by

Kisah Sedih Pengusaha Cuci Motor Rumahan yang Bertahan di Tengah Pandemi: Bayar Listrik Susah Payah

Kisah Sedih Pengusaha Cuci Motor Rumahan yang Bertahan di Tengah Pandemi: Bayar Listrik Susah Payah

KalbarOnline, Sekadau – Tak hanya menciptakan krisis kesehatan, pandemi Covid-19 juga mengganggu aktivitas perekonomian nasional, tak terkecuali di Kabupaten Sekadau. Terlebih lagi di masa PPKM ini. Tak sedikit pengusaha yang mengalami kesulitan mulai dari skala besar, menengah, hingga ke skala paling kecil.

Seperti yang dialami Adi Rahman, seorang pengusaha cuci motor dan mobil di Sekadau. Hampir dua tahun pandemi Covid-19 melanda, pendapatannya dari usaha yang dirintisnya sejak lama itu merosot tajam.

Dari pantauan KalbarOnline, tempat pencucian kendaraan milik Adi yang terletak di Jalan Merdeka Timur, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau itu tampak lengang. Tak seperti hari biasanya. Kendaraan silih berganti datang.

Terlebih lagi, kata dia, di awal-awal pandemi ada seruan untuk #dirumahaja juga jadi faktor menurunnya jumlah pelanggan cuci kendaraan. Adi mengaku, pelanggannya kini tak sampai seperempat dari hari biasanya.

“Turun 50 persen lebih. Setiap hari sepi sejak pemerintah tetapkan darurat corona,” kata Adi saat dijumpai wartawan, Jumat siang, 30 Juli 2021.

Adi mengaku, sebelum masa pandemi, paling tidak ada 15 sampai 20 pelanggan yang mencuci kendaraan di tempatnya. Terlebih lagi di saat akhir pekan.

“Selama ini usaha kita bertahan hanya untuk kebutuhan sehari-hari saja. Untuk bayar listrik, air, kredit motor susah payah,” katanya.

Meski dihadapkan dengan situasi sulit, tak membuat jiwa sosial dan kemanusiaannya hilang. Adi justru mempekerjakan warga setempat yang kehilangan pekerjaan karena pandemi. Kata Adi, awalnya ia hanya memiliki empat pekerja alias buruh cuci, namun kini bertambah menjadi 12 orang.

“Sekarang 12 orang. Kita kasihan juga kan, karena pandemi ini kan berdampak pada ekonomi, mungkin dengan adanya cucian ini sedikit banyak bisa membantu ekonomi keluarga mereka. Berbagilah kita,” tutup Adi.

Sejatinya, di tengah kondisi pandemi ini membuat semua orang harus kreatif. Seperti misalnya yang dilakukan oleh salah seorang pemuda di Kabupaten Jombang bernama Gary Yosia Hamonangan. Dia memutar otak supaya jasa layanan cuci motor yang ditekuninya tetap melayani konsumen, meski tidak stay di lapak jasa tempat cuci motor miliknya.

Beberapa bulan terakhir, Gary menyediakan jasa cuci motor panggilan “Go Wash”. Dengan jasa yang ditawarkan pemuda beralamatkan di Desa Tunggorono Kecamatan Jombang itu, bisa melayani dari rumah ke rumah. Tanpa perlu repot ke tempat cucian motor.

Mungkin hal kreatif yang dilakukan Gary, bisa ditiru oleh Adi Rahman dengan melayani jasa cuci motor atau mobil panggilan dari rumah ke rumah.

Comment

Terbaru