Saksikan Lomba Menumbuk Padi PGD ke-VI Sintang, Bupati Jarot: The Way Of Life

Bupati Sintang, Jarot Winarno, Saat Menyaksikan Lomba Menumbuk Padi Dalam Rangka Pekan Gawai Dayak ke-VI Kabupaten Sintang (Foto: */Sg)
Bupati Sintang, Jarot Winarno, Saat Menyaksikan Lomba Menumbuk Padi Dalam Rangka Pekan Gawai Dayak ke-VI Kabupaten Sintang (Foto: */Sg)

KalbarOnline, Sintang – Bupati Sintang, Jarot Winarno mengunjungi arena lomba menumbuk padi dalam rangka Pekan Gawai Dayak ke-VI Kabupaten Sintang di komplek Stadion Baning Sintang, Rabu (18/7/2018).

Kemeriahan Pekan Gawai Dayak Sintang terlihat pada hari ke-dua pelaksanaannya. Ribuan masyarakat hadir di kawasan gawai. Keberadaan gawai menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat kota Sintang dan sekitarnya untuk menjadi tempat jalan-jalan sore.

Puluhan lesung dan alu serta penampi bersusun di depan panggung utama Pekan Gawai Dayak Sintang. Ratusan wanita berpakaian khas Suku Dayak yang berdiri mengelilingi arena bersiap-siap untuk berlomba menumbuk padi.

Ada 23 tim peserta dari tiap kecamatan yang ada, ada juga tim dari sanggar-sanggar seni yang ada di Sintang. Satu tim terdiri dari 4 orang.

Riuh suara alu bertalu-talu menumbuk dalam padi lesung. Debu beraroma wangi beras menebar di depan panggung utama Pekan Gawai Dayak Sintang sore itu, kala para wanita menampi. Bunyi-bunyian ini ditingkahi pula dengan sebuah tarian tradisional dari Kecamatan Ambalau.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh tamu dari acara Festival Investasi Kelam. Selain itu ada puluhan orang tamu Solidaridad dan CU Keling Kumang yang berasal dari India.

“Menumbuk padi merupakan the way of life, cara hidup kita jadi merupakan warisan budaya dan tradisi. Kegiatan ini memiliki filosofi yang tinggi. Mau menunjukkan ada sejumlah proses untuk mendapatkan makanan kita, beras. Dari panjangnya proses berhuma lalu masih harus ditumbuk, ditampi barulah kita dapat beras yang kita masak,” papar Bupati Jarot.

“Saat ini, di kampung-kampung, menumbuk padi mulai tergantikan oleh mesin. Saya sangat senang melihat lomba ini apalagi antusias warga sangat tinggi bahkan ada kecamatan yang menurunkan lebih dari 1 tim. Sangat indah, kita sangat menikmatinya,” pungkasnya. (*/Sg)

Tinggalkan Komentar