Ria Norsan Sebut Keragaman Seni Budaya dan Adat Istiadat Modal Dasar Pengembangan Pariwisata di Kalbar

Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan bersama istri foto bersama saat menghadiri Robo-robo di Mempawah
Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan bersama istri foto bersama saat menghadiri Robo-robo di Mempawah (Foto: */Fai)

KalbarOnline, Mempawah – Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan menjelaskan perkembangan pariwisata di Indonesia saat ini menunjukkan perkembangan yang sangat positif yang ditandai dengan tingginya pertumbuhan jumlah wisatawan internasional ke dalam negeri.

Hal ini diungkapkannya Norsan saat saat membuka acara Robo-robo di Mempawah, Rabu (7/11/2018).

Dari data yang ada diketahui untuk tahun 2017 jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke tanah air sebanyak 14 juta orang dan di tahun 2018 ini ditargetkan mencapai sebanyak 17 juta orang wisatawan mancanegara.

Sektor pariwisata ini masuk dalam sektor unggulan dalam pembangunan nasional, dimana pada tahun lalu telah memberikan konstribusi sebesar 5 persen dalam PDB Nasional dan telah memberikan sumbangan devisa sebesar Rp200 trilyun.

Sementara itu, untuk Kalbar sendiri, lanjut dia, perkembangan pariwisatanya juga cukup baik dan menunjukkan pertumbuhan dari tahun ke tahun. Hal ini dapat dilihat dari jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kalbar yang terus meningkat, dimana pada tahun 2017 tercatat sebanyak 44.497 orang wisatawan mancanegara dan sebanyak 2.979.621 orang wisatawan nusantara yang berwisata di Kalbar.

“Tahun 2018 ini kita menargetkan sebanyak 45.000 wisatawan mancanegara, serta sebanyak 3.100.000 wisatawan nusantara dapat berkunjung ke Kalbar,” ingatnya.

Dengan berkembangnya pariwisata di Kalbar, Wagub Kalbar berharap nantinya dapat berdampak positif terhadap perkembangan ekonomi masyarakat, yang antara lain dapat membuka lapangan kerja dan berkembangnya usaha masyarakat, seperti usaha kuliner, dan ekonomi kreatif lainnya.

Selain itu, perkembangan pariwisata juga akan memacu investasi dan pembangunan fasilitas dan infrastuktur yang lebih baik untuk menunjang kenyamanan para wisatawan, yang juga secara langsung dan tidak langsung nantinya dapat dipergunakan oleh penduduk lokal.

“Provinsi Kalbar sebagai salah satu daerah tujuan wisata di Indonesia perlu mempersiapkan diri untuk dikunjungi wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Obyek wisata alam Kalbar yang sangat indah adalah ciptaan Tuhan yang wajib kita syukuri dan harus dijaga, dipelihara dan dikembangkan dengan sebaik- baiknya. Begitu juga obyek wisata budaya hasil ciptaan manusia, serta atraksi-atraksi kesenian yang menjadi daya tarik wisata, adalah merupakan khasanah budaya yang perlu kita lestarikan dan kita kembangkan,” ajaknya.

Disisi lain, penduduk Kalbar yang multi etnis memiliki keragaman seni budaya dan adat istiadat yang mempunyai keunikan tersendiri, merupakan modal dasar untuk pengembangan kepariwisataan Kalbar. Pengembangan kepariwisataan di Kalbar kedepannya harus dilakukan dengan tata kelola yang baik dengan menciptakan singkronisasi, koordinasi serta dan sinergi dari seluruh sektor pembangunan, dan juga dengan dunia usaha, akademisi serta masyarakat, sehingga diharapkan akan dapat berdampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalbar.“Pembangunan pariwisata Kalbar yang berkelanjutan akan terus kita dorong sehingga potensi pariwisata Kalbar semakin dikenal ditingkat nasional dan internasional,” pesannya. (*/Fai)

Tinggalkan Komentar