Membanggakan, Remaja Asal Kubu Raya Juara Dunia World Hapkido Championship 2018 di Korsel

Devi Safitri, Remaja Putri Asal Kubu Raya Jadi Juara Dunia World Hapkido Championship 2018 Korea Selatan (Foto: ian)
Devi Safitri, Remaja Putri Asal Kubu Raya Jadi Juara Dunia World Hapkido Championship 2018 Korea Selatan (Foto: ian)

KalbarOnline, Kubu Raya – Devi Safitri (21) remaja asal Sungai Ambangah, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya yang berhasil menorehkan prestasi di kancah internasional. Tak tanggung-tanggung, Devi berhasil menjadi juara dunia World Hapkido Championship 2018 (Hapkido) yang dilaksanakan di Korea Selatan dengan meraih medali emas di kelas under 57 kg putri, pada pekan yang lalu.

Tiba di daerah asalnya Kubu Raya, Devi disambut sejumlah masyarakat dan para pelajar SMA serta pegawai di lingkungan Pemkab Kubu Raya, Selasa (31/7/2018).

Baca: Bupati Rusman Ali Lepas 135 Atlet Popda Kubu Raya

Isak tangis haru mewarnai pembukaan kedatangannya di ruang rapat kantor Bupati Kubu Raya.

Devi Safitri adalah anak seorang anak yatim piatu yang selama ini tinggal bersama sang nenek di Sungai Ambangah, dengan tiga saudara yang masih sekolah.

“Saya mempunyai nenek serta keluarga, termasuk pelatih saya yang telah saya anggap sebagai orang tua sendiri. Selama ini, beliaulah yang telah membimbing saya, karena saya telah mengganggap sebagai seorang bapak kepada anaknya,” ucap Devi, sang juara dunia World Hapkido Championship 2018 ini.

Remaja yang bercita-cita menjadi seorang prajurit TNI AD ini menuturkan bahwa dengan kondisi ekonomi yang masih terbebani oleh saudara-saudara kandungnya yang memerlukan pendidikan, dirinya mengurungkan niat untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang perkuliahan.

Devi Safitri, Remaja Putri Asal Kubu Raya, Juara Dunia World Hapkido Championship 2018 di Korea Selatan, Disambut Pemkab Kubu Raya (Foto: ian)
Devi Safitri, Remaja Putri Asal Kubu Raya, Juara Dunia World Hapkido Championship 2018 di Korea Selatan, Disambut Pemkab Kubu Raya (Foto: ian)

“Sekarang adik saya masih sekolah, kalau saya melanjutkan pendidikan, adik-adik saya siapa lagi yang mau membiayai pendidikannya. Sebab masih ada tiga, yakni yang masih duduk di SMA kelas satu, dua dan tiga. Apabila saya kuliah belum tentu mereka bisa menyelesaikan pendidikannya,” tutur juara dunia World Hapkido Championship 2018 ini.

Dirinya juga berpesan kepada para remaja Kalimantan Barat untuk tidak rendah diri karena kesempatan untuk go internasional akan datang apabila tekun dan selalu ada mental juara dalam meraih prestasi.

Sementara itu pelatih hapkido Kalimantan Barat, Rusli menuturkan cabang olahraga Hapkido khususnya di Kalimantan Barat telah didukung oleh KONI, dirinya juga bersyukur bahwa di Kalbar begitu cepat merespon dalam pembentukan cabang olahraga tersebut.

“Saya mohon doanya semua, mudah-mudahan Hapkido semakin dikenal serta dicintai oleh masyarakat. Kedepannya mudah-mudahan Hapkido juga diagendakan di Pekan Olahraga Nasional, mudah-mudahan Kubu Raya ini bisa mensupport serta dapat menciptakan atlet-atlet yang berprestasi untuk Kubu Raya khususnya Kalbar pada umumnya serta membanggakan Indonesia,” jelas Rusli. (ian)

A post shared by Kalbar Online (@kalbaronline) on

Tinggalkan Komentar