KKSS Siap Berkontribusi Dalam Pembangunan Kalbar

34
Gubernur Kalbar, Sutarmidji dan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah foto bersama dengan Ketua BPP KKSS dan pengurus KKSS Kalbar
Gubernur Kalbar, Sutarmidji dan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah foto bersama dengan Ketua BPP KKSS dan pengurus KKSS Kalbar (Foto: Fat)

Burhan Nahkodai KKSS Kalbar masa bhakti 2019-2024

KalbarOnline, Pontianak – Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPW-KKSS) Kalimantan Barat masa bhakti 2019-2024 secara resmi dilantik.

Pelantikan yang dipimpin langsung oleh Ketua BPP KKSS, H.M. Sattar Taba, SE ini berlangsung di Pendopo Gubernur Kalbar, Rabu (27/2/2019) malam.

Ketua BPW KKSS Kalbar periode 2019-2023, H. Burhan dalam sambutannya mengatakan bahwa keberadaan warga Sulawesi Selatan khususnya suku Bugis di Kalimantan Barat sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu.

“Bahkan salah satu Kerajaan di Kalimantan Barat yakni Kerajaan Mempawah didirikan oleh orang Bugis yakni Opu Daeng Manambon. Hal ini menunjukkan bahwa peran warga Sulawesi Selatan sudah tidak diragukan lagi dalam pembangunan bangsa ini khususnya pembangunan di Kalimantan Barat,” ujarnya.

Hal ini, ditegaskan Burhan akan terus menerus dilakukan pihaknya baik melalui wadah organisasi paguyuban BPW KKSS dan seluruh organisasi sayap dan pilar KKSS maupun melalui orang perorang dari seluruh warga Sulawesi Selatan yang ada di Kalimantan Barat.

“Kami bertekad untuk menjadi garda terdepan dalam membantu dan mendukung seluruh program pembangunan yang dilakukan oleh Bapak Gubernur Kalbar dalam segala bidang, baik dalam bidang ekonomi, politik, sosial budaya, pertahanan kemanan dan lain sebagainya,” tegasnya.

Burhan turut menuturkan bahwa keberadaan warga Sulawesi Selatan khususnya suku bugis di Kalbar ini sangat besar baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

“Memang sulit kami menyebutkan angka pasti bera jumlah warga keturunan Sulawesi Selatan di Kalimantan Barat, karena banyak diantara warga Sulawesi Selatan khususnya Suku Bugis yang tidak lagi menyebutkan identitasnya sebagai suku Bugis tapi sudah mengidentifikasi dirinya sebagai orang Melayu,” tukasnya.

Salah satu penyebabnya, lanjut Burhan, adalah sudah tidak bisa lagi berbahasa bugis atau bahasa lain seperti bahasa Makasar, bahasa Toraja dan Bahasa Mandar. Selain itu juga dikarenakan mereka sudah lahir dan besar secara turun temurun di Kalimantan Barat.

“Di Sulawesi Selatan terdapat 4 etnis atau suku besar yakni Suku Bugis, Suku Makassar, Suku Toraja dan Suku Mandar. Oleh karena itu organisasi paguyuban KKSS ini menanungi ke empat suku besar yang ada di Sulawesi Selatan tersebut,” ungkapnya.

Mengakhiri sambutannya, Burhan menyampaikan apresiasinya sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Kalbar, Sutarmidji yang telah memberikan perhatian yang besar terhadap KKSS.

“Semoga Allah memberikan balasan kepada Bapak Gubernur dan semoga selalu diberikan kesehatan dan petunjuk oleh Allah dalam memimpin Kalimantan Barat yang kita cintai ini,” ucapnya.

Ucapan terima kasih turut disampaikannya kepada Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Ir. H.M. Nurdin Abdullah, M.Agr dan Ketua BPP KKSS, H.M. Sattar Taba di tengah kesibukannya masih dapat menyempatkan diri untuk hadir di tengah-tengah warga Sulawesi Selatan Kalbar.

“Ini suatu kesempatan yang sudah lama kami nanti-natikan. Terima kasih juga kami sampaikan kepada seluruh tokoh, sesepuh dan seluruh warga KKSS Kalimantan Barat yang telah membantu suksesnya pelantikan ini. Atas nama Ketua Umum BPW KKSS Kalimantan Barat saya haturkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, jika terdapat kekurangan dalam acara ini,” tandasnya.

Turut hadir Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono, perwakilan Pangdam XII/Tanjungpura serta unsur forkopimda Kalbar. Turut hadir pula sejumlah Bupati dan Wali Kota se-Kalbar, Raja-raja se-Kalbar serta Ketua Paguyuban etnis se-Kalbar. (Fai)

Tinggalkan Komentar

Loading...