Tekan Angka Pengangguran, Pemkot Pontianak Akan Gelar Job Fair

Wali Kota Pontianak, Sutarmidji Saat Mengunjungi Salah Satu Stand di Pontianak Job Fair 2016 lalu (Foto: Ist)
Wali Kota Pontianak, Sutarmidji Saat Mengunjungi Salah Satu Stand di Pontianak Job Fair 2016 lalu (Foto: Ist)

29-31 Agustus 2017

KalbarOnline, Pontianak – Guna mengurangi tingkat pengangguran yang ada, Pemerintah Kota Pontianak, melalui Dinas Penanaman Modal Tenaga Kerja dan PTSP Kota Pontianak, akan menggelar job fair pada tanggal 29-31 Agustus 2017 mendatang di Pontianak Convention Centre, Jalan Sultan Abdurahman Pontianak mulai pukul 08.00-20.00 WIB.

Kepala Dinas PMTKPTSP, Junaidi mengatakan bahwa dengan adanya job fair adalah dalam rangka untuk mempertemukan pencari kerja dan penyari kerja guna mengurangi angka pengangguran di Kota Pontianak.

“Insha Allah akan dilaksanakan job fair pada 29-31 Agustus 2017 bertempat di PCC Jalan Sultan Abdurahman Pontianak, Mulai 08.00-20.00 WIB,” ujarnya belum lama ini.

Dirinya mengatakan, dalam job fair tersebut ditargetkan menampilkan sekitar 50-60’an stand penyedia kerja dari berbagai perusahaan, baik BUMN, BUMD, multinasional, dan lokal.

“Sementara ini sudah ada 25 Stand perusahaan yang resmi mendaftar ikut serta, bahkan Transmart rittel yang berada di Kubu Raya juga ikut serta,” tukasnya.

Junaidi menargetkan, untuk tahun 2017 akan ada sekitar 4000an tenaga kerja yang bisa terserap baik formal maupun informal.

Mengenai tenaga kerja informal, menurutnya dari Disperindagkop Pontianak sedang giat membina dan melatih kewirausahaan, sedangkan formal akan diperusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.

Dinas penanaman modal, kata dia, juga mempermudah investor untuk berinventasi di Kota Pontianak. Bahkan pada 2017 juga sedang dibangun Hotel Ibizz yang menurutnya membutuhkan tenaga kerja.

“Mengenai kualitas tenaga kerja, kita mempunyai program pelatihan berbasis masyarakat dan berbasis kompetensi,” tuturnya.

Dirinya menjelaskan bahwa untuk berbasis masyarakat bekerjasama dengan Disperindakop, sedangkan berbasis kompetensi harus mempunyai keterampilan yaitu dengan tren IT meskipun lembaga swasta sudah menyelenggarakan, namun tetap bekerjasama dengan Diskominfo yang akan mendapat sertifikat.

“Jon fair ini adalah setiap tahun diselenggarakan. Di tahun 2016 sekitar 1500an menyerap tenaga kerja,” terangnya.

Untuk jumlah angka pengangguran, Ia mengatakan berjalan dinamis terkait dengan kelulusan perguruan tinggi dan sekolah.

Namun, berdasarkan angka statistik sekitar 24ribuan, yaitu angka pengguran terbuka, baik formal dan informal atau persentasenya 9 persen jumlah angkatan kerja.

Dalam job fair yang direncanakan akhir bulan agustus tersebut, menururnya para penyedia kerja akan mencari pekerja sesuai dengan kebutuhan dan tentu top manager lebih mengutamakan S1, middle untuk D3 dan SMA, ataupun semua tingkat akan terakomodir.

“Perusahaan atau penyedia pekerjaan yang sudah mendaftar, ada rittle, perhotelan, dan perbankkan,” jelasnya.

Junaidi pun mengatakan, untuk sekarang stand penyedia kerja masih tersisa 20an belum terisi.

Dirinya berharap, bagi penyedia pekerjaan bisa ikut serta karena tidak dipungut biaya apapun dan sudah disiapkan tempat, serta bagi yanf ingin tinggal mendaftarkan diri bisa ke kantornya untuk diregistrasi.

Bahkan, dalam job fair nantinya, menurutnya, instansi yang dipimpinnya akan menyediakan kartu kuning yang tidak memungut biaya.

Dengan begitu, Junaidi pun berharap bisa membantu masyarakat kota Pontianak yang mempunyai kompetensi dan pendidikan yang sesuai untuk bekerja, dan diharapkan pula tidak mengandalkan pekerjaan formal, namun juga harus bisa berwirausaha.

“Saya imbau masyarakat Kota Pontianak beramai-ramai mendaftarkan diri ke penyedia kerja bekerjasama dengan pelaku usaha dalam acara Job Fair,” tandasnya. (Fai)

Tinggalkan Komentar