KalbarOnline, Sintang – Desa Nanga Sepauk, Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang, merupakan salah satu tujuan dari agenda Pemkab Sintang dalam gelaran Safari Ramadhan 1437 H.

Bupati Sintang memimpin langsung para rombongan safari Ramadhan dari Kabupaten Sintang menuju Sepauk tepatnya berada di Masjid Al-Wahidiyah, Kamis (23/6).

Rombongan Bupati Sintang disambut dengan antusias oleh masyarakat Desa Nanga Sepauk dengan diiringi tar, Jarot Winarno meresmikan bangunan Masjid Al-Wahidiyah dengan ditandai penandatanganan prasasti yang kemudian acara safari ramadhan dilaksanakan setelah peresmian.

Turut hadir sejumlah pimpinan SKPD yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang, Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Ketua IPHI Sintang, Wakil Ketua LPTQ, Ketua Pemangku MABM Sintang, forkopimda.

“Tadi baru kita saksikan bersama-sama peresmian masjid Al-Wahidiyah ini, semoga dengan apa yang diresmikan barusan membuat jiwa spiritual kita dalam meningkatkan ibadah semakin semangat,” kata Bupati saat memberikan sambutan dihadapan ratusan jamaah safari ramadhan yang ada di Sepauk ini.

Lanjutnya, selain itu juga safari ramadhan merupakan kegiatan rutin dan resmi tiap tahun yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Sintang, “sehingga kegiatan ini tidak lain dan tidak bukan untuk saling mempererat tali silaturahmi antar pejabat Pemerintah Kabupaten Sintang dengan masyarakat Kecamatan Sepauk,” ungkapnya.

“Safari Ramadhan juga dapat membuat komunikasi yang baik antar masyarakat dengan pejabat, sehingga apapun permasalahan dapat dikomunikasikan demi mendapatkan solusi, pemecahan masalah secara baik,” tutur Jarot.

“Sintang menetapkan kejadian luar biasa terhadap rabies, sebab berdasarkan data yang diperoleh Sepauk merupakan dampak yang dapat terkena serangan rabies, dan data diperoleh satu orang pasien meninggal dunia dengan diagnosa terkena rabies gigitan anjingmaka dari itu, saya menghimbau kepada masyarakat sepauk, agar dapat menghindar jika ada anjing yang terkena rabies, berikan pemahaman kepada pemilik anjing, berikan vaksin rabies pada instansi terkait, sekaligus juga dengan adanya masjid Al-Wahidiyah ini harus tetap dijaga dengan sebaik-baiknya,” imbaunya.

Sementara Ketua Pengurus Masjid Al-Wahidiyah, Naim mengatakan, Sekilas tentang pembangunan masjid ini, “Masjid Al-Wahidiyah ini dibangun oleh sesepuh kami yang dibangun pada awal tahun 1981 yang dimana pada saat itu juga bertepatan dengan ABRI Masuk Desa Manunggal yang ke-6 sehingga saling bahu membahu membuat masjid dengan ukuran 12×17 mampu menampung 300 jamaah,” katanya.

“Mamun seiring dengan berjalannya waktu pastinya bangunan masjid awal sudah tua dan kayu-kayunya sudah lapuk, maka pada tahun 2011 kami bersama masyarakat berinisiatif untuk membangun kembali, merehabilitasi pembangunan masjid Al-Wahidiyah yang baru dan baru di resmikan pada tahun 2016 yang diresmikan oleh bapak Bupati Sintang, pada masjid yang baru ini berdiri diatas tanah seluas 25×25 meter persegi yang bisa mampu menampung sekitar 1000 hingga 1200 jamaah yang ada di Kecamatan Sepauk, kami sangat berbahagia dengan adanya bapak Bupati Sintang beserta rombongan hadir dalam rangkaian kegiatan Safari Ramadhan di Sepauk ini,” pungkasnya. (Sg/Hms)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY