PKK KB-Kes Upaya Kendalikan Perkawinan Usia Dini

Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus, Saat Membuka Kegiatan Pencanangan Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan Tingkat Kabupaten Kubu Raya (Foto: Ian/Hms)
Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus, Saat Membuka Kegiatan Pencanangan Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan Tingkat Kabupaten Kubu Raya (Foto: Ian/Hms)

KalbarOnline, Kubu Raya – Wakil Ketua PKK Kubu Raya, Alberta Zeniard Mana’o mengungkapkan bahwa Pencanangan Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan Tingkat Kabupaten Kubu Raya digelar di Desa Pasak Kecamatan Sungai Ambawang.

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatnya pencapaian 10 program pokok PKK, Keluarga Berencana, pembangunan keluarga dan kesehatan,” ujar Alberta, pada saat acara pencanangan kesatuan PKK KB Kesehatan, Selasa (26/9) lalu.

Dirinya menyebutkan kegiatan yang akan dilaksanakan tahun ini yaitu meliputi pembinaan 10 program pokok PKK, penyuluhan, pelayanan KB dan kesehatan, pembentukan dan pembinaan kelompok-kelompok kegiatan yang terintegrasi dengan 10 program pokok PKK.

“Program ini akan dilaksanakan di semua desa, termasuk di Kampung KB oleh Tim Penggerak PKK bersama PLKB, Bidan Desa, kader-kader kelompok kegiatan, kelompok dasa wisma dan mitra kerja lainnya,” ucapnya.

Dirinya menambahkan, pelaksaan kesatuan gerak PKK KB tahun ini dan seterusnya bukan seremonial yang utama, melainkan kegiatan yang dapat menyentuh secara langsung pada masyarakat.

Sementara Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus memberikan apresiasi yang tinggi kepada kesatuan gerak PKK atas partisipasi yang dilakukan demi mewujudkan kualitas hidup manusia lebih baik di Bangka Belitung.

“Untuk meningkatkan kualitas hidup manusia harus dilakukan melalui pendekatan keluarga, sehingga diharapkan dapat mewujudkan manusia yang berkualitas,” ujarnya saat membuka kegiatan tersebut.

Hermanus menjelaskan, program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga diharapkan berkontribusi dalam pengendalian penduduk melalui upaya pendewasaan usia perkawinan dan pengaturan kelahiran.

Sedangkan pendewasaan usia perkawinan dilakukan melalui program generasi berencana yaitu mengajak para remaja untuk merencanakan pendidikan setinggi-tingginya sebagai bekal untuk mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang layak, dan merencanakan perkawinan pada usia yang ideal yakni laki-laki 25 tahun dan perempuan 20 tahun.

“Kita harapkan agar semua desa yang ada membentuk tim dan menjadwalkan pelaksanaan kegiatan pelayanan KB Kesehatan. Kemudian setiap bulan dilaporkan ke TP PKK dengan tembusan BP3AKB, saya berharap seluruh instansi berpartisipasi aktif dalam kesatuan gerak PKK KB Kesehatan. Jadi tidak ada yang tidak bergerak, karena yang utama bukannya seremonial melainkan hasilnya,” pungkasnya. (Ian)

Tinggalkan Komentar