Debat Publik Pertama Pilgub Kalbar, Moderator Tanyakan Soal Pendidikan, Ini Jawaban Milton – Boyman

Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar 2018 Nomor Urut Satu, Milton Crosby dan Boyman Harun, Saat Menjawab Pertanyaan Moderator Pada Debat Publik Pertama Pilgub Kalbar (Foto: Fat)
Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar 2018 Nomor Urut Satu, Milton Crosby dan Boyman Harun, Saat Menjawab Pertanyaan Moderator Pada Debat Publik Pertama Pilgub Kalbar (Foto: Fat)

Sesi kedua debat publik pertama antar paslon Pilgub Kalbar

KalbarOnline, Pontianak – Debat kandidat pertama antar pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalbar, Sabtu (7/4) malam, berjalan aman dan lancar.

Adapun debat pertama kali ini bertemakan ‘Meningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelayanan publik’.

Sebagai pemandu jalannya debat, KPU menujuk, Dr. Syarifah Ema Rahmaniah yang merupakan Akademisi Universitas Tanjungpura Pontianak sebagai Moderator pada debat pertama paslon Pilgub Kalbar ini.

Pada sesi pertama debat, ketiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar diberi kesempatan menyampaikan visi misi, dan program kerja masing-masing kepada masyarakat Kalbar secara luas yang disiarkan langsung oleh televisi lokal di Kalbar.

Sementara pada sesi kedua debat, ketiga pasangan calon diberikan pertanyaan berbeda oleh moderator, sesuai dengan visi misi paslon yang disesuaikan dengan tema debat.

Giliran ketiga pada sesi kedua debat, pertanyaan ditujukan kepada paslon nomor urut 1, Milton Crosby – Boyman Harum.

Menurut publikasi BPS tahun 2017, dinyatakan bahwa capaian pembangunan pendidikan di Kalbar masih jauh dibawah capaian nasional. Fakta menunjukan pada tahun 2017 angka buta huruf penduduk usia 15 tahun 7,66 persen sementara angka nasional yakni 4,50 persen. Angka partisipasi sekolah (APS) jenjang SMA/SMK di Kalbar baru mencapai 67,2 persen atau lebih rendah dari APS nasional yakni 71,42 persen.

“Pertanyaannya adalah, berkaitan dengan visi dan misi paslon nomor urut 1 yakni mewujudkan masyarakat Kalbar yang berkualitas, apa dan bagaimana program aksi yang akan dirancang paslon 1, untuk mengatasi tingginya angka buta huruf dan rendahnya angka partisipasi sekolah (APS),” tanya moderator.

Menjawab pertanyaan tersebut, Milton mengatakan dalam rangka mewujudkan kualitas masyarakat Kalbar, karena sudah dikatakan bahwa IPM Kalbar berada diurutan 29, maka aksi yang akan dilakukannya ada dua.

“Yang pertama, kita akan data kembali dimana daerah-daerah yang menjadi sasaran kita dan harus kita fokus kepada sasaran-sasaran berkaitan buta huruf dan partisipasi pendidikan. Yang kedua, karena Kalbar terlalu luas, maka kita harus segera mendorong percepatan pembentukan daerah otonomi baru (DOB) khususnya provinsi Kapuas Raya, supaya pembagian tugas kita dalam mengelola masyarakat kita akan selesai, kalau ini belum kita lakukan jangan mimpi kita akan menyelesaikan itu dalam waktu yang singkat dengan provinsi yang seluas satu kali setengah pulau Jawa ini,” tukasnya.

Sementara, Boyman yang turut menambahkan jawaban dari pertanyaan moderator tampak kelabakan. Kemungkinan Boyman pada saat itu, tidak menyimak dengan baik pertanyaan yang diberikan moderator, sehingga Boyman sempat diteriaki oleh tim paslon nomor urut 2 dengan teriakan ‘hu’.

“Berkaitan dengan masalah perbaikan APS dan angka buta huruf, yakni dengan memekarkan wilayah Kalbar yang begitu luas, dan saya pikir itu merupakan langkah yang terbaik untuk lebih memajukan Kalbar, terutama khusus berkaitan dengan masalah pendidikan. Saya pikir, tidak bisa kita memajukan Kalbar dengan rumus apapun, jika tidak dilakukan pemekaran, kita tau Kalbar luasnya hampir 147.000 Km2, dengan APBD yang ada sekarang ini, sangat tidak memungkinan dalam sektor apapun kita membangun secara maksimal agar dapat bersaing dengan daerah lain,” tukas Boyman mengakhiri jawaban paslon nomor 1.

Pada pertanyaan ini, apakah Milton – Boyman secara keseluruhan telah menjawab secara lugas pertanyaan moderator apa dan bagaimana program aksi yang akan dirancang Milton – Boyman, untuk mengatasi tingginya angka buta huruf dan rendahnya angka partisipasi sekolah (APS) yang sejalan dengan visi misinya.

Dalam hal ini, baik Milton maupun Boyman, tak sama sekali menyampaikan terkait peningkatan atau memudahkan akses pendidikan untuk menekan angka butu huruf dan meningkatkan APS. Milton – Boyman masih berkutat pada DOB dan tampak pesimis dengan APBD provinsi yang ada saat ini.

Artinya belum ada inovasi yang ditawarkan Milton – Boyman untuk mewujudkan masyarakat Kalbar yang berkualitas. Silahkan masyarakat menimbang. (Fat)

Tinggalkan Komentar