Ketua Bapperda DPRD Kota Pontianak, Bebby Nailufa Menyerahkan Draf Raperda Usul Prakarsa DPRD Pontianak Kepada Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono (Foto: Ist)
Ketua Bapperda DPRD Kota Pontianak, Bebby Nailufa Menyerahkan Draf Raperda Usul Prakarsa DPRD Pontianak Kepada Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono (Foto: Ist)

KalbarOnline, Pontianak – Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Pontianak, Sy Saleh mengatakan Kota Pontianak semakin menjadi perhatian wisatawan seiring pertumbuhan dan perkembangan ekonomi kreatif di Kota Khatulistiwa ini.

Terlebih lagi, saat ini, menurutnya, ekonomi kreatif yang berkembang pesat di Kota Pontianak adalah kuliner.

Ditambah lagi, lanjutnya, belum lama ini, DPRD Kota Pontianak menggodok Perda penyelenggaraan dan pengawasan sertifikasi produk halal dan higienis.

Menurutnya, hal itu, memperjelas halal dan higienis dari sebuah produk.

“Jadi kita tidak ragu, itu hanya mempertegas dan masyarakat yakin kalau itu adalah halal, kita dukung itu, Pontianak komunitas anak muda sudah mulai giat menciptakan inovasi baru di bidang kuliner, orang datang ke sini sudah banyak produk yang berlabel halal. Itu bagus, kami mendukung,” ujarnya seperti dilansir dari Tribun Pontianak.

Mengenai kuliner di Pontianak saat ini, menurutnya merupakan sektor paling berkembang dibidang ekonomi kreatif.

Tidak hanya di tingkat Kota Pontianak, kuliner juga menjadi pemegang tertinggi persentasi ekonomi kreatif Nasional.

“Memang ekonomi kreatif ini yang berkembang pesat adalah kuliner. Setelah kriya dan fashion. Itu menandakan orang kita suka makan. Apalagi dengan jumlah penduduk yang begitu besar, orang mempunyai kesibukan dan membuat peluang ekonomi kreatif ini tumbuh pesat,” paparnya.

Dengan adanya aturan terkait sertifikasi halal dan higienis ini menurutnya bisa melindungi konsumen dan menumbuhkan kepercayaan dari pada usaha tersebut.

“Kita belum ada data konkretnya, tapi kuliner sangat mendominasi ekonomi kreatif kita. Coba lihat kalau ada kegiatan pameran pasti ada kuliner. Suatu kegiatan rasanya hambar kalau tidak ada kuliner, kalau ada itu rasanya megah. Kita memang harus memberikan peluang. Juga tempat untuk melaksanakan event ada kuliner, itu pelengkap, pendorong untuk masyarakat untuk datang,” tandasnya. (Fai)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY