Ciptakan Pelayanan yang Transparan dan Efisien, Midji Minta Seluruh OPD Berinovasi

Gubernur Kalbar, Sutarmidji memberikan sambutannya saat membuka sosialisasi gerakan saya perempuan anti korupsi
Gubernur Kalbar, Sutarmidji memberikan sambutannya saat membuka sosialisasi gerakan saya perempuan anti korupsi (Foto: Fai)

KalbarOnline, Pontianak – Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalbar terutama yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik untuk melakukan inovasi atau terobosan guna menciptakan suatu percepatan sekaligus menghadirkan efisiensi dan efektifitas kinerja. Hal itu disampaikannya saat membuka rapat teknis inovasi pelayanan publik yang dilangsungkan di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (27/11/2019) kemarin.

Pasalnya, kata dia, masih banyak OPD di lingkungan Pemprov Kalbar yang belum mampu melakukan inovasi. Seperti misalnya, dalam penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA). Midji mengakui, memasuki tahun anggaran kedua dirinya menjabat ini masih banyak OPD yang menyusun RKA tanpa melakukan inovasi.

“Saya sudah dua kali menghadapi RKA yang disusun, 90 persen masih itu-itu aja. Gak ada model lain. Itulah karena tidak inovatif, akhirnya ya itu tak itu jak programnya. Jadi program yang disusun itu sama tapi modelnya beda, harusnya jangan hanya itu tak itu, harus ada inovasi secara menyeluruh,” tegasnya.

“Saya minta seluruh dinas, seluruh badan dan seluruh OPD di jajaran Pemprov Kalbar lakukan inovasi secara terus menerus dan berkesinambungan untuk kepentingan pelayanan publik yang lebih transparan, murah, lebih cepat serta efisien,” timpalnya.

Orang nomor wahid di Bumi Tanjungpura ini berjanji akan memberikan penambahan anggaran bagi OPD yang telah berhasil melakukan inovasi sebagai bentuk reward terhadap OPD yang bersangkutan. Namun, dirinya juga tak segan-segan melakukan evaluasi terhadap suatu OPD jika tidak dapat melakukan terobosan-terobosan.

“Kalau mereka inovatif, anggarannya akan kita tambah. Kalau tidak inovatif artinya percuma anggaran diberikan, seperti misalnya belanja di tahun sebelumnya tidak bisa sesuai yang diharapkan,” tukasnya.

Mantan Wali Kota Pontianak ini menegaskan bahwa inovasi jangan dianggap merestorasi seluruh program secara keseluruhan dan dadakan melainkan perubahan-perubahan yang bertahap tapi mampu memberikan satu dampak positif bagi pelayanan dan capaian-capaian program.

Menurutnya, banyak hal inovatif yang dapat dilakukan. Misalnya, kata dia, membuat aset-aset daerah mendatangkan pendapatan bagi daerah untuk biaya pembangunan. Kemudian, jelasnya lagi, melakukan integrasi antara satu instansi dengan instansi lain secara cepat dengan yang dipadukan dengan teknologi.

“Misalnya, tanda tangan untuk disposisi dan sebagainya menggunakan teknologi informasi (IT). Kemudian bagaimana mengintegrasikan data secara cepat, itu semuanya perlu inovasi. Nah, setiap program itu harus dibuat inovasi supaya lebih cepat dan menyentuh langsung masyarakat,” tandasnya.

Ke depan, dirinya juga meminta agar seluruh OPD mengintegrasikan datanya ke data analytic room agar dapat diakses oleh masyarakat. (Fai)

Tinggalkan Komentar