Hadiri Natal Oikumene, Wabup Hermanus Ajak Tanamkan Cinta dan Kedamaian

Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus beserta istri saat disambut dengan tari-tarian pada acara Natal Oikumene di Sungai Ambawang
Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus beserta istri saat disambut dengan tari-tarian pada acara Natal Oikumene di Sungai Ambawang (Foto: ian)

KalbarOnline, Kubu Raya – Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus mengajak seluruh elemen di Sungai Ambawang agar menjadi pembawa kasih dan pemersatu di tengah masyrakat. Terutama tenaga pengajar dan guru serta TNI-Polri.

Hal tersebut disampaikan Wabup Hermanus saat menghadiri Natal Oikumene PGRI dan TNI, Polri serta ASN Kecamatan Sungai Ambawang di Aula Kantor Camat Sungai Ambawang, Sabtu (5/1/2019) siang kemarin.

“Mari kita menjadi pembawa kasih, perdamaian dan cinta sesama. Sehingga kita juga harus menjadi pemersatu bagi seluruh masyarakat,” ujar Hermanus.

Kegiatan Natal Oikumene yang diprakarsai oleh PGRI, TNI dan Polri dan ASN Kecamatan Sungai Ambawang tersebut mengusung tema ‘Yesus Hikmat Bagi Kita’ tersebut diharapkan agar kelahiran Yesus ke dunia yang diperingati dalam perayaan Natal, menjadi hikmat bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Dikatakan Hermanus, memaknai Natal sebagai sebuah peristiwa penting dapat perjalanan hidup Kristiani. Yang diwujudkan dalam pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat.

“Harus menjadi pedoman bagi kita dalam menjalankan tugas-tugas pengabdian kita ditengah masyarakat. Terutama kita semua yang hadir disini adalah guru dan tenaga pendidik, TNI dan Polri serta ASN, yang mana kita setiap hari adalah pelayan bagi masyarakat dan pengabdi bagi bangsa,” ungkap Hermanus.

Menurutnya, setiap peristiwa kelahiran Yesus ke dunia yang diperingati dalam perayaan Natal harus mengilhami setiap langlah, tindkan dan perbuatan ditengah masyarakat.

Dengan begitu, bila setiap perkataan, perbuatan dan tindakan didasari oleh cinta dan kasih, maka kehidupan bersama di masyarakat akan senantiasa damai, tentram dan aman. Saling mencintai dan saling menghargai sesama.

“Yang paling utama dan terutama adalah bagaimana agar setiap perbuatan, tindakan, perkataan kita ditengah masyarakat didasari oleh cinta, kasih syang dan damai. Sehingga setiap orang akan merasakan kehadiran kita sebagai sebuah kehadiran yang mempersatukan dan mendamaikan,” tutup Hermanus. (ian)

Tinggalkan Komentar