Suasana Seleksi Daerah Yang Diselenggarakan Oleh Fakultas MIPA Untan Pontianak di Gedung SMA 2 Putussibau (Foto: Ishaq)
Suasana Seleksi Daerah Yang Diselenggarakan Oleh Fakultas MIPA Untan Pontianak di Gedung SMA 2 Putussibau (Foto: Ishaq)

Rudi Susanto: Sekolah tidak punya dana yang cukup untuk memberangkatkan siswa yang lolos ke Pontianak

KalbarOnline, Kapuas Hulu – Mahasiswa Fakultas Fisika, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Untan Pontianak Kalimantan Barat menyelenggarakan seleksi daerah 2017 jurusan Fisika yang dilaksanakan terpusat di SMA Negeri 2 Putussibau, Jalan Tani Lintas Selatan Kecamatan Putussibau Selatan Kapuas Hulu, beberapa waktu lalu.

Pelaksanaan yang diselenggarakan di gedung SMA Negeri 2 Putussibau ini diikuti oleh 65 peserta siswa dan siswi dari 10 sekolah tingkat SMA/MA yang ada di Kapuas Hulu.

Adapun sekolah yang ikut serta diantaranya SMAN 1 Putussibau, MAN Putussibau, SMA Karya Budi Putussibau, SMAN 2 Putussibau, SMKN 1 Putussibau, SMAN 1 Kalis, SMAN 1 Mentebah, SMAN 1 Bunut Hulu, SMAN 1 Boyan Tanjung dan MAN Jongkong.

Demikian diungkapkan Kepala Sekolah SMAN 2 Putussibau Rudi Susanto kepada KalbarOnline di ruang kerjanya, Selasa (7/3) kemarin.

Rudi mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menseleksi kepada anak-anak di tingkat daerah yang punya potensi di bidang Fisika, sehingga kedepannya ketika mereka ingin melanjutkan kuliah tidak salah dalam memilih jurusannya.

“Dari kegiatan seleksi ini juga langsung terpilih 10 siswa yang masuk sepuluh besar yang nantinya mereka akan ikut lagi seleksi se Kalbar di Pontianak, yang direncanakan akan diselenggarakan pada tanggal 28-30 April 2017,” ucap Rudi.

Dari sepuluh besar tersebut 3 siswa dari MAN Putussibau, 2 dari SMAN 1 Putussibau, 2 dari SMAN 2 Putussibau, 2 dari MAN Jongkong, dan 1 dari SMA Karya Budi Putussibau.

“Namun, dalam keikutsertaan seleksi di tingkat Provinsi nantinya tergantung dari masing-masing sekolah apakah bisa ikut atau tidak, karena memerlukan biaya yang cukup besar untuk mengikutinya. Sebab kita ketahui sekolah tidak punya dana yang cukup besar untuk memberangkatkan siswanya yang lolos,” ungkap Rudi.

Selain itu, lanjutnya, tidak ada juga semacam jaminan prioritas atau kemudahan jika siswa ini benar-benar berprestasi atau lolos seleksi ketika mereka ingin melanjutkan kuliah di Fakultas FMIPA Untan Pontianak.

“Hal ini juga sudah kami sampaikan bersama kepada Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kapuas Hulu. Kepada pihak Fakultas FMIPA Untan Pontianak agar ada kejelasan dan prioritas bagi mereka yang lolos untuk melanjutkan kuliahnya, walaupun tujuan seleksi ini sangat bagus guna mencari siswa-siswi yang berprestasi di bidangnya,” tuturnya.

“Kami berharap kedepannya ada kejelasan bagi mereka lolos seleksi walaupun hanya tingkat daerah saja, dan bisa menjadi prioritas ketika ingin melanjutkan kuliahnya. Karena ketika mereka tidak lolos di tingkat Provinsi, mereka tidak terlalu kecewa,” pungkasnya. (Ishaq)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY