by

Innalillahi, Tokoh Pendidikan Kalbar Dr Aswandi Meninggal Dunia

Innalillahi, Tokoh Pendidikan Kalbar Dr Aswandi Meninggal Dunia

KalbarOnline, Pontianak –Kabar duka menyelimuti masyarakat Kalimantan Barat. Tokoh pendidikan Kalbar, Dr Aswandi dikabarkan meninggal dunia, Sabtu sore, 22 Januari 2022.

Dr Amrazi Zakso, seorang staf pengajar FKIP Untan Pontianak, turut membenarkan kabar meninggalnya Aswandi di usia ke-63 tahun, karena sakit.

Aswandi lahir di Tebas, Kabupaten Sambas pada 13 Mei 1958. Dia pernah menjadi Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Tanjungpura periode 2014-2019. Selain aktif sebagai Dosen, Aswandi juga merupakan seorang penulis aktif yang telah menerbitkan beberapa judul buku dan berbagai tulisan di kolom berbagai surat kabar.

Dikutip dari website pribadinya, Aswandi memulai karier sebagai guru di SD Negeri di Pontianak (1978-1986) juga sebagai guru di Sekolah Menengah Pertama Persatuan Guru Republik Indonesia (SMP-PGRI) di Pontianak (1980-1986).

Kemudian pada 1986 ia diterima di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura sebagai dosen hingga saat ini.

Selain menjadi dosen di Untan, ia juga tercatat pernah mengajar di beberapa perguruan tinggi lain, di antaranya menjadi dosen di Universitas Muhammadiyah Pontianak (2001-2006) dan STKIP PGRI Pontianak (2001-2006).

Aswandi juga tercatat pernah diberikan tugas tambahan baik di dalam maupun di luar lingkungan Untan, jabatan tersebut antara lain sebagai Dekan FAI Universitas Muhammadiyah Pontianak (2002-2004), Pembantu Dekan I FKIP Untan (2002-2006), Dekan FKIP Universitas Tanjungpura pada 2006-2010 (periode ke-1) dan pada 2010-2014 (periode ke-2). Kemudian menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik Untan untuk periode 2015-2019 serta Ketua SP4 Untan (2002-2008).

Selain itu, Aswandi juga tercatat pernah mengemban amanah di beberapa lembaga dan organisasi di antaranya sebagai Ketua Badan Akreditasi Sekolah/Madrasah di Kalimantan Barat (2005-2009) dan (2009-2018), Anggota Konsorsium Sertifikasi Guru Pusat (2010-sekarang), Wakil Rayon 120 Sertifikasi Guru Untan (2006-2014).

BACA JUGA:  Hadiri Reuni Akbar SMA Santo Paolus ke-55, Sutarmidji Akui Masuk di Kelas Paling Nakal

Pembina Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Pusat (2010-sekarang), Ketua Umum Lembaga Amil Zakat (LAZIS) Amanah Kalbar, Pengurus Persatuan Qori dan Qariah Kalimantan Barat, Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Manajemen Pendidikan Indonesia (2003-sekarang).

Direktur Lembaga Swadaya Masyarakat “The Aswandi Foundation”, Pembina PGRI Kota Pontianak, Ketua Dewan Pakar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Kalimantan Barat masa bakti 2014-2019, Ketua Lembaga Pendidikan Yayasan Mujahidin Pontianak Kalimantan Barat (2013-2018), Narasumber pada diklat dan semiloka di Kalbar, dan masih banyak lagi.

Aswandi memulai pendidikannya di Madrasah Ibtidaiyah di Tebas Sungai, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat lulus pada 1971. Kemudian melanjutkan pendidikan di MTs. Gerpemi Kecamatan Tebas, lulus pada 1974. Ia melanjutkan studi dan memulai pendidikan di bidang keguruan dengan bersekolah di SPG Negeri di Singkawang, lulus pada 1977.

Menyelesaikan studi di Sekolah Pendidikan Guru (PGRI), Aswandi melanjutkan pendidikan program Srata-1 Administrasi Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) di Universitas Tanjungpura (Untan) Kota Pontianak, lulus pada 1984.

Selang tujuh tahun, Aswandi berkesempatan melanjutkan studi Pascasarjana Program Studi Manajemen Pendidikan di IKIP Malang (Sekarang Universitas Negeri Malang) di Jawa Timur, lulus pada 1993.

Aswandi kemudian menyelesaikan pendidikan jenjang Doktoral, di program studi dan perguruan tinggi yang sama yakni Program Studi Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Malang, lulus pada 2001.

Masih dikutip dari website pribadinya, Aswandi tercatat menerbitkan sedikitnya 20 judul buku, di antaranya Memikirkan Kembali Pendidikan, Pilar-Pilar Pendidikan, Mencari Makna Pendidikan, dan lainnya.

Comment

Terbaru