Suasana Pasar Murah Jelang Hari Raya Idul Fitri Yang Digelar Disperindagkop Sekadau Dengan Menggandeng Bulog Sanggau - Sekadau (Foto: Mus)
Suasana Pasar Murah Jelang Hari Raya Idul Fitri Yang Digelar Disperindagkop Sekadau Dengan Menggandeng Bulog Sanggau - Sekadau (Foto: Mus)

KalbarOnline, Sekadau – Pada hari kedua pelaksanaan pasar murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Sekadau melalui Disperindagkop dan UKM diisi dengan beberapa sembako dari Badan Urusan Logistik (Bulog) Sanggau – Sekadau, di Komplek Pasar Baru, Jalan Panglima Naga, Rabu (14/6).

Seperti diketahui, pada pelaksaan pasar murah dihari kedua ini, Disperindagkop bekerjasama dengan Bulog. Sejumlah sembako seperti beras, gula dan bawang putih dijual dengan harga dibawah pasaran oleh lembaga BUMN itu.

Kepala Bulog Sanggau – Sekadau, Fitri Aurita, menyatakan pasar murah atau bazar kali ini pihaknya bekerjasama dengan Disperindagkop dan UKM Kabupaten Sekadau untuk menyelengarakan pasar murah sembako kepada masyarakat.

“Ini dalam rangka menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H,” ujar Fitri saat dikonfirmasi di lokasi bazar.

Adapun sembako yang dipasarkan, diuraikan Fitri, beras Rp95.000/10 Kg sebanyak 2 Ton, Bawang Putih Rp30.000/Kg sebanyak 400 Kg, Gula Maniskita Rp12.000/Kg sebanyak 1,5 Ton.

“Harga yang kita jual dibawah harga pasar atau sesuai dengan HET pemerintah,” sambung wanita berhijab itu.

Fitri menjelaskan, selain melakukan pasar murah atau bazar, Bulog Sanggau – Sekadau juga masuk dalam Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sanggau – Sekadau untuk melakukan monitoring ketersedian dan harga sembako di Daerah.

Kepala Disperindagkop dan UKM Kabupaten Sekadau melalui, Jihon SE, petugas pelaksana bazar mengakui bahwa animo masyarakat terhadap pasar murah atau bazar sembako dan pangan tahun ini dinilai turun. Hal ini dipengaruhi oleh stabilnya kondisi harga dan ketersedian sembako di pedagang.

“Kalau barang langka, harga mahal maka bazar menjadi tumpuan, sementara saat ini ketersedian dan harga barang stabil, jadi masyarakat banyak membeli di pedagang,” tukas Jihon.

Dirinya mengakui bahwa kondisi ini disebabkan kuatnya perhatian Pemerintah Pusat terhadap harga dan peredaran sembako jelang Hari Raya keagamaan sehingga ketersedian sembako tercukupi di tingkat pedagang meski permintaan konsumen meningkat.

Saat ini, di bazar tersebut telur yang di bazar Dinas Perikanan, Ketahanan Pangan, Pertanian Kabupaten Sekadau serta daging kerbau beku asal India, terlihat masih banyak menumpuk.

Bahkan direncanakan akan di bazar di Kecamatan-kecamatan dalam beberapa hari kedepan agar bisa terjual habis.

Sementara suasana di bazar tersebut sampai dengan jelang siang hari masih sepi dan hanya ada beberapa masyarakat yang berbelanja tidak seperti bazar pada umumnya yang selalu di kejar masyarakat. (Mus)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY