Wali Kota Pontianak, Sutarmidji, Yang Juga Merupakan Ketua Ikatan Alumni Untan Pontianak, Saat Memberikan Arahannya Kepada Para Wisudawan Untan Tahun Akademik 2017-2018 (Foto: Fat)
Wali Kota Pontianak, Sutarmidji, Yang Juga Merupakan Ketua Ikatan Alumni Untan Pontianak, Saat Memberikan Arahannya Kepada Para Wisudawan Untan Tahun Akademik 2017-2018 (Foto: Fat)

KalbarOnline, Pontianak – Ketua Ikatan Alumni (IKA) Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Sutarmidji menghadiri Wisuda Untan periode II tahun akademik 2017/2018 di Auditorium Untan, Kamis (25/1). Sebanyak 1.083 wisudawan yang diwisuda.

Dalam sambutannya, Wali Kota dua periode ini berpesan kepada para wisudawan agar kembali dan membangun daerahnya masing-masing.

“Saya berharap, saudara – saudari wisudawan dan wisudawati dapat membangun Kalimantan Barat. Sebagai lulusan Untan, kita harus bisa memberikan sumbangsih di daerah kita tinggal. Harus ada perubahan besar yang kita lakukan,” pesannya.

Orang nomor satu di Kota Pontianak ini juga menegaskan bahwa tidak sulit melakukan perubahan karena biaya negara ada, selagi ikhlas, inovatif serta kreatif.

“Negara ini duitnya banyak. Saya sebagai kepala daerah merasakan itu, yang orang inginkan adalah bukti, semuanya bisa, jangan pikirkan anggarannya darimana, jadi jangan khawatir,” rincinya.

Dirinya juga mendorong para wisudawan dapat mengubah wajah kabupaten/kota di Kalbar.

Sutarmidji juga menyinggung soal tingkat indeks pembangunan manusia (IPM) di Kalbar yang saat ini berada di urutan ke 29 dari 34 provinsi.

“Kalau berada di urutan 29 ?, bagaimana investor mau masuk ke Kalbar, kalau masuk kemungkinan hanya sawit, tapi produksinya tidak, karena rata-rata pendidikan di Kalbar hanya 7,2 tahun, artinya kalau IPM kita berada di urutan 29, ada yang salah, baik dari persoalan di bidang pendidikan, kesehatan dan infrastruktur, Alhamdulillah, hari ini ada 98 magister dari fakultas teknik, yang nantinya akan berperan penting dalam penataan infrastruktur di Kalbar,” jelasnya.

Hadirnya sarjana-sarjana baru setiap tahunnya, Sutarmidji berharap perubahan positif juga terjadi di Kalbar, bagaimana harus membaca peluang sehingga melakukan pembangunan yang memang bermanfaat bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita terlambat membangun pelabuhan samudera. Setiap tahun Kalbar dirugikan Rp1.8 triliun dari bagi hasil CPO. Karena ekspornya tidak melalui pelabuhan di Kalbar, tapi melalui Dumai dan Belawan, jadi mereka yang mendapatkan itu, harusnya kita kalau punya pelabuhan samudera, 1.8 triliun itu dapat kita manfaatkan untuk pembangunan,” jelasnya.

Untuk itu, ia sangat berharap pelabuhan samudera secepatnya dibangun dan alumni Untan dapat mengambil peranan disana.

Di akhir sambutan, dirinya juga menyampaikan sebuah pantun.

Berikut pantunnya:

“Jangan takut tersesat didalam hutan, Sebelum jalan, Sholat di Masjid An-Nur. Jangan takut sebagai lulusan Untan, Insha Allah bisa jadi Gubernur,” tukasnya disambut gemuruh tepuk tangan para peserta dan para hadirin acara wisuda.

“Ini bukan kampanye,” tandasnya. (Fai)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY