Buka Seminar Profesi Kesmas, Bupati Jarot Paparkan Tiga Pilar Indonesia Sehat

Bupati Sintang, Jarot Winarno, Memberikan Arahannya, Pada Pembukaan Seminar Profesi Kesehatan Masyarakat Yang Digelar Universitas Muhammadiyah Pontianak Kampus Sintang (Foto: Sg/Hms)
Bupati Sintang, Jarot Winarno, Memberikan Arahannya, Pada Pembukaan Seminar Profesi Kesehatan Masyarakat Yang Digelar Universitas Muhammadiyah Pontianak Kampus Sintang (Foto: Sg/Hms)

KalbarOnline, Sintang – Bupati Sintang, Jarot Winarno, secara resmi membuka seminar profesi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) yang digelar oleh Universitas Muhammadiyah Pontianak kampus Sintang, yang berlangsung di Balai Praja, Kantor Bupati Sintang, Jumat (2/2).

Seminar tersebut mengusung tema ‘peran tenaga kesehatan masyarakat dalam interprofesionalisme kesehatan untuk mensukseskan program Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga’.

Dalam arahannya, Bupati Jarot menyampaikan nawacita Presiden Republik Indonesia yang kelima, yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia, didalam nawacita tersebut ada indikator Indonesia Sehat.

“Jadi didalam nawacita Presiden yang kelima tersebut, terdapat tiga pilar yang harus diketahui, yaitu paradigma sehat, asuransi kesehatan dan pelayanan kesehatan, yang mendukung kesehatan hidup manusia di Indonesia ini,” ujar Bupati.

Menurutnya, paradigma sehat itu bagaimana seseorang ingin sehat harus ada mainset didalam hidup, karena faktor kesehatan merupakan faktor yang patut diperhitungkan dalam setiap proses pembangunannya, kemudian didalam hidup perlu ada asuransi kesehatan karena dalam kehidupan ini kesehatan harus dijamin dengan adanya asuransi kesehatan.

“Dan yang paling penting adalah pelayanan kesehatan dalam hal ini yang paling dekat adalah keluarga untuk bisa saling hidup sehat di tengah masyarakat,” tuturnya.

Akan tetapi, lanjut Bupati, sekarang ini penyakit semakin kompleks, maka diharapkan kepada pihak tenaga kesehatan tetap untuk selalu mengatasi penyakit tersebut.

“Seperti diare, malaria, campak, sekarang muncul penyakit hipertensi, diabetes, jantung koroner, dan bahkan ada penyakit yang jaman dulu, sekarang muncul lagi itu adalah difetri,” tukasnya.

“Jadi, sebagai tenaga kesehatan kita tidak bisa sendirian untuk mengatasi dan mengentas penyakit di masyarakat, kita harus bergabung, kemudian gunakan disiplin dalam bekerja dan gunakan konsep pendekatan dalam keluarga untuk mengatasi permasalahan penyakit yang ada ditengah masyarakat,” pesan Bupati.

Sementara itu, Ketua Panitia pelaksanaan, Nurhayati menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk menyampaikan informasi berbentuk edukasi kesehatan kepada masyarakat.

“Jadi melalui mahasiswa-mahasiswi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Pontianak Kampus Sintang ini akan memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk membiasakan hidup sehat, karena sehat merupakan nomor satu didalam kehidupan, serta agar mahasiswa berperan aktif dalam mengentaskan permasalahan tentang kesehatan,” kata Nurhayati.

Nurhayati menambahkan peserta yang mengikuti kegiatan seminar kesehatan masyarakat ini berjumlah sebanyak 120 orang.

“Terdiri dari mahasiswa-mahasiswi yang tergabung didalam Program studi Kesehatan masyarakat di Universitas Muhammadiyah Pontianak Kampus Sintang,” tambahnya.

Sementara, Ketua Pengelola Universitas Muhammadiyah Pontianak Kampus Sintang, Ahmad Sutarmin mengatakan bahwa kegiatan ini rutin dilaksanakan mahasiswa Kesehatan masyarakat ini.

“Karena dengan kegiatan ini dapat memberikan dampak yang positif, tentu pelaksanaan ini harus dilaksanakan dengan maksimal,” tandas Ahmad Sutarmin. (Sg/Hms)

Tinggalkan Komentar