8 Ruko di Martapura Diamuk Si Jago Merah

Kebakaran di Gang Martapura, Jalan Tanjungpura
Kebakaran di Gang Martapura, Jalan Tanjungpura (Foto: Ist)

KalbarOnline, Pontianak – Kebakaran hebat terjadi di Gang Martapura, Jalan Tanjungpura, Pontianak, Rabu (6/2/2019) pagi.

Sedikitnya 8 unit ruko yang berdempetan hangus dilahap si jago merah.

Api diduga pertama kali muncul di salah satu ruko kosong yang sebelumnya dijadikan rumah indekos.

Zainal Bahrun, salah seorang petugas pemadam kebakaran saat dikonfirmasi di lokasi kejadian menyatakan bahwa petugas damkar masih belum bisa memastikan penyebab pasti terjadinya kebakaran di ruko delapan pintu tersebut.

Dugaan sementara, api beradal dari salah satu ruko yang sebelumnya pernah dijadikan indekos.

“Kemungkinan asal mula api berasal dari ruko yang bekas indekos. Karena dari semua yang terbakar, ruko itu yang paling parah rusaknya,” ujarnya saat diwawancarai di TKP kejadian, Rabu (6/2/2019) pagi.

Zainal juga memastikan kebakaran tersebut bukan diakibatkan konsleting listrik, mengingat ruko tersebut sudah lama dibiarkan kosong dan tak ada aliran listrik sama sekali.

Kurang lebih satu jam akhirnya petugas berhasil menjinakkan si jago merah. Hal tersebut dikarenakan ketika petugas pemadam kebakaran datang, api sudah membesar sehingga membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk proses pemadaman.

“Tak mungkin karena listrik, karena kita sudah cek semua dan dipastikan ruko tersebut tak ada aliran listrik. Proses pemadaman membutuhkan waktu sekitar satu jam, karena pas datang api sudah besar. Untungnya lokasi kebakaran tak jauh dari sungai, sehingga memudahkan petugas,” tukasnya.

Sementara salah seorang saksi mata, Ramli yang merupakan penjaga lingkungan sekitar ruko memperkirakan peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 06.00 WIB.

Ramli juga mengungkapkan, pada malam sebelum kejadian ia sempat melihat sesosok pria tak dikenal masuk ke dalam ruko yang sudah kosong tersebut dan tak mengetahui apa yang dilakukan pria tersebut.

“Saya mengira itu orang gila karena dari ciri-cirinya tak pakai baju, kumal dan rambut keriting. Jadi saya biarkan saja, mungkin dia ingin istirahat pikir saya,” ujarnya.

Akan tetapi, lanjutnya ketika pagi tiba, Ramli mengaku mendengar adanya suara benda yang terbakar. Namun suara tersebut tak diindahkannya lantaran mengira ada warga setempat yang sedang membakar sampah.

“Tak lama kemudian ada yang berteriak kebakaran. Lalu saya kaget mendengat itu dan langsung melihat lokasi sekitar, ternyata benar, ruko yang ditempati orang gila semalam sebelumnya sudah muncul api,” jelasnya.

Ramli juga membenarkan peristiwa kebakaran tersebut bukan diakibatkan listrik korsleting lantaran tak ada aliran listrik di bangunan ruko itu.

Hal itu dipastikannya mengingat ruko besar tersebut sudah lama kosong, sehingga tak mungkin ada aliran listrik di gedung tersebut.

“Ruko tersebut sudah lama kosong, jadi tidak mungkin ada listrik. Jadi kalau alasannya karena korsleting listrik seperti tak masuk akal,” pungkasnya.

Kerugian akibat peristiwa itu ditaksir mencapai miliaran rupiah. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian. (Fat)

Tinggalkan Komentar