Terus Matangkan Kesiapan Sebagai Tuan Rumah Porprov 2018, Ini Pemaparan Bupati Jarot

KalbarOnline, Pontianak, Sintang – Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan bahwa pihaknya terus mematangkan kesiapan Sintang sebagai tuan rumah Porprov 2018.

Satu diantaranya yang krusial yakni, infrastruktur atau venue masing-masing cabang olahraga yang akan dipertandingkan.

Bupati Jarot mengatakan berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama KONI Kalbar, pada Selasa (9/1), pihaknya membahas beberapa hal diantaranya kesiapan pembentukan panitia, hingga tidaklanjut kesiapan venue di Sintang.

“Jadi kita memenuhi undangan dari KONI, ada beberapa hal yang kita bicarakan terkait persiapan 8 bulan jelang Porprov, pertama terkait kepanitiaan sudah kita capai beberapa poin kesepakatan. Konsep induk kepemanitiaan sudah ada. Mudahan susunan kepanitiaan rampung dalam satu minggu ini,” ujar Bupati Jarot.

Demikian dilansir dari Pontianak.Tribunnews.com.

Lanjut Bupati, masing-masing Pengprov Cabor, juga sudah meninjau langsung kondisi venue yang akan digunakan. Maupun tindak lanjut hasil kunjungan tim sarana dan prasarana, KONI Kalbar beberapa waktu lalu.

“Dari Koni akan meninjau kembali, dan membicarakan lebih detail terkait pembenahan venue,” terangnya.

Bupati juga mengatakan disisa waktu sebelum perhelatan Porprov ini pihaknya selaku tuan rumah berupaya akan memfasilitasi sejumlah venue, baik yang perlu dibangun hingga pembenahan.

“Venue itu ada 3 sebenarnya yang agak berat, pertama Panjat Tebing karena pengadaan peralatan biayanya yang cukup mahal, dan harus beli baru. Kemudian Kolam Renang, yang di Kelam itu sudah standar ukuran olimpiade dan sudah pernah juga kita jadikan arena Kejurda renang. Namun sudah lama tidak terawat, teman-teman Disporapar coba untuk perbaikanlah,” paparnya.

Disamping venue, panjat tebing dan renang, cabor atletik terbilang paling berat, karena saat ini meski memiliki stadion Baning, namun belum dilengkapi lintasan atletik.

“Paling berat adalah track atletik. Itu butuh waktu dan pendanaan yang agak besar,” tukasnya.

Kemudian Cabor balap motor, pihaknya berharap bisa mengunakan eks landasan bandara Susilo Sintang, jika pada Maret nanti sudah berpindah ke Bandara Tebelian.

“Untuk balap motor, yang dipertandingkan itu road race. Sekarang saya menunggu kepastianya pada Maret. Kalau airportnya sudah pindah, kita dapat insentif yang luar biasa. Di situ (eks landasan bandara Susilo red) bisa untuk digelar berbagai event seperti air modeling, sepatu roda, balap sepeda, eksebisi Terjun Payung. Semuanya bisa disitu,” ujarnya

Namun sebagai antisipasi untuk lintasan balap motor ini pihaknya tetap berupaya untuk membangun sirkuit yang baru.

“Ini antisipasi,” jelasnya. (Fai)

Tinggalkan Komentar