Wabup Askiman Tutup Pekan Gawai Dayak VIII Sintang

Wakil Bupati Sintang, Askiman saat menutup seluruh rangkaian Pekan Gawai Dayak VIII Sintang
Wakil Bupati Sintang, Askiman saat menutup seluruh rangkaian Pekan Gawai Dayak VIII Sintang (Foto: */Sg)

Wacanakan PGD jadi agenda rutin Kabupaten Sintang

Targetkan Rumah Betang Tampun Juah diresmikan tahun 2020

KalbarOnline, Sintang – Wakil Bupati Sintang, Askiman secara resmi menutup seluruh rangkaian Pekan Gawai Dayak VIII Kabupaten Sintang, Sabtu (13/7/2019).

Dalam sambutannya, Wabup Askiman mengucap syukur seluruh rangkaian PGD VIII Sintang yang berlangsung hampir sepekan ini dapat berjalan lancar dan sukses.

“Tidak terasa Gawai Dayak yang meriah ini akhirnya berakhir dan ditutup malam ini. Semua kegiatan sudah kita lalui bersama dengan prestasi yang sudah diukir,” ujarnya mengawali sambutannya.

Dalam kesempatan itu, Wabup Askiman juga menyinggung mengenai rencana penetapan Pekan Gawai Dayak sebagai agenda rutin Kabupaten Sintang seperti halnya peringatan Hari Jadi Kota Sintang.

“Jika ingin PGD dijadikan agenda rutin daerah mohon siapkan draf Raperda tentang penetapan Pekan Gawai Dayak sebagai agenda rutin daerah sama dengan hari jadi Kota Sintang,” tukasnya.

Orang nomor dua di Bumi Senentang itu turut menyampaikan mengenai pembangunan Rumah Betang Tampun Juah yang belum selesai. Ia berujar, belum selesainya pembangunan rumah adat masyarakat Dayak Sintang itu lantaran Pemerintah Kabupaten Sintang memiliki anggaran yang terbatas.

Kendati demikian, Askiman menegaskan, pihaknya akan melanjutkan pembangunan sekaligus penataan halaman rumah adat tersebut pada tahun 2019 ini dan ditargetkan dapat diresmikan bertepatan pada Pekan Gawai Dayak Sintang tahun 2020 mendatang.

“Tahun ini akan kita lanjutkan pembangunan dan penataan halamannya. Masih banyak yang akan kita bangun di sekitar Betang Tampun Juah yang masih memerlukan dukungan. Tahun depan, Betang Tampun Juah harus bisa kita resmikan bertepatan dengan pelaksanaan Pekan Gawai Dayak,” tegasnya.

Di hadapan ribuan masyarakat, Askiman juga menjelaskan mengenai persyaratan masyarakat Dayak untuk bisa disebut masyarakat adat.

“Persyaratan tersebut di antaranya seperti memiliki norma kesopanan, wilayah adat, lembaga adat, lembaga hukum adat, kebiasaan adat yang masih dilakukan dan sebagainy,” tandasnya.

Pada Pekan Gawai Dayak VIII Sintang ini, tim DAD Kecamatan Sungai Tebelian berhasil mendominasi berbagai jenis perlombaan sehingga berhasil keluar sebagai juara umum pada PGD tahun 2019 ini dan berhak memegang piala bergilir yang diserahkan langsung oleh Wabup Askiman.

Dalam kesempatan itu pula, Wabup Askiman berkesempatan menyerahkan piagam penghargaan kepada masyarakat Desa Sekubang sebagai Gawai Dayak Terbaik, masyarakat Desa Empunak Kecamatan Ketungau Hulu sebagai Gawai Dayak Mandiri, masyarakat Desa Cipta Karya Kecamatan Ketungau Hulu sebagai Gawai Dayak dengan tuak terbanyak.

Sementara Sekretaris DAD Kabupaten Sintang, Herkulanus Roni menjelaskan bahwa PGD merupakan agenda rutin DAD Kabupaten Sintang untuk mengangkat seni dan budaya Dayak.

Roni mengaku bangga sekaligus senang, pasalnya seluruh DAD kecamatan se-Kabupaten Sintang dapat turut serta pada PGD tahun 2019 ini.

“Gawai merupakan ungkapan syukur atas rezeki, hasil panen dan selesainya proses berladang. Gawai dilaksanakan sejak turun temurun di kampung. Namun sejak organisasi DAD terbentuk mulai dikoordinir di tingkat kabupaten. Tahun ini tuan rumah gawai adalah DAD Sungai Tebelian yang diwakili sub suku Dayak Linoh,” ujarnya.

“Terima kasih kepada Pemda Sintang yang sudah membantu DAD dalam melaksanakan gawai Dayak ini. Saya berharap Pemkab Sintang membuat Perda tentang penetapan Gawai Dayak sebagai agenda rutin daerah. Seperti di Pemprov Kalbar sudah menetapkan tanggal 20 Mei sebagai hari pelaksanaan gawai Dayak dan masuk sebagai agenda rutin daerah,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga berharap setiap tahunnya DAD kecamatan dapat menjaring peserta dari DAD tingkat desa untuk mewakili kecamatan mengikuti lomba pada ajang Pekan Gawai Dayak.

“Kami juga senang pada pelaksanaan display budaya kemarin, hampir semua suku di Sintang bisa ikut. Setiap jenis lomba yang kami laksanakan merupakan kebiasaan masyarakat Dayak di kampung seperti menumbuk dan menampi padi, menangkap babi, menganyam manik dan menyumpit,” tutup Roni.

Sementara Yustinus selaku Ketua Panitia Pekan Gawai Dayak VIII Sintang menyampaikan rasa gembiranya, seluruh kegiatan dan lomba pada Pekan Gawai Dayak tahun 2019 ini dapat berjalan aman dan lancar. Untuk itu dirinya mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak yang telah bersama-sama menyukseskan PGD VIII Sintang ini.

“Terima kasih atas dukungan semua pihak atas pelaksanaan Gawai Dayak ini. Kita harus cerdas dan berpikir positif terhadap kegiatan yang dilaksanakan. Selama lima hari pelaksanaan PGD VIII Sintang saya mohon maaf kepada siapapun jika ada hal yang kurang berkenan,” imbuhnya.

“Tahun ini semua DAD Kecamatan bisa berpartisipasi dengan baik. Kalau kita bisa bersatu, ada banyak yang bisa kita lakukan di semua sektor. PGD bukan hanya kegiatan seremonial saja tetapi ada unsur pendidikan kepada generasi muda untuk mencintai seni dan budayanya. Terima kasih juga saya ucapkan kepada etnis lain yang sudah ikut berpartisipasi dalam display budaya yang dilaksanakan pada PGD tahun 2019 ini,” pungkas Yustinus.

Para tamu undangan juga dihibur oleh para pemenang lomba lagu Dayak dewasa dan anak-anak, lomba tari Dayak kreasi, pemilihan Bujang dan Dara Gawai Dayak, fashion show anak anak, lomba sape dan artis lagu Dayak lainnya.

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Danrem 121/ABW, Brigjen TNI Bambang Trisnohadi, Dandim 1205 Sintang, Letkol Inf Rachmat Basuki dan tamu undangan lainnya. (*/Sg)

Tinggalkan Komentar