Tarif Penyeberangan Ferry di Sungai Asam-Sunyat Belitang Ditinjau

Suasana rapat peninjauan tarif penyeberangan ferry di Sungai Asam-Sunyat, Belitang Hilir
Suasana rapat peninjauan tarif penyeberangan ferry di Sungai Asam-Sunyat, Belitang Hilir (Foto: Mus/HY)

KalbarOnline, Sekadau – Pemerintah Kabupaten Sekadau bersama Komisi II DPRD Sekadau dan PT. ASDP melakukan rapat peninjauan kembali tarif KMP Saluang ferry penyeberangan Sungai Asam-Sunyat Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau yang dilangsungkan di ruang rapat Bupati Sekadau, Selasa (12/2/2019).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Sekadau, Rupinus yang didampingi Wakil Bupati Sekadau, Aloysius, Anggota Komisi II DPRD Sekadau, Sekda Kabupaten Sekadau, Dinas Perhubungan, Camat dan instansi terkait lainnya.

General Manajer PT. ASDP, Zulpido menuturkan jika terjadi penurunan tarif untuk kendaraan golongan IV, pihaknya hanya bisa mematok dari Rp55 ribu sudah termasuk asuransi turun menjadi Rp45 ribu termasuk asuransi.

Selain itu lanjutnya, setiap ada operasi kapal baru maka untuk sementara menggunakan tiket mutasi, namun wajib di stempel. Demikian juga dengan masalah trip.

“Harusnya 20 trip perhari sampai jam 9 malam,” ucapnya.

Lanjutnya lagi, kalau air surut ASDP usahakan akan menggunakan rel menggunakan dermaga lama. Karena, kata dia, dermaga tersebut tidak bisa untuk KMP Saluang bersandar.

Sementara Wakil Bupati Sekadau, Aloysius, dalam sambutannya mengatakan bahwa akses jalan yang rusak sekitar dermaga itu masih tanggung jawab Dinas Perhubungan Provinsi. Karna, sampai saat ini belum diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Sekadau.

Selain itu kata dia, banyak juga yang protes, antara lain penumpang dalam mobil harus bayar. Untuk truk muatan kalau mundur supaya pihak ASDP dipandu.

“Apalagi supir yang tidak pernah masuk mundur dengan dermaga seperti itu,” kata dia.

Sementara itu, Komisi II DPRD Sekadau, Subandrio menyampaikan beberapa hal yakni infrastruktur dan segi keamanan apalagi saat mutar mobil didalam ferry yang malah lebih kecil dari ponton yang pernah digunakan sebelumnya.

“Kita berharap, begitu masuk nantinya bisa langsung keluar tanpa harus memutar mobil lagi,” tukasnya.

Kemudian kata Subandrio, berkaitan masalah tarif. Kalau tarif yang lain mahal itu karena infrastruktur sudah bagus. Kalau bisa, kata dia, tarif kendaraan golongan IV Rp40 ribu sudah termasuk asuransi.

“Karena banyak keluhan dari masyarakat di 3 Belitang soal tarif,” tegas Subandrio yang merupakan politisi NasDem ini.

Selain itu kata dia, berkaitan dengan jam operasional ia meminta agar jangan hanya operasional hingga pukul 21.00 Wib.

Sementara itu, Yodi Setiawan yang juga dari Komisi II DPRD Sekadau menuturkan, berkaitan dengan pembuatan rel oleh pihak PT. ASDP di musim kemarau supaya mulai dari sekarang sudah mulai action.

“Demikian juga dengan akses jalan masuk supaya diperbaiki,” tegas Yodi dari fraksi Gerindra.

Liri muri, dari Komisi II DPRD Sekadau juga menekankan masalah prioritas yang menyeberang. Karena, kata dia, yang menyeberang bukan hanya ambulance saja. Apalagi hanya operasional sampai pukul 21.000 Wib.

“Karena, mobil pribadi juga bisa saja membawa orang sakit,” tegas Liri Muri dari fraksi Hanura.Bupati Sekadau, Rupinus dalam sambutan singkatnya mengatakan, siap tanda tangan SK jika memang harga tarifnya sudah disepakati bersama. (Mus/HY)

Tinggalkan Komentar