Perwakilan Kaum Millenial, Solihin Siap Maju di Pilkades Sungai Ayak II

Bakal Calon Kepala Desa Sungai Ayak II, Solihin
Bakal Calon Kepala Desa Sungai Ayak II, Solihin (Foto: Mus)

KalbarOnline, Sekadau – Tahapan pemilihan Kepala Desa (pilkades) serentak di Kabupaten Sekadau tahun 2019 ini mulai berjalan. Panitia penyelenggara Pilkades sendiri telah memulai tahapan pendaftaran calon.

Salah satu desa yang akan melaksanakan pemilihan kepala desa di Bumi Lawang Kuari itu adalah Desa Sungai Ayak II, Kecamatan Belitang Hilir.

Di Desa yang dilintasi Sungai Kapuas ini peserta pilkades diikuti beragam kalangan, mulai dari orang tua hingga kalangan muda atau yang lebih dikenal kaum milenial. Salah satunya yakni Solihin sebagai perwakilan kaum muda di kontestasi Pilkades Sungai Ayak II.

Alumni Penjas Untan yang juga mantan Kepala Bidang Sumber Daya Manusia (PSDM) di Forum Komunikasi Mahasiswa Kabupaten Sekadau (Fokmas) itu menyatakan kesiapannya untuk maju di Pilkades tahun 2019 ini.

Kepada awak media, Sabtu (7/9/2019), Solihin menyampaikan 3 (tiga) jurus jitu untuk membangun Sungai Ayak II jika diamanatkan oleh masyarakat di Pilkades mendatang.

“Bismillah transparan, jujur, adil dan sejahtera siap tempur di 2019. Program kerja saya ada 3 (tiga) pemerintahan, pembangunan dan olahraga untuk wilayah Sungai Ayak II,” tuturnya.

Untuk mewujudkan program jitunya itu, mantan atlet atletik ini pun memiliki strategi yang handal dengan mengutamakan musyawarah dan mufakat dalam merumuskan kebijakan pembangunan serta mengedepankan konsep gotong-royong dalam membangun desa.

“Visi: Gotong royong membangun Desa Sungai Ayak yang adil, sejahtera, berbudaya dan berakhlak mulia. Misi: Mewujudkan pemerintahan desa yang jujur, berwibawa dan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat, mengedepankan musyawarah dan mufakat dengan pemerintah maupun warga desa, meningkatkan pofesionalitas dan mengaktifkan seluruh perangkat desa, mewujudkan sarana dan prasarana desa yang memadai, mewujudkan perekonomian dan kesejahteraan warga, serta meningkatkan pelayanan yang maksimal dalam hal apapun,” paparnya.

Menurut pemuda yang aktif di berbagai organisasi ini, di era digital dan modern saat ini sudah selayaknya pemuda membangun daerah yang dimulai dari desa, terlebih anggaran yang dikucurkan pemerintah saat ini cukup besar, jika tidak dikelola dengan baik oleh orang yang profesional tidak bisa terserap dengan baik untuk membangun desa dan kesejahteraan masyarakat desa.

Hal itu juga untuk menjawab berbagai persoalan di era saat ini agar Sungai Ayak II dapat bersaing menghadapi era industri 4.0, termasuk untuk mengejar program pemerintah Provinsi Kalbar yakni ‘Desa Mandiri’.

“Ini merupakan niat baik dari pemuda Sungai Ayak II demi membangun wilayah-wilayah tertinggal dan mengangkat potensi yang ada di Desa Sungai Ayak II, menjadi sumber daya alam (SDA) yang hasilnya kembali ke daerah,” tegasnya.

Selain membangun Desa Sungai Ayak II, tujuan dirinya memberanikan diri untuk maju di Pilkades tahun ini adalah memekarkan Desa Sepantak yang hingga kini belum terealisasi. Menurutnya, dengan adanya pemekaran desa maka percepatan dan pemerataan pembangunan dapat terwujud dengan baik.

“Salah satu tujuannya untuk pemekaran Desa Sepantak, karena saat ini belum terealisasi dan mudah-mudahan tahun 2020 bisa berjalan sesuai dengan harapan,” harapnya.

Pemuda yang akrab disapa Lihin ini menilai, saat ini pengurusan administrasi dan kinerja di pemerintahan belum maksimal seperti peningkatan SDM perangkat desa melalui pelatihan sehingga pelayanan kepada masyarakat juga dapat maksimal sehingga hal itu juga harus ia benahi jika terpilih.

Kompensasi untuk para Ketua RT/RW, juga akan ia upayakan jika diberi amanat memimpin desa, karena tanpa bantuan dari para Ketua RT/RT, kinerja Kepala Desa tidak akan maksimal, terlebih orang-orang tersebut memiliki peran yang besar dan bersentuhan langsung dengan lingkungan masyarakat.

“Insya Allah kalau diberi kepercayaan, akan mengusahakan kompensasi untuk RT melewati kebijakan Kepala Desa baru, karena yang bekerja dengan sepenuhnya adalah RT mana mampu Kades bekerja sendiri,” imbuhnya.

Pria yang hobi olahraga pencak silat dan sepak bola ini juga menjelaskan, bahwa program pemerintah pusat yakni digital dan melayani (dilan) juga harus menjadi perhatian serius bagi pembangunan desa. Sebab, kata dia, jika pemimpin tidak menguasai digital maka akan sulit menerapkan program di desa karena pemerintah juga secara bertahap akan menerapkan pelayanan yang serba digital dan IT untuk menjawab itu semua maka perlu pemimpin millenial.

Ia juga berpesan agar dalam pilkades harus dilakukan profesional, jujur dan adil.

“Siapapun calon yang akan maju silahkan karena merupakan hak sebagai warga negara untuk memilih dan dipilih, namun harus mengedepankan, perdamaian, kejujuran dan persatuan tanpa menjelekkan satu sama yang lain, karena semua yang akan maju memiliki tujuan mulia, yakni membangun desa ke arah yang lebih baik,” pungkasnya. (Mus)

Tinggalkan Komentar