by

BPN Prabowo-Sandi Apresiasi Masyarakat Kawal Hasil Pemilu Dengan Kumpulkan C-1

KalbarOnline, Nasional – Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferry Mursyidan Baldan mengapresiasi langkah masyarakat yang secara mandiri mengumpulkan form C-1 plano. Langkah itu dinilai sebagai bagian dari upaya rakyat untuk menjaga pemilu 2019 agar belangsung jujur dan adil.

Hal itu disampaikan Ferry saat menerima puluhan ribu foto C-1 plano dari anak-anak muda anggota komunitas relawan pendukung Prabowo-Sandiaga di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

“Terima kasih atas kepeduliannya. Terima kasih atas peran sertanya. Terima kasih juga atas semangat untuk menjaga pemilu 2019, sebuah pemilu terumit di dunia. Kami membuka diri atas masukan-masukan dari masyarakat,” kata Ferry berdasarkan rilis yang diterima KalbarOnline.

Ferry mengatakan tingkat partisipasi masyarakat sangat tinggi dalam mengawal pemilu. Tidak hanya berhenti menggunakan hak suaranya pada hari pemungutan suara 17 April, masyarakat secara sadar ingin mengawal jalannya penghitungan suara hingga tuntas.

“Pengumpulan C-1 adalah bentuk partisipasi yang luar biasa. Emak-emak, anak muda, semuanya ingin memastikan supaya suaranya tidak dibawa lari ataupun dimanipulasi,” kata Ferry.

Salah satu komunitas relawan yang mengumpulkan foto C-1 adalah Gerakan Milenial Indonesia (GMI). Perwakilan GMI, Vinny Nuraini mengatakan pihaknya telah menyiapkan dua simpul relawan yang bertugas mengumpulkan foto C-1 dan memantau situs hitung milik Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Kami tidak ingin perolehan suara masyarakat diinput secara salah ke website KPU. Kami mengajak seluruh masyarkat Indonesia untuk mengawal C-1 kemudian memantau situs hitung KPU dan mendokumentasikannya jika ada kesalahan,” ucap Vinny.

Sementara perwakilan komunitas relawan Ruang Sandi, Dimas Akbar mengatakan, beberapa waktu ke belakang banyak informasi simpang siur terkait hasil hitung cepat dan perhitungan suara KPU. Karenanya, pihaknya mengumpulkan foto C-1 sebagai basis data untuk mengawal perhitungan suara hasil pemilu.

“Kita harus kawal C-1 di mana ini akan menjadi sumber data primer dari tangan pertama untuk nanti memverifikasi apakah hasil hitung cepat dan yang ditampilkan oleh website KPU itu benar atau tidak,” kata Dimas. (Fai)

Comment

News Feed