Tes Urine Pastikan ASN Pemkot Bersih dari Narkoba

165 Kepala Sekolah PAUD, TK, SD dan SMP Negeri Ikuti Tes Urine

KalbarOnline, Pontianak – Sebanyak 165 kepala sekolah mulai dari tingkat PAUD, TK, SD dan SMP Negeri se-Kota Pontianak mengikuti tes urine di Aula Sultan Syarif Abdurrahman Kantor Wali Kota Pontianak, Rabu (27/2/2019).

Tes urine ini dilakukan dalam rangka menjalankan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 tahun 2018 tentang Pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari Rencana Aksi Nasional.

“Tujuannya untuk memberikan kepastian bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Pontianak ini bebas dari penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Menurut orang nomor wahid di Kota Pontianak ini, idealnya seluruh ASN di lingkungan Pemkot Pontianak harus dilakukan tes urine. Namun dikarenakan keterbatasan anggaran, waktu dan tempat sehingga dilakukan secara bertahap. Tahun ini, pihaknya menargetkan sebanyak 1.000 ASN yang akan dites urine.

“Sejatinya, muatan dari tes urine ini bukan hanya sekedar tes lalu selesai. Tetapi kita harapkan kepada mereka-mereka ini menyadari bahwa narkoba itu membahayakan bagi siapa saja yang menggunakannya,” ucap Edi.

Apabila nantinya dari hasil tes urine ini ditemukan ASN yang positif terindikasi menggunakan narkoba, maka pihaknya akan melihat dulu apakah yang bersangkutan pengguna baru atau sebagai konsumsi tetap.

Kemudian terhadap mereka ini, pihaknya akan melakukan pembinaan sebab bagaimana pun juga mereka adalah orang-orang yang harus diselamatkan dari penyalahgunaan narkoba.

“Untuk menjatuhkan sanksi, dilihat dari tingkatan penyalahgunaan narkoba, apabila itu sudah masuk kategori berat, bisa sanksi sampai pada pemecatan,” tukasnya.

Edi menambahkan, sejauh ini sudah ada beberapa ASN yang positif menggunakan narkoba. Mereka diberikan pembinaan dan dipantau terus. Pada waktu tertentu, mereka dites kembali urinenya.

“Yang terpenting kita sudah punya catatan-catatan, kenapa mereka menggunakan narkoba, dari mana mereka peroleh, dengan siapa dan motivasinya apa, itu perlu digali lebih dalam,” imbuhnya.

Sementara Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pontianak, AKBP Agus Sadiman menerangkan, tes urine yang dilakukan terhadap sejumlah ASN khususnya kepala sekolah PAUD,TK, SD dan SMP Negeri se-Kota Pontianak ini selaras dengan rencana aksi nasional Inpres Nomor 6 tahun 2018.

“Tujuannya untuk menekan angka pengguna narkoba, jangan sampai kalangan ASN ini ada yang menjadi pengguna narkoba,” terangnya.

Untuk mekanisme tes urine, dikatakan Agus, sengaja dilakukan secara mendadak supaya lebih efektif. Para ASN yang dites urinenya mau tidak mau harus sudah siap meskipun tidak ada persiapan sebelumnya.

“Kalau ditemukan ada ASN positif sebagai pengguna, kita akan koordinasikan ke pihak BKPSDM apakah dibina atau diberi sanksi,” pungkasnya. (jim)

Tinggalkan Komentar