Juara Lomba Cerita Tingkat SD/MI/Sederajat se – Kabupaten Sekadau yang Digelar Dinas Kearsiapan Sekadau, Saat Unjuk Kebolehan (Foto: Mus)
Juara Lomba Cerita Tingkat SD/MI/Sederajat se – Kabupaten Sekadau yang Digelar Dinas Kearsiapan Sekadau, Saat Unjuk Kebolehan (Foto: Mus)

KalbarOnline, Sekadau – Felisia Febiyola, pelajar SDN 02 Nanga Taman berhasil keluar sebagai juara pertama Lomba Bercerita tingkat SD/MI/sederajat se-Kabupaten Sekadau tahun 2018, Kamis (26/4).

Lomba yang dihelat di Mess Pemkab Sekadau itu dimotori Dinas Kearsipan Kabupaten Sekadau.

Dalam babak final yang digelar di Mess Pemkab Sekadau, Kamis pagi, pelajar yang akrab disapa Yola itu tampil meyakinkan dengan membawakan cerita Nyai Anta. Ia meraih nilai tertinggi mengalahkan 10 finalis lainnya.

Di posisi kedua ada Moza Salsabila Ropery, utusan dari SDN Nomor 01, Sungai Ringin, Sekadau Hilir. Posisi tiga diraih Diah Safitri dari SDN Nomor 01, Sungai Ayak, Belitang Hilir, disusul Gauden Sus Jovando Purnama dari SDN Nomo 17 Mungguk, Sekadau Hilir di posisi keempat.

“Senang bisa meraih juara satu,” ucap Yola, usai pengumuman pemenang dan pembagian hadiah kepada para pemenang, kemarin.

Tak hanya Yola, kebahagiaan juga ditunjukkan Ani, guru pembimbing Yola. Saat pengumuman pemenang, Ani dan sejumlah rekannya sesama guru di sekolah tersebut langsung berteriak kegirangan.

“Tak sangka kita bisa juara pertama,” kata Ani sembari tersenyum.

Lomba bercerita merupakan agenda lomba yang rutin digelar Dinas Kearsipan tiap tahun. Pemenang dalam lomba ini berhak mendapatkan uang pembinaan jutaan rupiah dan trofi.

Sementara dewan juri, dipilih dari berbagai latar belakang. Ada budayawan, perwakilan guru dan unsur jurnalis yang tiap tahunnya dipercayakan kepada Abdu Syukri, wartawan Rakyat Kalbar.

“Penilaian dewan juri sangat bagus dan fair. Mereka yang juara memang pantas mendapatkannya,” kata salah seorang guru dari Belitang Hilir yang kebetulan sekolahnya ikut dalam lomba tersebut.

Salah seorang guru pendamping lainnya, juga memberikan pujian yang sama.

“Tiap tahun, juara tak melulu dari sekolah itu-itu saja. Juara bahkan banyak dari sekolah di daerah-daerah yang memang memiliki kemampuan dan pantas mendapatkan juara,” puji guru berdarah Jawa tersebut.

Endah, salah seorang dewan juri perwakilan guru menegaskan, dalam memberikan penilaian, dewan juri selalu mengutamakan kualitas.

“Bukan karena faktor ‘X’ atau lainnya. Selamat kepada para pemenang,” kata Endah. (Mus)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY