by

Bupati Jarot Sambut Jenazah Mulyadi Mantan Ketum HMI Korban SJ 182

Bupati Jarot Sambut Jenazah Mulyadi Mantan Ketum HMI Korban SJ 182

KalbarOnline, Sintang – Jenazah Mulyadi P. Tamsir, salah satu korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 tiba di Sintang. Jenazah mantan Ketum HMI itu disambut langsung oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Dalam kesempatan itu, Bupati Jarot turut menyerahkan dokumen akta kematian kepada ayah Mulyadi, Ponijan di Bandara Tebelian Sintang, Kamis (21/1/2021).

Mulyadi berhasil terindentifikasi oleh Tim DVI Mabes Polri pada 19 Januari 2021 kemarin. Jenazah mantan Ketua PB HMI periode 2016-2018 diberangkatkan dari Jakarta ke Pontianak pada Kamis 21 Januari 2021 pagi, siangnya langsung diterbangkan ke Sintang untuk dimakamkan pihak keluarga.

Selain Mulyadi, turut juga menjadi korban pada peristiwa pesawat jatuh tersebut dua warga Sintang yakni Faisal Rahman dan Asy Habul Yamin. Keduanya merupakan saudara kandung dan sudah dimakamkan di Jakarta.

Dalam pidatonya, Bupati Jarot menyampaikan duka yang mendalam atas kepergian untuk selama-lamanya mantan Ketua umum HMI yang ia kenal sejak almarhum berusia lima tahun. Bupati mengajak masyarakat untuk mendoakan almarhum agar mendapat tempat terbaik disisi Tuhan Yang Maha Esa dan dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kekuatan.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah gugur dalam musibah pesawat Sriwijaya SJ 182 pada 9 Januari 2021, tiga anak muda Sintang. Alhamdulilah sudah bisa teridentifikasi. Perlu kerja keras banyak pihak sehingga akhirnya bisa memulangkan jenazah adinda Mulyadi P. Tamsir ke Sintang. Sementara dua korban dimakamkan di Jakarta. Alhamdulilah, jenazah almarhum Mulyadi P. Tamsir telah sampai di kampung halamannya. Kita kehilangan anak-anak muda yang sangat potensial. Mereka adalah angkatan pertama milenial Kabupaten Sintang. Mereka intens berinteraksi dengan dunia luar. Mereka punya semangat dan mereka percaya dan yakin dalam berusaha. Saya mengenal almarhum Mulyadi P. Tamsir sejak tugas pertama saya sebagai dokter Puskesmas di Ketungau Hilir tahun 1986. Waktu itu almarhum masih berusia 5 tahun. Almarhum belajar di SDN 24 Serangas Ketungau Hilir. Waktu itu kalau saya mau ke Serangas dari Nanga Ketungau harus milir dulu ke Sintang. Anak muda yang sekolahnya di Serangas tetapi memiliki pemikiran yang luar biasa. Kemudian membuktikan bahwa siapa pun di Sintang ini, kalau ada usaha dan kemauan, akan bisa mencapai cita-cita yang tinggi,” kenang Bupati.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah membantu proses identifikasi dan memulangkan jenazah korban. Dengan melafazkan bismillahirrahmanirrahim, saya serahkan jenazah adinda Mulyadi P. Tamsir kepada pihak keluarga. Mari bersama-sama kita berdoa agar amal ibadah tiga anak muda ini diterima di sisi Allah. Atas nama pribadi, Bupati Sintang dan masyarakat Kabupaten Sintang, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Turut mendoakan agar keluarga ditinggalkan dimuliakan oleh Allah, diberikan kesabaran. Tugas kita saat ini, apa yang pernah menjadi cita-cita almarhum yang belum sampai, mari sama-sama kita wujudkan,” ajak Bupati.

Ngadi Sudiro perwakilan dari keluarga besar almarhum Mulyadi P. Tamsir menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu proses pemulangan jenazah Mulyadi P. Tamsir.

“Kami tidak menyangka, banyak teman dan kerabat dari anak saya yang memperhatikan. Kami sangat terharu, atas kepedulian kepada anak kami. Semoga ini menjadi amal sholeh. Apa yang sudah dilakukan anak kami, sangat luar biasa. Dan ini menjadi kekuatan kami. Mudah mudahan bisa mensuport anggota HMI di seluruh Indonesia,” terang Ngadi Sudiro.

Hadir pada kegiatan penyambutan kedatangan dan penyerahan jenazah mantan ketua PB HMI ini, unsur Forkopimda Sintang, Anggota DPRD Provinsi Kalbar, Suyanto Tanjung, sejumlah unsur OPD di lingkungan Pemkab Sintang, unsur Forkopimcam Sui Tebelian, pengurus HMI Pusat dan HMI Sintang, pihak keluarga korban dan tamu undangan lainnya.

Comment

News Feed