Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus, Meresmikan Kampung KB di Desa Kuala Mandor A (Foto: Ian/Hms)
Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus, Meresmikan Kampung KB di Desa Kuala Mandor A (Foto: Ian/Hms)

KalbarOnline, Kubu Raya – Pencanangan kampung Keluarga Berencana (KB) di desa-desa Wilayah Kabupaten Kubu Raya terus berlanjut. Kali ini pencanangan kampung KB Tingkat Kabupaten Kubu Raya dilaksanakan di Desa Kuala Mandor A Kecamatan Kuala Mandor B. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kubu Raya, Hj Endang Indrawati.

Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus mengatakan kampung KB menjadi salah satu inovasi strategis untuk dapat mengimplementasikan kegiatan-kegiatan prioritas program kependudukan, baik itu program KB maupun Pembangunan Keluarga secara utuh di lapangan.

“Kampung KB merupakan salah satu bentuk atau model miniature pelaksanaan total program Kependudkan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) secara utuh yang melibatkan seluruh bidang dan mitra kerja instansi terkait sesuai kebutuhan dan kondisi wilayah, serta dilaksanakan di lingkungan terendah,” terangnya, Senin (9/10).

Hermanus menjelaskan kampung KB, dikelola dan diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat. Dalam hal ini dilaksanakan guna memberdayakan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat, untuk memperoleh pelayanan total program KB.

“Itu dilakukan sebagai upaya mewujudkan keluarga yang berkualitas, agar mampu mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dan kehidupan keluarga yang berkualitas, tentram dan sejahtera. Sehingga Program ini menjadi urgen dilakukan, mengingat jumlah penduduk semakin bertambah dari waktu ke waktu,” jelas Wabup.

Sementara itu ditempat yang sama Kepala Desa Kuala Mandor A, Kecamatan Kuala Mandor B, Norsalam mengatakan dalam mewujudkan kampung KB, harus dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu.

Menurutnya untuk mensukseskan program tersebut harus dimulai dari diri pribadi masyarakat sendiri. Dimulai dari kesadaran diri sendiri untuk membangun keluarga yang harmonis, sejahtera dan keluarga yang tangguh.

“Program ini bisa sukses jika kita mulai dari diri sendiri dan keluarga kita masing-masing. Membangun kesadaran dan tanggung jawab untuk menata rumah tangga dan keluarga yang harmonis dan sejahtera. Baru kemudian orang-orang yang ada sekitar kita akan mencontoh apa yang kita sudah lakukan,” ujar Norsalam.

Norsalam menerangkan pada prinsipnya anjuran dua anak cukup dalam program KB adalah agar masyarakat dapat menata dan mensejahterakan keluarganya. Menurutnya banyak anak tetapi tidak bisa dinafkahi dan di didik serta disejahterakan akan menimbulkan dosa. Sebab anak-anak adalah anugerah dari Allah yang harus dijaga dan disejahterakan.

“Masyarakat saya banyak bilang bahwa KB tidak ada dalilnya. Menurut saya yang paling penting adalah bahwa mampu tidaknya kita menafkahi rumah tangga kita. Menyekolahkan anak-anak kita dan menjamin masa depan dan kebahagiaan anak-anak kita. Kita miliki banyak anak tetapi terlantar akan menjadi dosa bagi kita,” terang Norsalam.

Norsalam mengatakan bahwa pada prinsipnya Pemerintah mengajak masyarakat untuk membangun rumah tangga yang harmonis dan sejahtera. Dengan cara program Kampung KB dengan KB dua anak cukup. Sehingga masyarakat dapat menjaga kesejahteraan dalam rumah tangga. (Ian)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY