Foto Bersama Usai Kegiatan Diskusi Santai Netizen Bersama KPU Kalbar (Foto: Dw)
Foto Bersama Usai Kegiatan Diskusi Santai Netizen Bersama KPU Kalbar (Foto: Dw)

Diskusi Santai Netizen Bersama KPU Kalbar

KalbarOnline, Pontianak – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Barat, menggelar kegiatan Diskusi Santai bersama Netizen, Sabtu (18/11) kemarin.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Komisioner KPU Kalbar, Misrawi, sejumlah wartawan Media Online dan Media Cetak lokal Kalbar, Blogger dan para pegiat media sosial serta para tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Komisioner KPU Kalbar, Misrawi mengatakan bahwa tujuan digelarnnya kegiatan tersebut dalam rangka memperluas mitra sosialisasi Pilkada Serentak melalui media sosial.

“Dengan menggandeng para Blogger, pegiat media sosial, kita berharap sosialisasi kepada masyarakat khususnya pemilih pemula, dapat optimal. Sebab media sosial sangat erat kaitannya dengan para remaja. Sosialisasi melalui medsos merupakan cara yang sangat tepat. Salah satu yang berperan aktif untuk menyebarkan informasi di media sosial ialah para blogger,” tuturnya.

Dalam pelaksanaan nantinya, informasi atau berita yang akan dipublikasikan oleh blogger adalah informasi resmi dari KPU Kalbar.

“Untuk itu, kami akan sediakan informasi KPU secara up to date. Dengan informasi yang seragam dan dipublikasikan secara serentak, diyakini informasi tersebut dapat sampai kepada masyarakat sesuai target,” terangnya.

Ia juga menuturkan, target kerjasama ini adalah meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap Pilkada mendatang. Terlebih khusus kepada pemilih pemula, pengenalan tentang Pilkada harus dilakukan dengan sosialisasi yang lebih masif.

Sementara, salah seorang Blogger ternama asal Pontianak, Dwi Wahyudi menyatakan kesepakatannya atas apa yang disampaikan pihak KPU Kalbar. Bahwa rata-rata generasi pemilih adalah generasi muda atau dengan bahasa kekinian generasi milenial yang mengikuti perkembangan teknologi, bahkan sangat akrab dengan smartphone (ponsel cerdas).

“Jadi pendekatannya kepada pemilih pemula, para generasi milenial melalui media sosial,” jelasnya.

Menurut Dwi, para blogger memiliki peran untuk menyaring isu negatif yang kerap bermunculan di media sosial jelang Pilkada.

“Kita melawan provokasi negatif di media sosial melalui provokasi positif. Biasanya info yang mereka sebarkan tanpa dasar dan data yang akurat. Nah, para Blogger dalam hal ini sangat membutuhkan kedekatan bersama KPU, dalam rangka menyaring informasi yang beredar,” tandasnya. (Fai)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY