by

Waspadai Penyakit Musim Pancaroba di Masa Pandemi Covid-19

Saat ini, kita sudah mulai memasuki masa peralihan musim atau pancaroba. Ini menandakan bahwa kita perlu untuk lebih menjaga kesehatan dan kebersihan agar dapat terhindar dari penyakit-penyakit yang sering terjadi pada musim pancaroba. Terlebih lagi, kita juga masih berada di masa pandemi Covid-19.

Ada beberapa penyakit yang lebih rentan menyerang tubuh kita saat musim pancaroba. Setiap orang bisa saja terkena penyakit-penyakit ini, namun risikonya menjadi lebih tinggi pada orang-orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah.

Apa saja penyakit-penyakit musim pancaroba yang harus diwaspadai? Baca penjelasannya di bawah ini, ya!

Baca juga: Kenali Penyebab Batuk dari Suaranya

3 Penyakit Musim Pancaroba

1. Influenza

Berdasarkan penelitian, kasus influenza atau flu seringkali ditemukan pada musim pancaroba. Kasus influenza khususnya cenderung meningkat pada musim hujan.[1] Virus influenza menyerang saluran pernapasan, termasuk hidung, tenggorokan, dan paru-paru dengan beberapa gejala misalnya batuk, pilek, serta sakit tenggorokan.

Meskipun berbeda, infeksi virus SARS-CoV-2 yang menjadi penyebab Covd-19, namun ternyata memiliki gejala serupa dengan virus influenza di mana keduanya menyerang pernapasan dan dapat menular melalui droplet.

Pada umumnya, flu dan batuk dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, menurut Centers for Disease Control and Prevention, pada beberapa kelompok orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah, seperti anak-anak dan lansia, flu dapat menyebabkan komplikasi yang serius.[2]

2. Batuk dan Sakit Tenggorokan

Perubahan cuaca yang terjadi dengan cepat pada masa pancaroba dapat membuat udara menjadi lebih lembab dan kering. Udara yang tidak menentu seperti ini seringkali meningkatkan kadar debu dan jamur di udara sehingga dapat menyebabkan sinus kronik, batuk, dan sakit tenggorokan.[3]

3. Alergi Musiman

Pada musim pancaroba, khususnya pada musim hujan, serbuk sari dan alergen di udara juga cenderung meningkat.[4] Oleh sebab itu, alergi juga termasuk salah satu dari penyakit-penyakit yang sering muncul pada musim pancaroba.

Alergi dapat menyebabkan iritasi pada paru-paru dan saluran pernapasan, sehingga memicu seseorang yang mempunyai riwayat alergi akan lebih rentan terkena batuk dan sakit tenggorokan.⁴ Jadi, kamu perlu mewaspadai penyakit ini juga, ya!

Baca juga: Pernah Batuk Berkepanjangan? Belum Tentu Corona Virus!

Bagaimana Cara Mengatasi Masalah Kesehatan di Musim Pancaroba dan Masa Pandemi Covid-19?

Dari beberapa penjelasan di atas, diketahui bahwa musim pancaroba dapat membuat kita lebih rentan terkena penyakit. Gejala-gejala awal yang biasa muncul pada musim pancaroba antara lain batuk dan sakit tenggorokan. Pasalnya, udara yang tidak menentu dapat menyebabkan tenggorokan terasa gatal dan tidak nyaman.

Untuk mengatasi dan meredakan gejala batuk serta sakit tenggorokan tersebut, kamu bisa mengonsumsi berbagai macam obat, salah satunya adalah obat herbal. BPOM telah meluncurkan Informatorium Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) yang merupakan informasi tentang obat bahan alam yang telah disetujui dan digunakan di Indonesia. OMAI ditujukan untuk meningkatkan pemanfaatan bahan alam Indonesia yang sangat beragam dan tentunya memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.⁵ Pasalnya, obat herbal tidak hanya meredakan gejala batuk dan sakit tenggorokan saja, namun juga bersifat relatif aman jika dikonsumsi sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Herbakof

Sebagai rekomendasi, Kamu bisa mengonsumsi HerbaKOF. Obat batuk herbal modern asli Indonesia ini terbuat dari 4 bahan herbal, di mana dari hasil survey menunjukkan bekerja cepat dalam meredakan batuk dan melegakan tenggorokan dalam waktu 10,09 menit saja.8

Kandungan herbal asli Indonesia dari HerbaKOF yaitu daun legundi, yang mengandung flavonoid untuk menyejukkan saluran pernapasan. Obat ini juga mengandung jahe untuk menghangatkan dan melegakan tenggorokan serta daun saga yang dapat membantu meringankan batuk. Selain itu, HerbaKOF juga mengandung mahkota dewa yang memiliki efek antiinflamasi.7

HerbaKOF juga sangat mudah ditemukan di berbagai apotek. Jadi, kamu bisa membelinya di apotek terdekat. Cara konsumsinya juga sangat mudah dan praktis, dapat dikonsumsi kapan saja sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Selain itu, obat ini juga tidak menimbulkan rasa kantuk yang dapat mengganggu aktivitas kamu.

Jadi, jika kamu mulai merasakan gejala batuk-batuk, sebaiknya atasi dengan mengonsumsi HerbaKOF untuk membantu meredakan batuk yang dialami.

Selain mengonsumsi HerbaKOF, kamu juga dapat mengambil sejumlah langkah pencegahan supaya terhindar dari penyakit-penyakit musim pancaroba tersebut, antara lain:⁴

  • Biasakan selalu mencuci tangan dengan benar.
  • Tidur yang cukup, mengonsumsi nutrisi seimbang, olahraga, dan mengatasi stress.
  • Melakukan vaksinasi influenza.
Baca juga: Cara Gampang Hindari Dampak Buruk Polusi Udara!

Referensi:

  1. National Institutes of Health. NIH study sheds light on role of climate in influenza transmission. 2013. (cited 14th October 2020). Available from: https://www.nih.gov/news-events/news-releases/nih-study-sheds-light-role-climate-influenza-transmission.
  1. Centers for Disease Control and Prevention. Flu symptoms & complications.2020. (cited 14th October 2020). Available from: https://www.cdc.gov/flu/symptoms/symptoms.htm
  1. Piedmont Healthcare. Can a sudden change in the weather affect your health?. 2020. (cited 14th October 2020). Available from: https://www.piedmont.org/living-better/can-a-sudden-change-in-the-weather-affect-your-health.
  1. Heyden JS. Why do I get sick when the seasons change. 2017. (cited 14th October 2020). Available from: https://www.aurorahealthcare.org/patients-visitors/blog/why-do-i-get-sick-when-the-seasons-change.
  1. BPOM RI. Informatoirum obat modern asli Indonesia (OMAI) di masa pandemi Covid-19. 2020.
  1. Home Placement Test: Herbakof. Jakarta. 2016.
  1. ReconylTM. Product summary. Data on file. DLBS. 2017.
  1. Home Placement Test: Herbal Cough Remedies. Jakarta. 2014

Comment

News Feed