Wali Kota Pontianak, Sutarmidji Yang Didampingi Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono Beserta Sejumlah Jajaran Melakukan Prosesi Tepung Tawar di Pasar Tengah Kota Pontianak (Foto: Jim Hms)
Wali Kota Pontianak, Sutarmidji Yang Didampingi Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono Beserta Sejumlah Jajaran Melakukan Prosesi Tepung Tawar di Pasar Tengah Kota Pontianak (Foto: Jim Hms)

Sutarmidji: Pasar itu harus dijaga jangan dijadikan sebagai tempat lokalisasi

KalbarOnline, Pontianak – Pemerintah Kota Pontianak akan melakukan prosesi adat budaya yang telah mengakar di Pontianak yakni prosesi tepung tawar pada acara masuknya kembali para pedagang di Pasar Tengah yang baru saja di bangun. Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mengatakan bahwa prosesi tepung tawar sengaja dilakukan saat memasukan para pedagang karena itu adalah adat budaya yang telah ada di Pontianak.

Wali Kota Sutarmidji mengatakan saat penempatan para pedagang, tidak ada penandatanganan prasasti seperti biasanya, hanya prosesi tepung tawar saja.

Karena menurutnya komunikasi terakhir dengan Presiden Joko Widodo, kalau orang nomor satu di Bumi Nusantara itu akan meninjau kembali pembangunan pasar tengah sehingga pada proses pemindahan pedagang hanya dilakukan tradisi tepung tawar saja.

“Ndak’ meresmikan, karena Pak Presiden pas ketemu terakhir bilang mau ninjau lagi. Kita hanya tepung tawar dalam rangka memasukan para pedagang jak’,” ujarnya.

Wali Kota dua periode ini juga menjelaskan bahwa penempatan para pedagang dilakukan mengingat waktu puasa sudah akan tiba, sehingga sudah seharusnya para pedagang menempati kios-kios yang ada untuk berjualan.

“Intinya hanya ada satu aja, Jalan Asahan tidak boleh ada lagi yang jualan. Kalau ada yang jualan dibongkar nanti,” tegasnya.

Tapi para pedagang di Jalan Asahan harus menempati kios-kios lantai 2 (dua) bangunan Pasar Tengah.

Dirinya juga mengatakan bahw ada satu blok yang dulunya seperti lokalisasi dan saat ini ada masyarakat yang meminta lagi untuk membuat hal serupa. Dirinya menegaskan hal itu tidak akan ia izinkan. Bahkan menurutnya dulu pernah ada PSK yang terkena HIV dan tujuh tahun praktek dilokasi tersebut.

Untuk mencegah tindakan asusila dan pelacuran di Pasar Tengah, dirinya menyampaikan akan membuat pagar di setiap blok yang ada. Ia tidak menginginkan adanya praktek PSK di Pasar Tengah lagi, untuk itulah rencananya akan dilakukan kerjasama dengan pihak Kodim dan Polresta.

“Pasar itu harus dijaga jangan dijadikan sebagai tempat lokalisasi. Selain itu ada juga 2-3 orang yang mengaku jagoan sebagai preman pasar, nanti jangan adalagi,” tegasnya lagi.

Dirinya meminta semua pedagang jangan tunduk sama preman yang ada. Kalau ada preman, ia menyarankan untuk menangkapnya ramai-ramai.

“Tapi jangan main hakim sendiri, serahkan ke pihak yang berwajib,” pesannya.

Pembangunan Pasar Tengah hingga saat ini sudah hampir selesai, hanya saja masih ada pembangunan jalan yang masih tinggal satu blok lagi. Untuk itu ia meminta dengan tegas agar para pedagang tetap menjaga kerapian pasar tersebut.

Terkait urusan penempatan, Wali Kota yang gemar membangun ini mengklaim bahwa hal tersebut sudah 90 persen.

“Mengurus 1200 pedagang itu memang tidak mudah, kalau ada yang 100 masih masalah itu hal biasalah karena tak mudah ngurus orang sebanyak itu,” tutupnya. (Fai)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY