Buka BID 2017, Sekda Kapuas Hulu: Momentum BID Menjadi Tonggak Pembangunan Desa Yang Lebih Inovatif

Pembukaan Bursa Inovasi Desa 2017 di Kabupaten Kapuas Hulu (Foto: Haq)
Pembukaan Bursa Inovasi Desa 2017 di Kabupaten Kapuas Hulu (Foto: Haq)

Kegiatan Bursa Inovasi Desa

KalbarOnline, Kapuas Hulu – Guna menjadikan penggunaan Dana Desa (DD) yang lebih efektif dan inovatif, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Kalbar dan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu menggelar Bursa Inovasi Desa (BID) tahun 2017 bertempat di gedung Volley Indoor Putussibau, Jumat (29/12).

Tampak hadir dalam kegiatan ini, Sekda Kapuas Hulu Ir H Muhammad Sukri, kepala DPMD Provinsi Kalbar, Drs Y Alexander, M.Si, Kasdim 1206 Putussibau, Kabag ops Polres Kapuas Hulu, Kades se Kapuas Hulu, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya Kepala DPMD Provinsi Kalbar Alexander menyampaikan, sejak digulirkan dari tahun 2015 hingga 2017 ini, setiap tahun jumlah DD mengalami kenaikan.

“Hanya saja penggunaan DD masih terfokus pada infrastruktur. Sedikit saja yang mengarahkan ke pemberdayaan masyarakat. Maka melalui BID ini diharapkan mengurangi keterkaitan kita, atau setidaknya bisa mengubah porsi penggunaan anggaran dari fisik ke pemberdayaan dan dalam pelaksanaan BID terakhir untuk seluruh kabupaten di Kalbar, yang diselenggarakan serentak di tiga kabupaten, diantaranya Ketapang, Kapuas Hulu dan Kabupaten Mempawah,” jelasnya.

Ia menambahkan, tahun 2018 mendatang, jumlah DD untuk Kapuas Hulu mengalami kenaikan sekitar Rp11.6 milyar, untuk itu diharapkan kenaikan tersebut hendaknya menjadi pemicu dalam pembangunan desa yang lebih kreatif. Gerakan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan.

“BID ini menjadi sangat penting karena langsung adanya MoU dengan pihak ketiga, seperti BUMN, Bulog dan BUMDes. Dengan adanya BID kita akan melihat, tiga bursa yakni SDM kewirausahaan, produk unggulan dan infrastruktur bagaimana pemanfaatan SDA,” paparnya.

Sementara itu, Sekda Kapuas Hulu Ir H Muhammad Sukri dalam sambutannya mengatakan bahwa momentum BID yang mengangkat tema Desa Membangun Kapuas Hulu hendaknya dapat menjadi tonggak penggunaan DD yang lebih inovatif bagi desa itu sendiri.

Dikatakan Sukri Saat ini pemerintah telah menempatkan desa menjadi yang terdepan dalam pembangunan. Bila desa maju dan sejahtera, maka Indonesia juga akan maju dan sejahtera. Maka dialokasikan dana yang cukup besar.

Menurutnya, dengan adanya DD pusat, provinsi dan ADD kabupaten, maka APBDes setiap desa mendekati Rp1 milyar. Untuk itu, dalam pengelolaannya, perlu bersinergi, dengan melibatkan masyarakat, serta pelaksanaan hingga pertanggungjawabannya harus melalui Musdes.

“Penggunaan dana desa perlu pendampingan, agar program pembangunan lebih cepat sehingga menjadi desa maju, mandiri dan sejahtera dapat segera terealisasi, pinta” Sekda

Sekda menambahkan bahwa program inovasi desa bertujuan pula untuk mendorong serta memberi refrensi dan pemahaman dalam mengembangkan potensi lokal desa. Menurutnya program inovasi desa sangat penting dalam membangun Kapuas Hulu.

“Saya juga menghimbau agar desa bisa menduplikasikan setiap kegiatan SKPD dan pihak lainnya, untuk meningkatkan kualitas penggunaaan dana desa yang lebih inovatif dan peka terhadap kebutuhan masyarakat desa,” tukasnya.

Ia berharap agar BID ini bisa dimanfaatkan dengan sebaiknya oleh setiap desa, sehingga bisa membawa kemajuan desa khususnya dan kabupaten Kapuas Hulu.
Nazarudin, SE.MM selaku Koordinator kabupaten pada DPMD kabupaten Kapuas Hulu, mengatakan bahwa selama ini penggunaan DD cendrung di dominasi dengan kegiatan pembangunan infrastruktur.

“Maka untuk menyusun rencana inovasi, Kemendes PDTT menginisiasi program inovasi desa (PID) untuk merencanakan revitalisasi desa serta mengembangkan ekonomi desa. BID merupakan sebuah forum inovasi, untuk menggerakan masyarakat desa serta menjembatani pemerintah untuk penyelesaian masalah pengembangan desa, dalam mengelola dana desa agar lebih inovatif,” tandas Nazarudin. (Ishaq)

Tinggalkan Komentar