Beredar Video Viral Adu Mulut Antara Warga dengan Karyawan APMS Pala Pulau Putussibau, Ini Kata Kapolres Kapuas Hulu

KalbarOnline, Putussibau – Video adu mulut antara warga pengantre BBM dengan karyawan APMS/SPBU Pala Pulau Putussibau, Ajan, sempat viral di media sosial. Penyebab cekcok itu karena warga kesal tidak bisa membeli BBM jenis pertalite lantaran sudah habis oleh pengantre yang menggunakan mobil pikap maupun menggunakan jeriken.

Menanggapi hal itu, Kapolres Kapuas Hulu, AKBP Hendrawan mengatakan, kalau pihaknya sudah melaksanakan koordinasi terhadap staf APMS PT Kedamin Maju Mandiri.

“Adapun informasi yang di dapat dari staf APMS PT Kedamin Maju Mandiri ada beberapa penyebab terjadinya antrean panjang yang berada di APMS PT Kedamin Maju Mandiri, yaitu APMS/SPBU yang berada di Kecamatan Putussibau Utara dan Putussibau Selatan, masih belum aktif melaksanakan aktivitas pendistribusian BBM pertalite dikarenakan masih berada dalam suasana Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah,” jelasnya.

Baca Juga :  Viral! Video Perempuan Dipukuli Bertubi-tubi oleh Rekan Kerja, Kejadian Diduga di Sentap Ketapang

Informasi kedua, yakni untuk setiap minggunya, pihak APMS PT Kedamin Maju Mandiri melakukan pemesanan sebanyak 4 kali ke Pertamina, yang menyesuaikan dengan kebutuhan dari masyarakat setempat. Ketiga, bahwa adanya kendala atau keterlambatan dalam pelaksanaan pembayaran dalam pemesanan BBM ke Pertamina Sintang, dikarenakan untuk penyetoran tersebut, pihak Bank masih melaksanakan cuti bersama, sehingga mengakibatkan adanya hambatan dalam penyetoran ke pihak Pertamina.

“Dan yang keempat sebelum melakukan pengiriman minyak ke APMS/SPBU, pihak terkait harus melakukan proses pembayaran terlebih dahulu, hal tersebut sesuai dengan prosedur pembelian minyak BBM ke pertamina,” katanya.

Baca Juga :  Kunker ke Desa Taang Da'an, Bupati Fransiskus Diaan Tinjau Pengobatan Gratis dan Infrastruktur

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Kapuas Hulu menghimbau kepada APMS untuk menyediakan BBM untuk masyarakat sesuai dengan kebutuhan untuk diutamakan dalam pengisian BBM.

“Serta untuk pengantre menggunakan tangki siluman dan jeriken yang besar dalam jumlah banyak, serta pengecer tidak menimbun yang mengakibatkan menaikkan harga yang tinggi, hal ini akan kami tindak lanjuti oleh tim dari Polres Kapuas Hulu sesuai dengan hukum yang berlaku,” katanya. (Haq)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Comment