Presiden RI, Joko Widodo Saat Memberikan Sambutannya Pada Peresmian PLBN Aruk (Foto: Mur/Setkab)
Presiden RI, Joko Widodo Saat Memberikan Sambutannya Pada Peresmian PLBN Aruk (Foto: Mur/Setkab)

Presiden Harap Dapat Dijadikan Titik Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat

KalbarOnline, Sambas – Setelah meresmikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Nanga Badau, di Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar), Kamis (16/3) siang, pada hari kedua kunjungannya di Kalbar, Jumat (17/3) kemarin, Presiden meresmikan PLBN Terpadu Aruk yang berlokasi di Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas.

“Kemarin saya meresmikan pos lintas batas di Badau, saya telah meresmikan 3 bulan yang lalu di Entikong. Pada hari ini kita resmikan lagi pos lintas batas di Aruk, Kabupaten Sambas,” ujar Presiden di PLBN Aruk, Kabupaten Sambas, Jumat.

Seperti diketahui, PLBN Aruk merupakan satu dari tiga titik PLBN Terpadu di Kalimantan Barat selain PLBN Entikong di Kabupaten Sanggau dan PLBN Nanga Badau di Kabupaten Kapuas Hulu yang menjadi titik perbatasan antara Indonesia dan Malaysia.

“Tiga PLBN ini kita bangun dengan desain yang megah, semuanya berada di Kalimantan Barat,” ujar Jokowi.

“Sampai hari ini saya sudah tujuh kali ke Kalimantan Barat, yang lain kadang-kadang baru satu-dua, ini sudah tujuh. Saya ingin titip pos lintas batas negara yang ada di Aruk ini agar betul-betul digunakan masyarakat untuk pusat pertumbuhan ekonomi yang baru,” imbuhnya.

Selain itu, ia juga meminta PLBN Aruk tidak hanya dijadikan kantor instansi pemerintah semata, tapi juga berkontribusi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Jangan hanya sebatas ini digunakan kantor imigrasi, kantor karantina, kantor bea cukai, tidak seperti itu. Harusnya masyarakat bisa memanfaatkan pos lintas batas ini untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di Kabupaten Sambas,” tuturnya.

Adapun luas total bangunan PLBN Aruk adalah 2,9 ribu meter persegi di lahan seluas 9,1 hektare yang terdiri atas bangunan utama, bangunan pemeriksaaan terpadu, rumah pompa dan genset, bangunan gudang sita, car wash, check point dan bangunan lain.

Dan masih ada rencana pembangunan tahap dua seluas 4,44 ribu meter persegi di lahan 17,99 hektare untuk mess pegawai, rest area, pasar perbatasan, serta gedung serbaguna.

Bentuk bangunan PLBN Aruk mengadaptasi arsitektur tradisional Suku Dayak Kalimantan yaitu Rumah Panjang. Ornamen bangunan utama PLBN mengadaptasi corak ukiran tradisional dayak.

Bila pembangunan berjalan lancar, diproyeksikan jumlah pelintas PLBN Aruk per hari pada 2020 mencapai 240 orang dan 120 kendaraan.

Mendampingi Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam peresmian PLBN Aruk itu adalah Menko bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan Gubernur Kalbar Cornelis. (Mur/Setkab)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY