Tim Bank Dunia Petakan Wilayah Rawan Banjir

Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Saat Menerima Kunjungan Dari Tim Bank Dunia, Dalam Rangka Memetakan Kondisi Genangan Air di Kota Pontianak (Foto: Jim)
Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Saat Menerima Kunjungan Dari Tim Bank Dunia, Dalam Rangka Memetakan Kondisi Genangan Air di Kota Pontianak (Foto: Jim)

Edi Harap Tim Bank Dunia Beri Pendampingan Atasi Genangan

KalbarOnline, Pontianak – The World Bank (Bank Dunia) berkunjung ke Pontianak. Kunjungan Bank Dunia ini dalam rangka memetakan kondisi genangan air di Kota Pontianak.

Rombongan diterima secara resmi oleh Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono di Aula Abdul Muis Muin Kantor Bappeda Kota Pontianak, Rabu (20/12).

Ketua Tim Spesialis Penanggulangan Resiko Bencana (Disaster Risk Management) Regional Asia Timur dan Pasifik The World Bank, Jolanta Kryspin Watson menjelaskan bahwa pihaknya mengunjungi beberapa kota di Indonesia untuk memperoleh informasi tentang bencana banjir di wilayah perkotaan.

Pihaknya bekerja sama dengan pemerintah pusat untuk mendukung Pemerintah Daerah dalam mengurangi resiko banjir perkotaan.

“Kota-kota yang kami kunjungi ini berdasarkan Indeks Resiko Banjir yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” ujarnya.

Ditambahkannya, kota-kota yang dikunjungi memiliki kondisi yang bervariasi, mulai dari luas, populasi dan karakteristik pertumbuhan. Rata-rata kota-kota tersebut sangat pesat pertumbuhannya. Menurutnya, saat ini merupakan waktu yang baik untuk mengurangi resiko banjir sebelum muncul bencana dan kerusakan yang lebih besar.

“Hal itu dapat menghambat pertumbuhan dan perekonomian kota tersebut,” ungkap Jolanta.

Salah satu bencana yang kerap menimpa seluruh wilayah Indonesia adalah banjir. Banjir yang terjadi di Indonesia terutama di wilayah perkotaan, kata dia, disebabkan oleh tingginya urbanisasi dan semakin banyaknya bangunan yang muncul di berbagai wilayah perkotaan.

“Ditambah lagi dengan adanya perubahan iklim yang menyebabkan munculnya begitu banyak kondisi ekstrem yang menyebabkan meningkatkan resiko bencana banjir,” sebutnya.

Berkaca kondisi tersebut, pemerintah pusat menyadari pentingnya mengurangi resiko banjir dan mempersiapkan perencanaan penanganan banjir. Selain itu, pemerintah pusat juga ingin meningkatkan dukungan pada pemerintah daerah dalam kemampuan menanggulangi bencana.

“Tim dari Bank Dunia ini nantinya akan mengunjungi 25 Kota di seluruh Indonesia. Dan akan diseleksi lagi menjadi kelompok yang lebih kecil yang akan bekerja sama dengan Tim Bank Dunia dalam upaya perencanaan penanggulangan bencana banjir,” sebut Jolanta.

Sementara, Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, Tim dari Bank Dunia yang datang berkunjung ke Pontianak ini sudah berpengalaman di kota-kota lainnya dalam pendampingan penanganan bencana, seperti di Bangkok, Jakarta dan Nigeria.

Kedatangan rombongan itu memberikan pendampingan bagaimana Pontianak menghadapi genangan. Sebagaimana diketahui, ketika air pasang dan curah hujan dengan intensitas tinggi, Kota Pontianak kerap tergenang air pasang.

Terlebih letak geografis Pontianak di pinggiran Sungai Kapuas dengan ketinggian hanya 0,1 – 1,5 meter di atas permukaan laut.

“Oleh sebab itu kita harapkan mereka bisa memberikan pendampingan dan solusi termasuk percepatan-percepatan untuk mengatasi genangan di Kota Pontianak,” harapnya.

Edi menuturkan, pihaknya berupaya melakukan penataan air, infrastruktur jalan dan bangunan harus di atas permukaan air pasang. Sungai Kapuas juga tidak boleh ada hambatan.

“Kita saat ini tengah menata bangunan di atas air, tanaman-tanaman dan sarana utilitas jangan sampai menghambat fungsi saluran air sehingga air mengalir lancar ke sungai itu,” pungkasnya. (jim)

Tinggalkan Komentar