Bupati Sintang, Jarot Winarno, Saat Memimpin Rapat Koordinasi Festival Investasi Kelam (Foto: Sg/Hms)
Bupati Sintang, Jarot Winarno, Saat Memimpin Rapat Koordinasi Festival Investasi Kelam (Foto: Sg/Hms)

KalbarOnline, Sintang – Bupati Sintang, Jarot Winarno, memimpin langsung Rapat Koordinasi Festival Investasi (Festinvest) Kelam di Balai Gaok, Komplek Kantor Camat Kelam Permai, Kabupaten Sintang, Kamis pagi (5/4).

Rapat tersebut turut dihadiri Staff Ahli Bupati Sintang, Kepala Bappeda Kabupaten Sintang, Camat Kelam Permai, sejumlah unsur organisasi perangkat daerah, Unsur Forkopimcam Kelam Permai, Kepala BKSDA Sintang, tokoh masyarakat desa di kawasan Kecamatan Kelam Permai dan unsur-unsur terkait lainnya.

Bupati Jarot mengatakan Festinvest Kelam yang akan di helat 14-19 Juli 2018 mendatang sebagai upaya untuk mengeksploitasi berbagai keistimewaan Kabupaten Sintang seperti adat istiadat, budaya, sumber daya alam, musik, olahraga agar mampu mendatangkan investor baik international maupun domestik, meningkatkan kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara ke Kalbar pada umunya dan ke Kabupaten Sintang khusunya.

“Ada dua yang ingin kita capai yang pertama adalah kita memang menunjukan bahwa inilah Bukit Kelam kepada investor dan yang kedua, kita berharap sesudah acara ini selesai mereka mau berinvestasi di Kelam ini supaya Kelam lebih indah lebih bagus,” kata Bupati.

Kemudian, jelas jarot, kegiatan ini pada akhirnya merupakan brandingnya Kabupaten Sintang sehingga apabila orang mendengar Sintang taunya di Sintang ada sebuah bukit monolit terbesar di dunia yakni Bukit Kelam.

“Kalau taunya Bukit Kelam, jadi orang taunya Bukit Kelam itu di Sintang kira-kira seperti itu,” jelasnya.

Kegiatan ini juga, dikatakan Bupati, nantinya harus mampu mensejahterakan masyarakat sekitar Bukit Kelam, karena di sekitar area tersebut ada 4 desa yakni Kebung, Kelam Sejahtera, Merpak dan Ensaid Panjang.

“Ini ada 4 desa seluruh tokoh masyarakatnya kumpul dari Kebung, Kelam Sejahtera, Merpak dan Ensaid Panjang, nah mereka harus sejahtera, buat apa kita datangkan investasi gede-gede juga kalau masyarakatnya tidak semakin sejahtera, kira-kira seperti itu, kesejahteraan masyarakat yang kita inginkan,” ungkap Bupati.

Bupati Jarot berharap kegiatan ini didukung semua elemen masyarakat di Kabupaten Sintang terutama masyarakat di kawasan Bukit Kelam tersebut.

“Jadi memang we cannot stand alone atau kita tidak bisa sendirian, kalau mau sukses, panitia harus kita dukung terutama oleh masyarakat 4 desa tadi, dan seluruh masyarakat dari berbagai elemen di Kabupaten Sintang juga harus dukung,” harapnya.

Karena dalam kegiatan tersebut nantinya, tambah Bupati, ada berbagai perlombaan, akan digelar sebagai contoh seperti lomba kicau mania, lomba layang-layang, lomba sepeda bike to kelam, Rainforest music.

“Nanti kita datangkan Ian Antono dan Achmad Albar sebagai bintang tamu dan masih banyak kegiatan yang lainnya,” ucap Bupati.

Selain itu, Bupati juga menjelaskan bahwa kewenangan di kawasan Kelam ini dibagi ada kawasan taman wisata alam Bukit Kelam ini menjadi kewenangannya teman-teman di BKSDA Sintang, sehingga kawasan tersebut tidak boleh diganggu karena tugas mereka adalah tugas konservasi menjaga alamnya supaya tetap utuh.

“Ada zona pemanfaatan yang kita manfaatkan untuk kegiatan tadi seperti jalan lingkarnya ya, kegiatan wisata ekoturism dan sebagainya, wisata rohani dan sebagainya, kira-kira demikian, jadi yang kita kerjakan adalah di sekitar zona pemanfaatan kita bisa mampu tunjukan kelam ini begitu indah Kelam,” jelasnya.

Dari BKSDA, terang Bupati, sudah menyampaikan rencana akan membuat jalur pendakian yang extreme tapi safe/aman serta akan dibuat homestay di atas Bukit Kelam tersebut dan rencana lain sebagainya.

Sementara, Camat Kelam Permai, Maryadi mengatakan secara keseluruhan Kelam Permai sudah siap menjadi tuan rumah pelaksanaan Fesinvest Kelam 2018 ini, untuk itu pihaknya sedang giat-giatnya memberikan himbauan kepada masyarakat menjaga kebersihan terutama kebersihan sampah di kawasan wisata bukit kelam baik secara tertulis, secara berjenjang ke pemerintah desa, dan melalui pemerintah desa pihaknya juga meminta supaya mengadakan tempat-tempat sampah di sekitar lingkar Kelam.

“Ini yang menjadi pekerjaan rumah berat bagi kami, karena memang sebagaimana yang kita ketahui sampah ini merupakan sebuah momok yang cukup membuat kita khawatir, apalagi kegiatan ini nanti kita menyambut para wisatawan,” kata Maryadi.

Untuk itu tambah Maryadi, pihaknya terus mempersiapkan diri sehingga pelaksanaan Fesinvest Kelam 2018 ini sukses sehingga kedepan memberikan dampak bagi kehidupan masyarakat di kawasan Bukit Kelam tersebut secara khusus dan umumnya untuk Kabupaten Sintang serta Kalbar. (Sg/Hms)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY