by

Wakili Pjs Bupati, Asisten II Setda Sekadau Resmikan Gereja Katolik Bunda Maria Tanpa Noda Selimus

Wakili Pjs Bupati, Asisten II Setda Sekadau Resmikan Gereja Katolik Bunda Maria Tanpa Noda Selimus

KalbarOnline, Sekadau – Mewakili Pjs Bupati Sekadau, Sri Jumiadatin, Asisten 2 Bidang Administrasi Pembangunan, Paulus Yohanes meresmikan Gereja Katolik Bunda Maria Tanpa Noda Stasi Selimus Parokib Sekadau, Kecamatan Sekadau Hilir Kabupaten Sekadau, Minggu 27 September 2020.

Ketua Panitia Pembangunan Gereja Selimus, Ligan mengatakan Gereja ini dibangun atas dasar kebutuhan kerohanian umat, mengingat gereja yang lama kapasitasnya tidak dapat menampung jumlah umat yang semakin bertambah setiap tahunnya.

“Semoga gereja ini sungguh-sungguh menjadi kebanggaan umat katolik selimus dan gereja ini membuktikan umat katolik selimus mencintai tuhan. Saya atas nama panitia dan seluruh panitia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sekadau, Paroki, Keuskupan Sanggau, para donatur, paroki. Terima kasih juga kepada panitia dan seluruh umat Dusun Selimus atas kekompakan dan semangat kita semua,” ujarnya.

Dalam laporannya, Ligan menyampaikan pembangunan gereja Katolik Selimus menalan biaya sebesar Rp470 juta. Dengan rincian, swadaya umat Rp130 juta, Pemerintah Kabupaten Sekadau sebesar Rp150 juta, sumbangan donatur Rp100 juta dan dari paroki dan keuskupan berjumlah Rp50 juta. Di mana, Gereja Selimus ini berukuran 14 x 18 m2.

Sementara itu, Asisten II Paulus Yohanes yang mewakili Pjs. Bupati Sekadau sebelum memberikan sambutan, menyampaikan permohonan maaf Pjs Bupati Sekadau yang tidak bisa hadir dalam peresmian itu. Lantaran Sri Jumiadatin masih dalam perjalanan dari Pontianak menuju Sekadau lantaran baru saja dikukuhkan oleh Gubernur Kalimantan Barat, Sabtu (26/9/2020) siang.

“Saya menyampaikan permohomnan maaf Pjs Bupati Sekadau, Ibu Sri Jumiadatin. Beliau menitipkan salam untuk Bapak Uskup dan Pastor. Beliau juga mengucapkan selamat kepada umat di Stasi Selimus atas peresmian Gereja Katolik Santa Maria Tanpa Noda Selimus ini,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Paulus menyampaikan bahwa kedatangan pemerintah daerah dalam acara ini adalah suatu bentuk dukungan nyata untuk masyarakat yang ada di Kabupaten Sekadau ini. Salah satunya yang nampak dukungan pemerintah dalam bidang kerohanian umat, yaitu melalui pembangunan gereja ini. Dikatakan Yohanes keberhasilan ini tidak terlepas dari berkat kerjasama umat maupun pemerintah daerah.

“Kita juga tahu bahwa pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah ini tidak hanya pembangunan fisik saja tetapi salah satunya adalah pembangunan kerohanian. Karena kalau kita tidak rukun sulit bagi kita untuk melaksanakan pembangunan yang sudah diremcanakan oleh pemerintah,” tukasnya.

Paulus berpesan, agar masyarakat Sekadau untuk selalu menjaga kondusifitas dan kerukunan menjelang Pilkada 9 Desember 2020 nanti.

“Ini pesan dari ibu Pjs bupati, beliau menaruh harapan kepada seluruh mayarakat Kabupaten Sekadau untuk selalu bergandeng tangan, memupuk tali persaudaraan dan selalu menjaga kerukunan menjelang pelaksanaan Pilkada nanti, dan masyarakat juga diminta untuk tidak golput tetapi datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya,” pesannya.

Sementara Pastor Paroki Sekadau, Pastor Kristianus, CP menyampaikan terima kasih kepada Uskup Keuskupan Sanggau yang telah memberikan dukungan penuh untuk pembanguna gereja di Kabupaten Sekadau termasuk Gereja Selimus yang diresmikan saat ini. Pastor Kris juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sekadau.

“Untuk di paroki Sekadau sudah hampir semua gereja permanen dan ini tidak luput dari dukungan Pemerintah Kabupaten Sekadau. ini kerjasama yang luar biasa. Sekarang ini sedang membangun gereja di Stasi Semabi dan setelah ini akan membangun gereja di Stasi Entobas. Kami mulai saja dulu, mudah-mudahan nanti mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sekadau,” ujarnya.

Pastor Kris turut menyampaikan bahwa jika tidak terkendala Covid-19, masih ada belasan gereja yang sudah siap diresmikan.

“Saya berpesan semoga gereja ini sungguh bermanfaat bagi umat di Dusun Selimus ini dalam mengembangkan iman dan meningkatkan persaudaraan sejati bagi umat. Dan gereja ini adalah pemersatu umat di Stasi Selimus. Gedung gereja yang megah ini adalah gambaran iman umat di Dusun Selimus, umat yang berjiwa besar, umat yang imannya teguh. Kita harus memperlihatkan kualitas iman kita di tengah masyarakat,” tegasnya.

Sementara Uksup Keuskupan Sanggau, Mgr. Yulius Mencucini, CP menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak dan secara khusus kepada umat Stasi Selimus karena telah memperkaya Keuskupan Sanggau dengan sebuah bangunan gereja.

“Gereja Selimus ini adalah gereja kelima yang saya resmikan pada tahun 2020, sebenarnya ada banyak gereja yang ingin diresmikan tapi sulit karena situasi Covid-19 ini. Dan ini adalah gereja yang ke 919 yang saya resmikan sejak menjadi Uskup Keuskupan Sanggau,” ujar Uskup asal Italia ini.

Lebih lanjut dikatakan Uskup, gereja di Keuskupan Sanggau yang sudah dilaporkan ke Kementerian Agama ada sebanyak 1.319. Kalau ditambah dengan gereja-gereja kecil yang ada untuk Kabupaten Sanggau dan Sekadau kurang lebih berjumlah 1.400.

“Saya sungguh gembira dan berbahagia bahwa umat tidak krisis iman. Di mana-mana umat Katolik di Keuskupan Sanggau membangun gereja. Khusus di Kabupaten Sekadau tahun 2020 saya seharusnya bisa meresmikan 18 gereja. Kalau umat masih mau membangun gereja, itu berarti umat tidak krisis iman. Dikatakan yang mulia, bahwa semangat membangun gereja yang dilakukan oleh umat baik di kampung, di dusun ataupun di desa hal itu membuktikan bahwa umat mencintai Tuhan. Gereja yang dibangun oleh umat, itu membuktikan bahwa umat mencintai Tuhan. Gereja yang dibangun megah ini harus digunakan umat untuk beribadah, gereja yang dibangun ini juga harus menjadi tempat berkah bagi umat,” tegasnya.

“Apa guna memanjat pepaya, panjat papaya untuk dimakan, apa guna menderikan gereja, dirikan gereja karena umat cinta Tuhan,” tandasnya.

Comment

News Feed