Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Saat Memberikan Sambutan Pada Bike to School Campaign Yang Digelar WWF Bersama Komunitas Bike to Work di SMP Pelita Cemerlang (Foto: Jim Hms)
Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Saat Memberikan Sambutan Pada Bike to School Campaign Yang Digelar WWF Bersama Komunitas Bike to Work di SMP Pelita Cemerlang (Foto: Jim Hms)

Edi Ajak Pelajar Jadikan Sepeda Kendaraan Favorit

KalbarOnline, Pontianak – “Kring, kring, kring ada sepeda, sepedaku roda tiga, kudapat dari ayah karena rajin belajar”. Begitu petikan lirik lagu berjudul “Kring-kring” yang dilantunkan Tania, siswa SMP Permata Cemerlang.

Lewat lagu itu pula, Tania dihadiahi sepeda dari Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono saat memberikan sambutan pada Bike to School Campaign yang digelar World Wildlife Fund for Nature (WWF) bersama Komunitas Bike to Work di SMP Pelita Cemerlang, Selasa (19/9).

Hadiah sepeda itu diberikan Edi untuk memotivasi pelajar menggunakan sepeda ke sekolah. Kampanye bersepeda ini menyasar pada para pelajar SMP. Sebagai kota berwawasan lingkungan, Pontianak sudah mulai memikirkan menjadikan sepeda sebagai transportasi sehari-hari. Terlebih, siswa SMP tentunya belum boleh mengendarai kendaraan sepeda motor karena belum bisa memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Kita sudah mulai membudayakan sepeda sebagai kendaraan atau transportasi favorit,” ujarnya.

Edi mengakui bahwa Pontianak memiliki keterbatasan lahan, sementara pertumbuhan pengguna kendaraan bermotor cukup tinggi seiring dengan pertumbuhan penduduk. Karenanya, pihaknya akan terus mengkampanyekan dan mengajak seluruh siswa SMP menggunakan sepeda ke sekolah.

“Saya setiap ke sekolah dulu menggunakan sepeda karena dengan bersepeda badan jadi sehat dan tidak menimbulkan polusi udara,” imbuhnya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, kata Edi, menyiapkan lajur khusus sepeda. Setiap jalan akan dibuat trotoar berdampingan dengan rute sepeda. Selama ini, sebagian masyarakat kuatir dengan keselamatan mereka ketika menggunakan sepeda di jalan dikarenakan banyaknya pengguna kendaraan bermotor.

Untuk itu, keselamatan para pengguna sepeda juga harus dipikirkan dengan memprioritaskan pejalan kaki dan pesepeda. Ke depan, mungkin ada inovasi-inovasi atau aturan yang bisa memberikan ruang bagi pengendara sepeda menjadi prioritas dibandingkan pengguna kendaraan bermotor.

“Adik-adik tidak perlu takut atau malu bersepeda karena sepeda menjadi salah satu olahraga top,” pungkasnya. (Fat/Jim Hms)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY