Debat Publik Pertama Pilgub Kalbar, Moderator Tanyakan Soal Peningkatan IPM, Sutarmidji Jawab Dengan Program Rasional

Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar 2018 Nomor Urut Tiga, Sutarmidji dan Ria Norsan, Dalam Debat Publik Pertama Pilgub Kalbar (Foto: Fat)
Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar 2018 Nomor Urut Tiga, Sutarmidji dan Ria Norsan, Dalam Debat Publik Pertama Pilgub Kalbar (Foto: Fat)

Sesi kedua debat publik pertama antar paslon Pilgub Kalbar

KalbarOnline, Pontianak – Debat kandidat pertama antar pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalbar, Sabtu (7/4) malam, berjalan aman dan lancar.

Adapun debat pertama kali ini bertemakan ‘Meningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelayanan publik’.

Sebagai pemandu jalannya debat, KPU menujuk, Dr. Syarifah Ema Rahmaniah yang merupakan Akademisi Universitas Tanjungpura Pontianak sebagai Moderator pada debat pertama paslon Pilgub Kalbar ini.

Pada sesi pertama debat, ketiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar diberi kesempatan menyampaikan visi misi, dan program kerja masing-masing kepada masyarakat Kalbar secara luas yang disiarkan langsung oleh televisi lokal di Kalbar.

Sementara pada sesi kedua debat, ketiga pasangan calon diberikan pertanyaan berbeda oleh moderator, sesuai dengan visi misi paslon yang disesuaikan dengan tema debat.

Giliran kedua pada sesi kedua debat, pertanyaan ditujukan kepada paslon nomor urut 3 (tiga), Sutarmidji – Ria Norsan.

Perbaikan kesejahteraan masyarakat, tercermin dari pergerakan pembangunan manusia yang tengah berlangsung. Pembangunan manusia di Kalbar, tergolong bergerak lambat dengan capaian IPM tahun 2016 sebesar 65,88, lebih rendah dibanding nasional yaitu sebesar 70,18. Rendahnya capaian IPM ini, terkait erat dengan aspek pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

“Pertanyaannya adalah, berkaitan dengan visi dan misi yang paslon nomor urut 3 (tiga) paparkan, meningkatkan masyarakat yang sehat, cerdas, produktif dan inovatif. Apa dan bagaimana langkah nyata pembangunan manusia yang paslon urut 3 (tiga) tawarkan untuk meningkatkan IPM Kalbar agar sama dengan atau melebihi IPM nasional,” tanya moderator.

Menjawab pertanyaan tersebut, Sutarmidji menegaskan, apabila berbicara mengenai IPM Kalbar yang saat ini berada diurutan 29 dari 34 provinsi dengan skor nilai 65,88, maka ada masalah di bidang pendidikan, infrastruktur dan kesehatan.

“Pasangan Midji – Norsan, akan menyelesaikan permasalahan ini melalui program kerja yang kita tawarkan kepada masyarakat. Kita harus menciptakan pendidikan yang inovatif, yaitu penguatan terhadap Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan SMK ini nantinya akan langsung mendapatkan lapangan kerja yang tersedia. Seperti misalnya, sekarang sektor perhotelan yang diperlukan, maka kita harus buka SMK yang programnya sesuai sektor perhotelan. Kemudian kita melihat banyaknya kendaraan roda dua misalnya, kita buat jurusan otomotif roda dua dan mereka akan terserap disana,” tukasnya.

“Kita juga akan meningkatkan lama masa belajar di Kalbar, akses belajar melalui jaringan internet, kita perkuat internet-internet didaerah, tidak perlu bangun sekolah tapi kita buat model pembelajaran media elektronik, kita siapkan guru kelas masing-masing, anak tidak perlu sekolah di sekolah formal, cukup dirumah dengan satu laptop, infokus serta jaringan internet yang bagus,” katanya.

Kemudian infrastruktur, hal ini menjadi sangat penting menurut Sutarmidji, sebab infrastruktur dapat meningkatkan perekonomian masyarakat serta dapat menurunkan angka kemiskinan.

“Kita lihat infrastruktur hancur-hancuran, sehingga nilai perolehan petani mayoritas dibawah 100 persen dan ini menyebabkan angka kemiskinan melompat tinggi. Karena kemiskinan terbanyak didaerah dan didaerah mayoritas petani sehingga angka kemiskinan terus melompat tinggi. Maka dari itu, kita akan percepat pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan perekonomian, dan nilai perolehan petani bisa 100 persen sehingga angka kemiskinan akan turun. Kita juga akan percepat pembangunan rumah sakit khusus pengguna BPJS dan tanpa kelas,” tegas Sutarmidji menjawab pertanyaan moderator.

Pada pertanyaan ini, terlihat jelas, bahwa Sutarmidji secara keseluruhan telah menjawab dengan lugas pertanyaan moderator terkait apa dan bagaimana langkah nyata pembangunan manusia yang ditawarkan Sutarmidji – Ria Norsan untuk meningkatkan IPM Kalbar agar sama dengan atau melebihi IPM nasional yang sejalan dengan visi misinya. Dimana diketahui pasangan Midji – Norsan akan fokus pada 3 (tiga) program unggulannya yakni pendidikan, kesehatan dan infrastruktur yang bermuara pada meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan turunnya angka kemiskinan di Kalbar.

Dan penyampaian Sutarmidji terkait pertanyaan moderator, merupakan paling rasional dan sudah terbukti berhasil diterapkan Sutarmidji di Pontianak. Artinya bukan rencana bahkan sebagai pemberi wacana, namun telah dibuktikannya. Dan ini menjadi bukti Sutarmidji sangat mengerti penyebab Kalbar tidak kunjung menjadi provinsi maju di Indonesia.

Tentu masyarakat Kalbar inginkan pemimpin yang memiliki track record yang jelas, program yang rasional, terukur dan dapat diwujudkan serta program pro rakyat. Sehingga hal inilah nantinya menjadi acuan masyarakat untuk memilih.

Silahkan masyarakat menimbang. (Fat)

Tinggalkan Komentar