by

Jonan: Meski Ada Vaksin, Dunia Tak Lagi Sama

KalbarOnline.com – Mantan Menteri ESDM sekaligus mantan Menteri Perhubungan RI, Ignasius Jonan memandang, masa pandemi merupakan masa krisis yang panjang namun berlangsung secara perlahan. Sebab, banyak negara di dunia satu per satu masuk ke jurang resesi akibat dampak Covid-19.

“Masa pandemi ini adalah masa krisis pelan-pelan yang panjang. Jadi kita kuartal I masih positif, kuartal II minus, kuartal III minus, kuartal IV nggak tahu nih,” ujarnya dalam acara diskusi secara virtual, Kamis (26/11).

Meskipun saat ini produksi vaksin tengah dikembangkan, namun masih masih ada masalah baru yang mengancam dan membuat pemulihan ekonomi akan berjalan lambat. “Pandangan saya sampai vaksinnya belum bisa diterapkan sampai selesai, saya tidak tahu deh,” ucapnya.

Saat ini perusahaan farmasi berbagai negara sedang berlomba-lomba untuk mengembangkan dan memproduksi vaksin. Namun, jumlah vaksin yang masih terbatas dan kendala distribusi antarnegara menjadi persoalan baru yang akan membuat Indonesia masih menghadapi krisis berkepanjangan.

Apalagi, lanjutnya, proses vaksinasinya yang tidak dapat dilakukan dalam waktu yang singkat. Selama masyarakat masih dalam proses vaksin, kata Jonan, proses kehidupan dan ekonomi tidak akan berjalan normal seperti sebelum Covid-19.

“Coba bayangkan kalau misalnya 1 hari bisa melakukan vaksinasi seluruh atau 10 provinsi 1 juta sehari, itu butuh 180 hari untuk vaksinasi, saya tidak tahu itu bisa nggak. Kalau cuma 1/2 juta itu butuh 360 hari. Jadi ini is still another year untuk kita menjalani atau melaksanakan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Karenanya, Jonan menyarankan agar para pengusaha terutama di bidang jasa terus memutar otak bagaimana cara bisnisnya agar bisa berlanjut. Sebab, kehidupan pasca Covid-2020 dinilai tidak akan sama lagi.

“Setelah pandemi ini selesai dunia tidak akan sama lagi. Ini yang saya pikir bapak Ibu kalau masih berkegiatan bisnis mesti dipikir dalam keadaan kayak gini bisnisnya apa,” tutupnya.

Comment

News Feed