by

Sultan Melvin Akhirnya Buka Suara Terkait Insiden di Istana Kesultanan Pontianak

Mengenai peristiwa yang terjadi di Istana Kadriah pada 24 Rabiul Awal 1443 Hijriah atau pada Minggu, 31 Oktober 2021, Sultan bersumpah demi Allah dan Rasul, bahwa tak ada satupun pelanggaran terhadap Syariat Islam baik yang termaktub di dalam Alquran dan hadits yang mereka langgar saat acara digelar hingga selesai.

“Sebab jika dikatakan harus sesuai adat istiadat Kesultanan Pontianak, maka ketahuilah bahwa yang dimaksud induk adat istiadat Kesultanan Pontianak adalah Alquran dan sunnah dan tidak ada ketentuan lain selain itu di dalam adat istiadat Kesultanan Pontianak,” katanya.

Pada acara itu pula, kata Sultan, tak ada kegiatan memakan dan meminum apa yang diharamkan, tidak ada prosesi yang melanggar hukum hukum Allah, tidak ada hal-hal yang mempermalukan leluhur Kesultanan Pontianak Sayyidina Muhammad Rasulullah.

“Dari awal dimulai sampai selesai kecuali adanya insiden beberapa menit yang dilakukan oleh mantan istri yang secara hukum Islam berdasarkan Alquran dan Sunnah sudah bukan lagi istri sah saya berdasarkan ketentuan Syara’ tersebut,” katanya.

“Saya memohon ampun kepada Allah dan Rasul-Nya, sebab perceraian adalah hal yang dibenci oleh Allah, tapi apabila saya diam tak menerangkan ini maka dosa besar Dayus akan mengalungi hidup saya dunia dan akhirat,” katanya.

Sultan pun menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut lantaran peristiwa itu terjadi di hadapan tamu-tamu kehormatan.

BACA JUGA:  Sutarmidji : Keberagaman Jadi Perekat Kebersamaan Antar Etnis di Kalbar

Comment