Buka Bursa Inovasi Desa, Bupati Minta Dana Desa Digunakan Secara Swakelola

Bupati Kubu Raya, Rusman Ali, Saat Membuka Kegiatan Bursa Inovasi Desa (Foto: Ian)
Bupati Kubu Raya, Rusman Ali, Saat Membuka Kegiatan Bursa Inovasi Desa (Foto: Ian)

KalbarOnline, Kubu Raya – Bupati Kubu Raya, Rusman Ali mengatakan jangan ragu untuk berinovasi untuk melakukan perubahan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Bagi para Kepala Desa agar dapat menyerap inspirasi bawahannya, dalam melakukan inovasi-inovasi.

Hal tersebut, ia sampaikan saat membuka secara resmi kegiatan Bursa Inovasi Desa di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis (28/12)

“Dan saya mengharapkan kepada seluruh Kepala Desa yang ada di Kubu Raya ini, untuk bisa mengakomodir Dana Desa yang berjumlah Rp1.6 miliar tersebut agar sebagian dilakukan secara swakelola. Minimal Rp600 juta itu dapat digunakan secara swakelola,” pintanya.

Menurut Rusman Ali mengingat masyarakat ikut berperan dapat pembangunan desanya maka dengan cara swakelola akan mendapatkan hasil yang maksimal. Selain itu, dengan berperannya masyarakat untuk kepentingan desanya sendiri juga mengurangi beban biaya pembangunan yang terlalu besar.

“Contohnya program imbal swadaya tidak memakan biaya banyak karena dikerjakan dengan masyarakat itu sendiri. Apabila mengerjakan proyek Dana Desa itu memakai jasa kontraktor maka ada itungan-itungan keuntungan kontraktor itu sendiri, belum lagi dengan hal-hal lainnya,” ungkapnya.

Maka dari itu, lanjut dia, untuk para kepala desa agar dapat membuat aturan desa agar pembangunan desa melalui dana desa dapat benar-benar bermanfaat untuk masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kubu Raya, Nursyam Ibrahim menambahkan Bursa Inovasi Desa merupakan sebuah iven mengingat seberapa banyak produk-produk unggulan yang telah dikembangkan di desa-desa.

“Akan mendorong percepatan ekonomi. Kemudian memperbaiki pelayanan publik, karena di Bursa Inovasi Desa ada produk inovasi berupa administrasi misalnya memberikan kemudahan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan publik. Maupun produk-produk yang bersifat teknologi tepat guna,” terangnya.

Dirinya menerangkan bagi desa-desa yang mengembangkan prototipe dalam skala besar akan dibawah naungan BUMDesa. Selain itu pihaknya juga akan mendorong BUMDes tersebut dalam rangka mengelola produk-produk desa hingga mendapat nilai ekonomi tinggi. (Ian)

Tinggalkan Komentar