by

Menteri Investasi Sebut Sedang Cari Investor untuk Pembangunan Smelter Bauksit di Kalbar

Menteri Investasi Sebut Sedang Cari Investor untuk Pembangunan Smelter Bauksit di Kalbar

Dorong percepatan kawasan pertumbuhan ekonomi baru

KalbarOnline, Pontianak – Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang mencarikan investor untuk pembangunan smelter bauksit di Provinsi Kalimantan Barat. Menurut dia, hal itu sesuai dengan perintah Presiden untuk membuat percepatan kawasan pertumbuhan ekonomi baru dan membuat hilirisasi dengan memanfaatkan sumber daya alam.

“Salah satu arah kebijakan Bapak Presiden yang harus kami tindaklanjuti apa yang diperintahkan Presiden untuk pembangunan smelter bauksit,” kata Bahlil.

Ditegaskan Bahlil, kedatangannya di Kalbar beberapa waktu lalu selain menghadiri talkshow yang digelar Kadin Kalbar, juga dalam rangka melakukan identifikasi mengenai kendala apa saja yang terjadi dan dihadapi Kalbar.

“Sebelum berangkat, saya sempat bertemu dengan Bapak Presiden. Di mana, Presiden memerintahkan saya untuk di Kalbar salah satu yang harus kita pikirkan yakni mencari investor dalam rangka membangun smelter bauksit. Jadi setelah ini saya akan berbicara dengan Antam dan investor lain untuk segera mereka masuk ke Kalbar agar jangan semuanya di Kepulauan Riau. Di Kalbar akan kita buat kawasan khusus kita akan berikan insentif khusus, izinnya nanti negara yang urus, investor cukup bawa teknologi, duit dan pasar. Urusan lain biar saya dan Gubernur yang urus. Untuk permalasahan kratom akan segera diselesaikan dalam waktu dua minggu,” bebernya.

“Sekarang kita sedang cari investornya. Invetasi ini dari berbagai macam sektor, tapi untuk hilirisasi industri di satu tahun terakhir mulai berkembang. Selama ini kan di Indonesia terjadi deindustrialisasi. Karena itu kita dorong investasi-investasi yang bisa menciptakan nilai tambah. Jalannya adalah lewat industri,” timpalnya.

Mantan Ketum HIPMI ini pun menegaskan, di masa pandemi Covid-19 saat ini, investasi sangat penting. Hal ini lantaran, dipaparkan Bahlil, ada sekitar tujuh juta penduduk Indonesia yang eksisting sedang mencari pekerjaan, 2,9 juta angkatan kerja setiap tahun, bahkan ada tambahan sekitar 6 juta pengangguran akibat pandemi, sehingga kurang lebih ada sekitar 16 juta orang yang siap mencari kerja.

“Untuk menciptakan lapangan kerja, pintu masuknya adalah investasi. Sebab tidak mungkin 16 juta orang yang siap mencari kerja ini direkrut semuanya sebagai PNS, pegawai BUMN atau TNI Polri. Pintu masuknya adalah lewat investasi,” kata Bahlil.

Bahlil juga memuji kinerja Gubernur Sutarmidji yang menurutnya sangat luar biasa. Di mana, pertumbuhan investasi Kalbar setiap tahunnya terus meningkat.

“Kalbar harus jujur saya katakan, sejak 2018 pertumbuhan invetasinya hanya Rp13 triliun. 2019 naiknya 15 hampir 16 triliun, di 2020 ini di era pandemi Covid-19 justru angkanya mencapai Rp20 triliun. Artinya grafiknya semakin hari semakin naik. Ini juga tidak terlepas dari respon dan pro aktif dari pemerintah khususnya Gubernur dalam mengkaji dan menyesuaikan persoalan yang ada pada domestik. Jadi investasi itu tidak akan mungkin datang kalau pemerintah pusat sama pemerintah daerah tidak bersinergi. Atau pemerintah daerah tidak mampu melakukan pemetaan masalah secara detail. Saya lihat di Kalbar sudah mulai mengarah ke sana. Sudah bagus ini tinggal kita tingkatkan bagaimana investasinya bisa masuk,” pungkasnya.

Gubernur Kalbar Sampaikan Tiga Poin Penting Kepada Menteri Investasi

Sementara Gubernur Kalbar, Sutarmidji mengatakan sedikitnya ada tiga poin penting yang disampaikannya kepada Menteri Investasi.

“Karena beliau juga Kasatgas percepatan Investasi. Ada tiga hal yang saya mohonkan ke beliau, di mana beliau janji untuk mengkaji dan secepatnya diselesaikan,” ujarnya.

Tiga hal itu di antaranya mengenai kratom, persoalan Wilayah Pertambangan Rakyat dan izin galian C.

“Pertama, saya meminta agar komoditi kratom ditunda pelarangannya sampai ada alih usaha masyarakat yang hidupnya dari budidaya daun kratom. Kedua, Wilayah Pertambangan Rakyat harus ditetapkan, agar jangan sampai mereka (masyarakat) selalu mendapat masalah. Ketiga, semua galian C harus jadi kewenangan daerah, ini agar jika ada pelanggaran bisa dilakukan penindakan,” jelas Midji.

“Saya yakin Bapak Menteri bisa mewujudkan ini dan saya yakin Bapak Menteri paham tentang hal ini. Selain itu Presiden juga sudah mengarahkan ke beliau agar smelter lebih banyak dibangun di Kalbar, agar banyak menyerap tenaga kerja,” pungkasnya.

Comment

Terbaru