehatan metabolik. Banyak yang mengira sindrom metabolik adalah tentang obesitas perut, padahal penyebabnya pradiabetes,” jelas Arch.

“Kami tahu bahwa mengidentifikasi dan mengobati pradiabetes adalah cara efekftif dan hemat biaya untuk memperlambat perkembangan diabetes. Namun, mungkin ada 6 hingga 7 orang dari 10 orang yang tidak terdeteksi karena persepsi bahwa mereka sehat. Jika Kamu memiliki berat badan sehat, olahraga rutin merupakan langkah pertama untuk mencegah diabetes,” kata Arch.

Baca juga: Tips Diet untuk Kalahkan ‘Diabesitas’ Kombinasi Diabetes dan Obesitas

Referensi:

Healthline. Diabetes Diagnosis: Does Weight Matter?

WebMD. Can You Get Diabetes if You’re Thin?

Men’s Journal. Why Thin People Get Diabetes

Women’sHealth. Type 2 Diabetes in Women: Young, Slim, and Diabetic

Comment